Ecological
Stream Restoration
Korsel
telah melampui kondisi pemenuhan air bersih, untuk itu target pengelolaan
lingkungan, khususnya untuk sungai
meningkat dari Ensuring
Clean Water to Creating Healthy Water Environment. Bukan lagi air besih
yang menjadi tujuan, tetapi lebih tinggi lagi yaitu menciptakan lingkungan
perairan yang SEHAT.
Tahapan
kebijakan yang dilakukan adalah sebagai berikut;
- tahap pertama, fokus pada peningkatan kualitas air dan evaluasi melalui fisika-kimia index (mengukur keberhasilan melalu parameter fisika-kimia),
- tahap ke-2; fokus pada membonkar beberapa titik bangunan, low waterway-centered passiver restoration, creation park
- tahap ke -3, s/d sekarang; fokus pada mengkreasi habitat, pendekatan DAS dan hubungan timbal balik ekologi.
Kebijakan
di atas diterapkan di banyak sungai, yang pada awalnya 10 sungai dan menjadi 50
sungai pada tahun 2010.

Tahapan Restorasi Sungai dengan Pendekatan Ekology
(MOE, 2014)
Gambar di atas terlihat bahwa penanganan sungai utama bersamaam dengan penanganan anak-anak sungainya. Hal menarik lainnya, bahwa program restorasi di setiap
sungai berbeda dari satu sungai dengan sungai lainnya. Berikut adalah beberapa
perubahanyang terjadi dari proyek restorasi yang dilakuakan
Hasil
yang dicapai, dalam pelaksanaan
Ecologycal Stream Restoration,
1. Water
Quality Improvement, Berkurangnya pencemar, meningkatnya kualtias air
sehingga self purification alam meningkat; rata-rata pengurangan BOD di 35
aliran sungai sejak 2007-2009 sebanyak 50%.
2. Aquatic
Ecosystem Restoration; Meningkatnya berbagai species dan menciptakan
habitatnya, berbagai makhluk hidup yang tadinya hilang kemudian kembali ke habitatnya dan
berkembang biak di daerah ini
3.
Environmental
Effect; Temperatur perkotaan menurun, polusi air dan kebisingan
terus berkurang
4.
Eco- Friendly-Economic
Effect; menciptakan pekerjaan, meningkatkan ekonomi lokal
melalui peningkatan kualitas lingkungan ; terciptanya berbagai lokasi wisata dan rekreasi
Monitoring dan Evaluasi sebagai Dasar Kebijakan Pembangunan
Monitoring
dan evaluasi menjadi hal paling penting dalam penerapan pembangunan
berkelanjutan di Korsel. Dengan pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi,
monitoring lingkungan terutama di sungai-sungai dilakukan secara manual dan
secara otomatis (on line). Hasil
pemantauan ini terkoneksi pada jaringan dan hasilnya langsung dapat diketahui
untuk kemudian disampaikan kepada masyarakat dan pengambil kebijakan.
Pelaksanaan monitoring lingkungan tidak
hanya dari Kementrian Lingkungan Hidup tetapi juga dari berbagai instansi
termasuk dari perguruan tinggi yang dikoordinasikan oleh Kementrian Lingkungan
Hidup. Hasil pemantauan bisa diakses oleh siapa saja termasuk masyarakat dan
ini menjadi dasar yang penting untuk
menentukan kebijakan lingkungan.
Kementerian Lingkungan Hidup Korsel memiliki devisi khusus Risert and Development (R&D). Devisi R&D yang kemudian memberikan advice kepada pemerintah terkait dengan hasil pemantauan yang dilakukan selama periode tertentu dan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan.
Revolusi Lingkungan, kemnbali ke Alam
Korea Selatan telah berhasil menata lingkungannya, dari kotor dan tercemar menjadi lingkungan yang bersih dan sehat. Pencapaian lingkungan tidak serta merta didapat, tetapi proses panjang serta komitmen dari semua pihak, terutama pimpinan negara menjadi kunci keberhasilan dari program pengelolaan lingkungan.
Restorasi sungai yang dilakukan oleh Korsel telah diakui
oleh dunia, salah satunya adalah pernyataan dari OECD (The Organisation for
Economic Co-operation and Development) yang
menyatakan bahwa Four major rivers
restoration project is a good illustration of comprehensive water management,
which drives green growth (OECD, 2012) dan UNEP juga menyetakan bahwa
restorasi sungai merupakan positive case
of govermental investment for restorating rivers.
Restorasi sungai merupakan contoh ‘revolusi’ yang dilakukan oleh pemerintah Korea Selatan. Rekayasa
teknologi dilakukan pada ke 4 sungai dengan mengembalikan fungsi ekology dari
setiap sungai. Pendekatan pengelolaan mempertimbangkan hasil ilmu pengetahuan.
Sistem monitoring lingkungan secara on line dan penelitian terinci menjadi dasar
utama dalam menetapkan kebijakan. Risert and Development menjadi hal
mendasar yang terus dikembangkan dan menjadi landasan dalam pengelolaan
lingkungan.
Bagaimana dengan Jawa Barat?
Indonesia termasuk Jawa Barat dapat mengambil banyak pelajaran dari apa yang sudah dilakukan oleh Korea Selatan. Menetapkan kebijakan lingkungan tidak hanya dilihat dari satu aspek saja tetapi dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi.
-
Kebijakan lingkungan harus dimulai dari
pimpinan dan menjadi komitmen bersama yang kemudian diterapkan oleh semua
sektor. Disamping itu, lembaga yang menangani lingkungan diberikan kewenangan
untuk menetapkan program/kebijakan yang berkaitan dengan perbaikan lingkungan
secara penuh.
-
Penanganan masalah lingkungan kemudian
diselesaikan dengan berbagai aspek, seperti pemindahan permukiman kumuh,
pengawasan buangan industri secara ketat, pembersihan sungai secara berkala dan
membangun untuk mengembalikan ke alam.Untuk Jawa Barat, tidak bisa hanya
dilakukan oleh instansi lingkungan hidup dan harus dilakukan oleh semua instansi
terkait.
-
Lingkungan bukan hanya menjadi tanggung
jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kalangan industri dan
masyarakat. Hal ini yang perlu terus dikembangkan di Indonesia termasuk di Jawa
Barat. Termasuk dalam penegakkan hukum lingkungan, perlu dilakukan secara tegas
dan pengawasan secara kontinyu, salah satunya adalah dengan pemantuan yang
dilakukan secara on line.
-
Riset dan Development,
menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan sehingga lembaga lingkungan perlu
memiliki R and D. Saat ini, bagi Jawa Barat sebaiknya melakukan kerjasama
dengan Perguruan tinggi dalam menetaplan R dan D untuk mendukung
pemantauan/pengawasan dan penetapan kebijakan lingkungan.
Korea
selatan, seperti juga negara maju lainnya, pembangunan berwawasan lingkungan
dimulai sejak negara mereka belum maju, sejak aktivitas industri mulai gencar
dan sejak masyarakatnya tak terlalu menyadari akan pentingnya lingkungan yang
sehat. Namun dengan kerja keras dan Kebijakan pembangunan yang berpihak kepada
lingkungan, menjadikan negara-negara seperti Korsel menjadi unggul.
Lingkungan
yang bersih dan sehat ternyata meningkatkan perekonomian seperti yang dialami
Korsel sekarang ini.
Apa
yang dialami Korsel, jelas terlihat bahwa pembangunan berwawasan lingkungan
ternyata memberikan dampak berlipat terhadap perekonomian negara. Tak ada alasan bagi Indonesia termasuk Jawa
Barat untuk menunda Pembangunan yang berpihak pada Lingkungan. Tak terbantahkan
bahwa pembangunan berwawasan lingkungan sejalan dengan pembangunan
perekonomian. Untuk itu, pilihan ada pada kita semua, apakah akan memulai
sekarang atau nanti?dan semua ada konsekuensinya.....
tulisan
sebelumnya
;http://efandora.blogspot.com/2016/12/kecanggihan-korea-selatan-dalam-menata_23.html
Daftar
Pustaka;
Hoon
Kim, Byung.2014. Sustainable Water
Management in Korea. Korea.
.......2014.
Advances in Water Quality Management : Monitoring and Prediction Water Quality
Assessment Division National Institute of Environmental Research, Incheon,
Korea. Korea
Bae
Kyum, Park. 2014. Introduction of Water Resource Management in Korea. National
Institute of Environmental Research. MOE. Korea.
http://id.wikipedia.org.