Friday, September 16, 2016

KEAJAIBAN BERBAGI dI TANAH SUCI (bagian 1)



Tahun 2012, pertama kali saya mendapat kesempatan untuk melaksanakan ibadah umroh bersama suami. Banyak kejadian luar biasa yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan.
Setelah melalui perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya kami  sampai di Madinah. Kamipun bersih-bersih diri dan beristirahat sejenak, kemudian kami bersiap-siap menuju masjid Nabawi untuk melaksanakan shalat dhuha bersama.
1.              Kesempatan Tak Terduga
Sebelum menuju masjid, pembimbing menyarankan untuk tidak ke Rhaudhah  karena untuk yang pertama kali akan sangat kesulitan. Jadwal yang ketat dan ruang yang terbatas menyebabkan jama’ah akan berdesakan dan bersaing dengan orang-orang dari berbagai negara. Maklumlah Indonesia termasuk  negara Asia yang proporsi badannya kecil dibandingkan saudara-saudara kita dari negara Arab dan Afrika.
Sebelum masuk masjid Nabawi, ada penjaga wanita yang kesemuanya menggunakan cadar (biasa dipanggir laskar) berdiri tepat didepan pintu, memeriksa setiap kantong yang akan masuk ke dalam mesjid. Mereka meminta untuk tidak membawa HP atau kamera (walaupun banyak juga yang tidak diperiksa dan banyak juga yang tetap membawa kamera atau HP canggih dan bisa bebas dari pemeriksaan para ‘laskar’). Saya duduk, mengambil tempat yang tidak terlalu depan, bersama teman-teman satu rombongan dari Indonesia. Kami melaksanakan shalat dhuha, suasana yang luar biasa merasuki raga ini. MasyaAllah, Ya Rahman Ya Rahiim, Engkau berikan kenikmatan luar biasa.
Setelah shalat dhuha, sambil berzikir saya amati dan melihat sekeliling mesjid. Banyak aktivitas yang dilakukan oleh para jamaah, walaupun belum terlalu banyak karena waktu dhuhur yang masih lama. Teman-teman satu rombongan memutuskan untuk kembali ke hotel dan saya memutuskan untuk tinggal di masjid sambil menunggu shalat Dzuhur.
Saya terus mengamati sekeliling, sambil berjalan menuju kedepan, sampai batas terdepan ruang perempuan. Ada pilar-pilar kokoh dari kayu, dengan rasa penasaran saya coba intip, ada apakah di balik tirai tadi? Sulit mengamati, tapi tampak ruangan yang sama dengan ruangan di mana saya berada, ternyata itu adalah ruang umat laki-laki. Akhirnya saya mendapatkan tempat tepat dibagian yang paling cocok dan saya pun duduk. Tiba-tiba tepat di sebelah saya, seseorang mengucapkan salam dan saya langsung menjawab, Waalaikumussalam. Oh, ternyata orang Indonesia. Alhamdulillah,  saya akhirnya bisa berkomunikasi dan bertanya berbagai hal kepada ibu ini.
Saya memberanikan diri untuk memulai perbincangan, “Bu, sudah berapa kali ke mari?” dengan lembut, ibu ini menjawab sudah tiga kali. Wah, saya sangat kagum, “ibu seneng banget ya, bisa bulak balik ke sini” dan beliau tersenyum. Kemudian saya bertanya lagi, apakah ibu pernah ke Rhaudhah?dan ternyata ibu ini sudah beberapa kali ke Rhaudhah. Beliau menawarkan apakah saya juga mau ke Rhaudhah? Tanpa berfikir panjang, saya langsung mengiyakan. Beliau kemudian bercerita, kalau waktu untuk perempuan ke Rhaudhah terbatas, biasanya setelah dzuhur dan waktunya sempit. Akhirnya kami bercerita panjang lebar sampai beliau menceritakan bahwa beliau mengidap penyakit kangker sambil berkaca, dia berharap dengan kepergiannnya ke tanah suci secara rutin bisa mendapat keridhoaan Allah SWT. Aamiin, semoga beliau diberikan kesehatan kembali. .
Tidak terasa, Adzan berkumandan, masjid semakin rame, orang berdatangan mencari tempat yang baik utuk melakukan shalat sambil tak henti-hentinya para laskar mengatur jamaah agar rapih. Suasana hiruk pikuk dan teriakan laskar akhrinya terhenti saat khomat dan kami melaksanakan shalat berjamaah. Alhamdulillah.
Setelah melakukan shalat sunnah dan wirid, laskar berteriak-teriak lagi (saya tidak mengerti karena dalam bahasa Arab). Ibu ini menerangkan, waktunya untuk kaum perempuan memasuki Rhaudah. Kita dikumpulkan berdasarkan kesukuan/kebenuaan. Kami mengikuti laskar yang meneriakkan, “malay-malay”. Saya, ibu ini bersama orang indonesia dan asia lainnya, kami berkelompok. Cukup banyak juga orang Indonesia, wah ternyata serasa di tanah air ya. Akhirnya giliran kami masuk Rhaudhah.  Tempatnya sangat sesak dan orang-orang berusaha shalat paling depan.  Ibu menarik saya untuk sampai di jajaran depan, tapi hanya satu tempat yang ada. Saya mempersilahkan beliau karna saya masih ada kesempatan nanti malam, akan datang bersama rombongan. Setalah melakukan shalat dua rakaat, laskar kembali berteriak,  agar yang sudah shalat untuk segera keluar, karena rombongan selanjutnya akan datang. Saya pun keluar dan terpisah dari ibu, belum sempat saya mengucapkan terimakasih, belum sempat saya menanyakan nama dan alamat di Indonesia. Terimakasih ibu, pengalaman yang sangat luar biasa dan semoga ibu selalu mendapatkan kebaikan dari Allah SWT, Aamiin.
Malamnya, setelah shalat Isya, saya dan rombongan menuju Rhaudhah. Seperti tadi siang, kami dikumpulkan bersama orang-orang Asia lainnya. Pada kesempatan ke dua ini, dengan sigap dan shalat sunnah tepat di jajaran paling depan. Saya pun bisa melaksanakan shalat sunnah beberapa rakaat. Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah SWT, saya mendapat kesempatan ke Rhaudhah lebih awal dan bertemu ibu ini,   terimakasih ibu sudah memperkenalkan Rhaudhah kepada saya. Semoga amal kebaikan ibu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin
2.              Kurma dan Kacang Turki
Waktu shalat tiba, sembari menikmati situasi dalam mesjid, saya duduk di tempat yang tidak terlalu depan. Rombongan perempuan Turki (terlihat dari cara berpakaiannya yang modis) duduk di sebelah saya. Kemudian salah seorangnya mengucapkan salam, saya jawab Wassalamualaikum warahmatullohi wa barakatuh.  Ibu Turki ini memberi saya beberapa butir korma dan kacang. Ibu ini mengusap kepala saya dari ujung kepala sampai ke bagian belakang kepala, sambil mengucapkan kata-kata yang saya yakin itu adalah doa untuk saya (karena saya tidak faham apa yang beliau sampaikan) saya hanya tersenyum dan sekali lagi mengucapkan thank you. Sembari menunggu adzan, ibu tadi melihat sajadah kecil yang saya bawa dari Indonesia. Kemudian beliau mengatakan sesuatu (mungkin maksudnya, bagus ya, boleh saya lihat?) kemudian beliau mengambilnya dan memperhatikannya dan diperlihatkan kepada teman-temannya dan bercerita (sekali lagi, saya terdiam, tidak mengerti apa yang diucapkan) dan beliau mengembalikan sejadah tersebut pada tempat semula. Adzan berkumandan dan kamipun siap untuk Shalat berjamaah. Allohu Akbar, setalah puas berdoa dan shalat, saya mengucapkan salam kepada ibu tadi dan saya katakan this is for you, sembari memberikan sajadah kecil itu kepadanya. Beliau  sempet kaget dan berkata Alhamdulillah, kemudian beliau mengusap-ngusap kepala saya kembali sembari berkata-kata dan saya yakin, bahwa ibu ini mendoakan yang terbaik buat saya . Satu kantong kurma dan makanan ala Turki diberikan kepada saya (saya tidak tau namanya, setelah ditanyakan ke pembimbing katanya kacang itu khas dari Turki sebagai bekal yang memberikan tenaga dan rasa kenyang yang lebih lama), Alhamdulilah.
 

Saturday, September 10, 2016

CARA MUDAH untuk MERAIH KESUKSESAN

CARA MUDAH untuk MERAIH KESUKSESAN

Tulisan ini adalah saduran dari buku Haikal Hassan dengan judul Law of Repetation. Saya sangat tertarik dengan buku tersebut, buku kecil dengan bahasa yang tidak sulit tetapi bermakna dan sangat bermanfaat bagi kita. Hal-hal kecil yang sering kali terlupan, ternyata dapat menjadi kunci keberhasilan kita dikemudia hari.Bagaimana mencapai keberhasilan yang kita harapkan, yang kita cita-citakan dengan menerapkan hukum pengulangan. Para atlet yang sukses, melakukan pengulangan melalui latihan-latihan yang mereka lakukan setiap hari. Para ilmuwan ternama, melakukan pengulangan aktivitas untuk membuktikan teorinya sampai ditemukan berbagai penemuan yang bermanfaat bagi umat manusia. Dan banyak kisah sukses lainnya, karena pengulangan yang dilakukan secara konsisten.
Hal penting lainnya adalah target yang kita tetapkan, harus dapat kita uraikan pada aktivitas-aktivitas menuju target tersebut, rencana dengan batasan waktu tertentu perlu ditetapkan sehingga kita dapat mengevaluasi dan memperbaiki aktivitas untuk mecapai target tersebut.
Law of Repetation dalam Ajaran Agama
Agama Islam telah mengajarkan, bahwa ibadah merupakan awal dari kesuksesan seseorang. Pelaksanaan ibadah agama Islam dilakukan berulang. Shalat wajib dilakukan 5 kali dalam sehari dan setiap hari kita laksanakan, proses pengulangan, dzikir dilakukan juga berulang kali. Contoh lainnya adalah haji, prosesi haji seperti thawaf merupakan aktivitas pengulangan.  Kegiatan ibadah yang kita lakukan secara berulang, tidak menjadikan bertambah MuliaNya Allah SWT, tetapi untuk diri kita sendiri,  sehingga keyakinan kita semakin bertambah dan mendalam kepada Allah SWT.
Dalam bahasa sunda, kita mengenal pribahasa Cikaracak Ninggang Batu Laun-laun jadi Legok (tetesan air mengenai batu, lambat laun membentuk cekungan). Peribahasa ini menjelaskan, air yang menetes pada batu keras dan kuat akan menyebabkan cekungan karena tetesan air yang terus menerus, berulang dalam waktu yang lama. Pekerjaan yang berulang, walaupun hanya setetes air ternyata dapat membentuk batu yang keras.
Bukti lainnya dapat kita lihat di sekeliling kita. Alam mengajarkan proses pengulangan, menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Keindahan Stalagtit dan stalagnit pada bebatuan kapur yang terbentuk karena tetesan air.  Grand Canyon, di negara bagian Arizona, pemandangan luar biasa yang dibentuk dalam kurun waktu berjuta tahun yang lalu oleh kikisan aliran Sungai Colorado. Dan masih banyak bentukan alam indah akibat hukum alam yang berulang.
Otak dan Otot Syaraf
Informasi-informasi yang sejenis dan berulang yang disampaikan ke otak akan ditempatkan dengan kode unik yang memungkinkan pemrosesannya berjalan lebih cepat, bahkan berlaku lebih otomatis. Menghafal paling mudah dan popular adalah dengan mengulang-ulang materi yang kita pelajari.
Selain brain memory, kita mengenal muscle memory. Jika brain memory terbentuk dari pengetahuan maka muscle memory terbentuk karena latihan. Merupakan sumber dari segala talenta yang dibentuk melalui latihan-latihan terus menerus (deep practice). Muscle memory yang kita sebut myein atau dalam bahasa ini disebut otot saraf, tersebar merata di seluruh tubuh dalam bentuk system saraf pada otot-otot kita yang memberi perintah dan menyimpan informasi.

Fakta-fakta baru menyebutkan pembentukan myelin atau otot saraf (muscle memory) berada di baik kesuksesan seorang artis besar, pelukis terkemuka, akademisi terpandang, bahasa tubuh para pemimpin besar, action oriented para enterpreneur sukses, dan terobosan-terobosan yang dilakukan perusahaan-perusahaan inovatif.
Pada pengembangan kecerdasan otak dan kecerdasan otot, hukum pengulangan memegang peranan sentral dan vital. Tanpa hukum pengulangan, otak kita tidak akan sampai pada level kegeniusan. Tanpa hukum pengulangan, otot-otot kita tidak akan sampai pada level reflex yang menakjubkan dari sisi kecepatan dan akurasinya.

Hukum pengulangan menjamin bahwa pencapaian-pencapaian besar merupakan konsekuensi logis dari hal-hal kecil yang dilakukan berulang-ulang. Sedangkan pembatalan hukum pengulangan adalah saat seseorang hanya tertarik pada hal-hal yang terlihat besar dan sikap jalan pintas (shortetisme) atau budaya instan. Tentu saja, hasilnya akan jauh berbeda. Budaya instan sering kali melesatkan seseorang dalam waktu sesaat dan akhirnya kembali terpuruk bahkan lebih buruk.
Reprogramming Your Subconscius Mind
Setiap orang adalah produk dari pikirannya sendiri. Sedemikian rupa pikiran tersebut membentuk dan melukiskan apa yang dikerjakan, cara ia menghadapi masalah, cara ia berhadapan dengan orang lain, membentuk karakternya ,pikirannya, refleksinya . Otak kita adalah pabrik yang super sibuk dan tak pernah berhenti bekerja sejak manusia dilahirkan sampai manusia mati. Setiap detik, setiap ment, setiap jam, pabrik ini terus berproduksi menghasilkan pikiran yang tidak terhitung jumlahnya.

Dalam menghasilkan pikiran, manusia selalu diatur oleh dua buah kekuatan, yaitu kekuatan alam bawah sadar untuk sukses dan kekuatan bawah sadar untuk gagal;
-          Kekuatan Sukses, bertanggung jawab untuk menghasilkan semua pikiran positif dan selalu memberikan jawaban yang tepat akan alasan mengapa kita mampu, alasan mengapa kita berhasil , dan alasan mengapa kita pasti memperoleh kesuksesan
-          Kekuatan Gagal, bertanggung jawab untuk menghasilkan semua pikiran negative dan selalu memberikan jawaban yang tepat akan alasan mengapa kita lemah, memberikan alasan mengapa kita pantas memperoleh kegagalan dan melihat dunia selalu dengan kesinisan.

Kedua kekuatan ini patuh dan tunduk dengan kita. Keduanya dengan cepat menjadikan perintah kita begitu mendapatkan sedikti saja isyarat mental yang kita pancarkan baik secara sadar maupun tidak. Bila kita memberikan isyarat positif, kekuatan sukses akan segera mengambil alih semua aspek pekerjaan dan mendorongnya untuk selalu berbuat, bersikap, bertindak sebagaimana layaknya di mana sukses pantas untuk kita dapatkan. Sebailkuna bila kita memberikan isyarat negative, kekuatan gagal akan segera mengambi alih semua aspek pekerjaan dan mendorongnya untuk selalu berbuat, bersikap, bertindak sebagaimana layaknya kegagalan memang pantas untuk kita terima.


Permainan pikiran di atas adalah fakta dan dapat dikatakan seperti mukjizat. Istilah asing yang terkenal,  You are What You Think, You can be come whatever  you believe you can be!!
Kita adalah apa yang kita pikirkan, kita dapat menjadi apa pun selama  kita yakin dapat melakukannya. Bila kita memulai pagi dengan umpatan dan keluhan  serta membiarkan sinyal isyarat kekuatan gagal itu terus membayangi aktivitas kita, makan semakin dekat dengan kegagalan. Dan sebaliknya, ketika kita memulai pagi dengan syukur, bahagia dan semangat maka kekuatan sukses akan dekat dan hari –hari kita akan dipenuhi kesuksesan dan kebahagian.

You are Your Habit
Kita fahami bahwa seseorang dikenali dari semua yang dilakukannya, terutama tentang apa yang biasa dilakukannya. Rangkaian kesibukan aktivitas tubuh terutama yang dilakukan berulang-ulang diberi nama kebiasaan. Jika pengenalan manusia adalah titik perhatian kita, segala kebiasaan kita yang dapat diindera manusia itulah yang akan menentukan siapa kita didepan manusia.
 
Berkata-kata (tulisan ataupun ucapan) adalah kebiasaan pertama kali dinilai orang lain. Terkait dengan kebiasaan kita yang paling banyak dilakukan, perhatikan kejelasannya, efektivitas persuasi dan rasa hormat yang mengiringinya. Pilihan kata yang tepat dalam rangkaian kalimat yang memberikan pesan jelas, tegas dan mudah dipahami akan memastikan pesan anda diterima dengan baik.Jika kita berkomunikasi yang efektif dan benar, maka kita telah menyelesaikan sebagain dari masalah.
FORMULA KEBERHASILAN
Dalam bukunya, Haikal Hasan menerangkan formula untuk mencapai kegerhasilan,  inilah yang dilakukan/dipraktekan oleh orang-orang sukses dalam bidangnya.
(M+S+A)xR=D
M=motivator, adalah niat baik atau motif dari keberadaan kita dalam kehidupan ini. Motivasi adalah alasan atas semua hal yang diinginkan, diidam-idamkan atau pihak yang pantas menerima dampak kebaikan-kebaikan kita. Maka segera tetapkan motif kita dalam mengarungi kehidupan ini atau alasan kegemilangan nasib kita

S=Sincerity, Ketulusan atau keikhlas adalah mengundang kedamaian jiwa sekaligus mengundang kekuatan bantuan sangat besar dan tidak terduga.

A=Activities, keberhasilan yang dirasakan hanya bermanfaat dan ada di dunia nyata,  memungkinkan adalah rangkaian aktivitas yang dilakukan. Kita tidak bisa pernah lepas dari kenyataan, bahkan diam juga merupakan aktivitas, maka pilihan terserah pada diri kita sendiri

R=Repetition, Sinergi motif, ketulusan dan aktivitas akan menghasilkan nasib. Tetapi, hanya yang dikalikan atau digandakan dengan pengulangan yang memastikan nasib itu besar, kuat, bernilai tinggi dan abadi.

Tanpa pengulangan, motivasi akan menjadi basi dan aktivitas tak akan berarti

D=  Destiny, Nasib adalah hasil yang tidak akan pernah dapatkan dan kendalikan, dia hanyalah sebuah akibat. Siapapun tak dapat mengendalikan nasib dirinya sendiri
Dalam hukum sebab-akibat, yang dapat dilakukan hanyalah factor-faktor penyebab. Yaitu, motif, ketulusan, aktiviatas dan berapakali pengulangan yang diakukan.

ANDA ADALAH KEBIASAAN ANDA
Rangkaia kesibukan ativitas tubuh terutama yang dilakukan berulang-ulang, itulah yang disebut dengan kebiasaan.
Sebuah kebiasaan berawal dari pikirian, Pikiran berulang melahirkan Perkataan. Perkataan berulang melahirkan Tindakan. Tindakan berulang melahirkan Kebiasaan. Kebiasaan berulang melahirkan Takdir.

Sebuah keinginan, hanyalah keinginan yang ada difikiran. Dia tidak akan mampu mewujudkan drinya di alam nyata. Dia membutuhkan sebuah jembatan untuk dapat memberikan manfaat yang sesungguhnya. Dia akan membutuhkan rencana kerja. Hal yang penting, bahwa mewujudkan rencana besar  perlu kesesuaian dengan keinginan kita. Rencana kita tidak akan pernah menghantarkan keingingn kita jika tidak sesuai dengannya.
Untuk itu bersegeralah membuat rencana-rencana yang akan menghantarkan kita ke tempat di  mana keinginan besar anda mengabil tempatnya. Buatlah matriks untuk mencapai target-target yang sudah kita tetapan.

Satu-satunya waktu yang tepat saat memulai sesuatu adalah SEKARANG. Menunggu datangnya waktu yang baik  yang telah lama kita pikirkan bisa jadi adalah pemborosan waktu. BIsa jadi waktu yang baik atau tepat itu tidak akan pernah dating.

Bagaimana cara terdekat untuk bisa memulai? Lakukan dari yang kita bisa lakukan saat ini. Lakukan dari yang paling mudah . Tindakan awal yang kecil dan sederhana adalah pemungkinan yang dilakukan tindakan-tindakan besar.

Kapankah saat  meraih impian-impian besar? Saat ini,saat kita memutuskan memulai dan mengabaikan menunda. Keinginan-keinginan itu sebenarnya sedang mewujudkan dirinya. Kita hanya diminta untuk mencatat dan menindaklanjuti, mengamati, menindaklanjuti,  dan terus diulang-ulang sehingga mencapai  seperti yang anda impikan.

Hukum pengulangan, berlaku kepada siapa saja, profesi apapun. Termasuk pegawai negeri seperti saya. Kita sering dihadapkan pada pekerjaan rutinitas.  Sering kali  pekerjaan yang secara rutin kita kerjakan  tidak memberikan tambahan ilmu dan keterampikan, yang akhrinya menjadi jenuh dan bosan. Tetapi jika kita berfikir lebih jauh, apapun pekerjaan kita selalu ada kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas kita. Pekerjaan dapat menjadi awal untuk meningkatkan kapasitas diri. Bagaimana menyikapinya?
Jangan pernah bosan untuk selalu belajar dan belajar, lebih mendalami apa yang kita lakukan secara rutin dan jangan berhenti untuk  mencari hal-hal baru sehingga kemampuan kita akan terus berkembang dan bermanfaat.
Pekerjaan yang membangun nilai-nilai tinggi, berdampak besar, menebarkan banyak manfaat dan hanya menjunjung tinggi kebaikan maka berdampak baik tak hanya pada diri kita tetapi bagi orang lain. Nasihat mengatakan bahwa kita hanya diminta untuk bekerja bukan memastikan rezeki. Rezeki adalah sebuah akibat semata. Penyebabnya adalah bekerja. Rezeki menjadi besar saat hasil yang kita kerjakan berguna besar bagi orang lain…S E M O G A….

*)  disadur dari buku Haikal Hassan dengan judul LAW of REPETITION, satu-satunya cara mencapai yang mustahil dicapai

Teka-Teki Water Closet di Negara Samurai



Jepang adalah negara maju yang memiliki berbagai ‘keunikan’. Hal-hal biasa kemudian menjadi luar biasa karena apa yang mereka buat/bangun tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan saja. Banyak hal yang dibuat secara detail. Nampak sederhana tetapi canggih dan tentu saja menjadi unik.

Salah satu hal menarik yang saya amati adalah wc (water closet), yaitu tempat buang air kecil/besar, atau kita juga sering menyebutnya Toilet. Walaupun toilet pengertiannya ruang secara keseluruhan.
Jika dilihat toilet di Jepang tidak luas dan tidak megah tetapi justru wc nya sangat nyaman dan artistic. Ketika saya masuk toilet, saya langsung mencari tombol-tombol shower, flush, pengering dan berbagai tombol dengan berbagai fungsinya seolah-olah menjadi teka-teki sebelum dipergunakan.

Gambaran wc unik yang sempat menarik perhatian saya terutama adalah shower dan flush, beberapa yang sempat saya amati;

-          Umumnya tombol shower berada di sebelah kanan, ketika kita duduk di wc,

-          Jenis ‘semburan’dari shower beragam, ada yang sampai 4 jenis namun ada juga yang hanya 2 jenis

-          Pengatur temperature shower, dengan berbagai suhu

-          Sebagian menyediakan musik, tapi bukan dari alat musik atau lagu tetapi suara áir’yang menggelontor. Maksudnya adalah untuk menyamarkan suara ketika kita buang air besar/kecil,

-          Dudukan wc dilengkapi dengan pengatur suhu sehingga ketika kita duduk akan terasa hangat dan nyaman,

-          Sebagaian dilengkapi pula dengan ‘pengering’ yang fungsinya sama seperti pengering tangan

-          Teka teki terakhir adalah ‘flush’. Ya, flush nya tidak biasa seperti yang ada di Indonesia. Flush umumnya didinding. Bisa di bagian kiri, kanan atau belakang. Untuk menggelontorkan air dari flush, biasanya di tekan atau ada juga dengan menggunakan sensor tangan. Dekatkan telapak tangan kita kemudian flush akan berfungsi,

-        Beberapa wc memfungsikan flushnya,  cukup dengan menutup penutup dudukan wc maka otomatis air akan menggelontor.


Penasarankan? berikut beberapa foto wc yang saya ambil di sekitar Yokohama dan Yokkaichi namun lokasinya tidak sempat saya catat.






Bagi teman-teman yang akan ke negara Jepang, selamat menikmati Teka-Teki Water Closet di Negara Sakura.