Friday, November 17, 2017

7 CARA Mendapatkan PAHALA BESAR dari HAL- HAL KECIL diSETIAP DETIKnya



 
 Labbaik Allahumma Labbaik,
 Labbaika Laa Syarikalaka Labbaik,

 Labbaik Allahumma Labbaik,

 Labbaika Laa Syarikalaka Labbaik,

 Innalhamda Wanni’mata

 Laka Wal Mulk

 Laa Syarikalak

 

Arti bacaan talbiyah: Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu

Talbiah adalah kalimah yang kita ucapkan pada saat melaksanakan ibadah Haji atau Umroh. Kalimah di atas sebaiknya dilafalkan sesering mungkin meskipun jadwal keberangkatan belum pasti. Mengucapkan Talbiah, akan menjadikan lebih memantapkan diri, membiasakan diri dan InsyaAlloh bernilai ibadah.

Untuk mendapatkan kesempurnaan amal ibadah haji, mempersiapkan amalan sebaik-baiknya merupakan keharusan. Walaupun banyak yang mengatakan bahwa ibadah haji adalah ibadah fisik, namun apabila doa-doa yang menyertai ibadah haji sudah hafal dan faham artinya, tentu akan menambah kekhusuan selama beribadah.

Lama waktu keberangkatan haji rata-rata 30-31 tahun, paling lama 47 tahun  sejak kita mendaftar kan diri (setiap daerah beragam). Perkiraan keberangkatan biasanya diinformasikan pada saat mendaftar dan setahun sebelum keberangkatan bisa dilihat pada website kementerian agama di https://haji.kemenag.go.id/v5/?search=estimation

Berdasarkan pengalaman, persiapan satu tahun, ternyata tidak cukup (salah satunya karena  belum hafal doa sehari-hari). Mempersiapkan catatan-catatan amalan “kecil’’ yang sering kali terlupakan, seperti hafalan doa sudah mulai dilakukan dan dibiasakan sejak awal. Jika sudah terbiasa, maka secara otomatis tubuh kita akan merespon dengan baik, ketika akan beraktivitas selalu dimulai dengan kata Bismillah dan jangan lupa untuk selalu mengucapkan Alhamdulillah ketika kita selesai beraktivitas. Kegiatan sederhana, misalnya minum, ketika mengucapkan Bismillah akan bernilai ibadah.

Sebagai manusia, kita boleh berharap amalan yang dilakukan mendapat pahala.  Pahala ini akan berlipat ketika dilakukan di tanah suci. Shalat di Masjid Nabawi akan mendapat pahala 1000 kali dan shalat di Masjidil Haram akan mendapatkan pahala 100.000 kali, mengaji dan berbuat amal kebaikan lainnya akan mendapatkan pahala berkali lipat. Maka amalan yang kita anggap ‘kecil’ teramat sayang jika ditinggalkan.

Berikut ini, 7 hal yang sebaiknya kita siapkan. Hal-hal kecil yang sering kali terabaikan padahal maknanya sangat hebat, sebagai penyempurna ibadah;

1.      Doa dalam setiap aktivitas sehari-hari seperti doa makan,  doa menggunakan baju, doa memasuki masjid, doa adzan dan doa-doa lainnya dihafalkan dan difahami artinya, Fahami adab aktivitas sehari-hari,  membiasakan kapan menggunakan tangan kanan dan kapan menggunakan tangan kiri. Contohnya, ketika kita masuk ke masjid, selain membaca doa masuk masjid maka kaki kanan kita yang mengawali langkah masuk masjid dan sebaliknya ketika keluar masjid,

2.   Membiasakan menjaga wudhu dalam waktu yang lama. Salah satunya ketika melaksanakan Thawaf, mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali maka kita harus dalam keadaan suci.

3.      Cara bertayamum yang benar, kapan sebaiknya kita bertayamum dan dalam situasi apa saja kita dapat bertayamum.

4.      Bacaan shalat jenazah, karena hampir disetiap selesai shalat fardhu selalu dilakukan shalat jenazah, 

5.      Buatlah rencana ibadah yang akan kita lakukan di Tanah Suci, seperti membaca Surat Al Kahfi pada setiap malam Jum’at dan surah-surah lainnya yang disunahkan. Kapan akan menghatamkan Al-Quran. Kawan saya ada yang hatam hafalannya di depan Kab’ah, merupakan capaian yang luar biasa.

6.      Membuat daftar doa yang akan dipanjatkan pada setiap moment ibadah haji, misalnya ketika thawaf, ketika Sai’, ketika berada di Mina, ketika lempar Jumroh dan moment lainnya yang selalu disibukkan dengan berdoa.Pengalaman saya, ketika kita menuliskan urutan doanya, sangat membantu dan bisa berdoa lebih khusu.

7.      Dalam keadaan apapun, dalam berbagai aktivitas biasakanlah kita selalu bertasbih, beristighfar dan kalimah dzikir lainnya, sehingga setiap detik waktu kita di tanah suci menjadi ibadah yang terbaik.

Bagi yang berhaji pertama kali, sangat dianjurkan mengikuti manasik dengan sebaik mungkin. Pada prakteknya, ternyata banyak juga yang tidak faham rangkaian pelaksanaan ibadah haji. Ada bagian rukun haji dan bagian wajib haji. Pemahaman ini perlu sangat dimengerti bagi setiap calon haji karena akan sangat penting bagi sah tidaknya ibadah haji kita.

Pada akhirnya, ibadah haji adalah ibadah special, karena itu, semua harus kita siapkan secara special pula. Jangan sampai ibadah yang mahal harganya dan waktu yang lama kurang bermakna bahkan sia-sia.

Selanjutnya, berdoalah selalu agar Allah azza wa jalla memberikan kemudahan dan petunjuk kepada kita agar segala yang kita lakukan menjadi amal kebaikan  Aamiin….

 

*Tautan lainnya ;

https://efandora.blogspot.co.id/2017/12/9-peralatan-penting-selama-beribadah.html?showComment=1512457638714#c5445519394301672204