Friday, December 23, 2016

KECANGGIHAN KOREA SELATAN dalama MENATA LINGKUNGAN (2)


Ecological Stream Restoration
Korsel telah melampui kondisi pemenuhan air bersih, untuk itu target pengelolaan lingkungan, khususnya untuk sungai  meningkat dari  Ensuring Clean Water to Creating Healthy Water Environment. Bukan lagi air besih yang menjadi tujuan, tetapi lebih tinggi lagi yaitu menciptakan lingkungan perairan yang SEHAT. 

Tahapan kebijakan yang dilakukan adalah sebagai berikut; 
  • tahap pertama, fokus pada peningkatan kualitas air dan evaluasi melalui fisika-kimia index (mengukur keberhasilan melalu parameter fisika-kimia), 
  • tahap ke-2; fokus pada membonkar beberapa titik bangunan,  low waterway-centered passiver restoration, creation park 
  • tahap ke -3, s/d sekarang; fokus pada mengkreasi habitat, pendekatan  DAS dan hubungan timbal balik ekologi.
Kebijakan di atas diterapkan di banyak sungai, yang pada awalnya 10 sungai dan menjadi 50 sungai pada tahun 2010.

 



  Tahapan Restorasi Sungai dengan Pendekatan Ekology (MOE, 2014)


Gambar di atas terlihat bahwa penanganan sungai utama bersamaam dengan penanganan anak-anak sungainya. Hal menarik lainnya, bahwa program restorasi di setiap sungai berbeda dari satu sungai dengan sungai lainnya. Berikut adalah beberapa perubahanyang terjadi dari proyek restorasi yang dilakuakan



Hasil yang dicapai, dalam pelaksanaan  Ecologycal Stream Restoration,
1.     Water Quality Improvement, Berkurangnya pencemar, meningkatnya kualtias air sehingga self purification alam meningkat; rata-rata pengurangan BOD di 35 aliran sungai sejak 2007-2009 sebanyak 50%.
2.   Aquatic Ecosystem Restoration; Meningkatnya berbagai species dan menciptakan habitatnya, berbagai makhluk hidup yang tadinya hilang kemudian kembali ke habitatnya dan berkembang biak di daerah ini
3.      Environmental Effect; Temperatur perkotaan menurun, polusi air dan kebisingan terus berkurang
4.      Eco- Friendly-Economic Effect; menciptakan pekerjaan, meningkatkan ekonomi lokal melalui peningkatan kualitas lingkungan ; terciptanya berbagai lokasi wisata dan rekreasi

Monitoring dan Evaluasi sebagai Dasar  Kebijakan Pembangunan
Monitoring dan evaluasi menjadi hal paling penting dalam penerapan pembangunan berkelanjutan di Korsel. Dengan pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi, monitoring lingkungan terutama di sungai-sungai dilakukan secara manual dan secara otomatis (on line). Hasil pemantauan ini terkoneksi pada jaringan dan hasilnya langsung dapat diketahui untuk kemudian disampaikan kepada masyarakat dan pengambil kebijakan.

Pelaksanaan monitoring lingkungan tidak hanya dari Kementrian Lingkungan Hidup tetapi juga dari berbagai instansi termasuk dari perguruan tinggi yang dikoordinasikan oleh Kementrian Lingkungan Hidup. Hasil pemantauan bisa diakses oleh siapa saja termasuk masyarakat dan ini menjadi  dasar yang penting untuk menentukan kebijakan lingkungan.


Kementerian Lingkungan Hidup Korsel memiliki devisi khusus Risert and Development (R&D). Devisi R&D  yang kemudian memberikan advice kepada pemerintah terkait dengan hasil pemantauan yang dilakukan selama periode tertentu dan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan.

Revolusi Lingkungan, kemnbali ke Alam
Korea Selatan telah berhasil menata lingkungannya, dari kotor dan tercemar menjadi lingkungan yang bersih dan sehat. Pencapaian lingkungan tidak serta merta didapat, tetapi proses panjang serta komitmen dari semua pihak, terutama pimpinan negara menjadi  kunci keberhasilan dari program pengelolaan lingkungan.
Restorasi sungai yang dilakukan oleh Korsel telah diakui oleh dunia, salah satunya adalah pernyataan dari OECD (The Organisation for Economic Co-operation and Development) yang menyatakan bahwa Four major rivers restoration project is a good illustration of comprehensive water management, which drives green growth (OECD, 2012) dan UNEP juga menyetakan bahwa restorasi sungai merupakan positive case of govermental investment for restorating rivers.
Restorasi sungai merupakan contoh ‘revolusi yang dilakukan oleh pemerintah Korea Selatan. Rekayasa teknologi dilakukan pada ke 4 sungai dengan mengembalikan fungsi ekology dari setiap sungai. Pendekatan pengelolaan mempertimbangkan hasil ilmu pengetahuan. Sistem monitoring lingkungan secara on line dan penelitian terinci menjadi dasar utama dalam menetapkan kebijakan.  Risert and Development menjadi hal mendasar yang terus dikembangkan dan menjadi landasan dalam pengelolaan lingkungan.

Bagaimana dengan Jawa Barat?
Indonesia termasuk Jawa Barat dapat mengambil banyak pelajaran dari apa yang sudah dilakukan oleh Korea Selatan. Menetapkan kebijakan lingkungan tidak hanya dilihat dari satu aspek saja tetapi dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi.
-      Kebijakan lingkungan harus dimulai dari pimpinan dan menjadi komitmen bersama yang kemudian diterapkan oleh semua sektor. Disamping itu, lembaga yang menangani lingkungan diberikan kewenangan untuk menetapkan program/kebijakan yang berkaitan dengan perbaikan lingkungan secara penuh.
-       Penanganan masalah lingkungan kemudian diselesaikan dengan berbagai aspek, seperti pemindahan permukiman kumuh, pengawasan buangan industri secara ketat, pembersihan sungai secara berkala dan membangun untuk mengembalikan ke alam.Untuk Jawa Barat, tidak bisa hanya dilakukan oleh instansi lingkungan hidup dan harus dilakukan oleh semua instansi terkait.
-      Lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kalangan industri dan masyarakat. Hal ini yang perlu terus dikembangkan di Indonesia termasuk di Jawa Barat. Termasuk dalam penegakkan hukum lingkungan, perlu dilakukan secara tegas dan pengawasan secara kontinyu, salah satunya adalah dengan pemantuan yang dilakukan secara on line.
-        Riset dan Development, menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan sehingga lembaga lingkungan perlu memiliki R and D. Saat ini, bagi Jawa Barat sebaiknya melakukan kerjasama dengan Perguruan tinggi dalam menetaplan R dan D untuk mendukung pemantauan/pengawasan dan penetapan kebijakan lingkungan.

Korea selatan, seperti juga negara maju lainnya, pembangunan berwawasan lingkungan dimulai sejak negara mereka belum maju, sejak aktivitas industri mulai gencar dan sejak masyarakatnya tak terlalu menyadari akan pentingnya lingkungan yang sehat. Namun dengan kerja keras dan Kebijakan pembangunan yang berpihak kepada lingkungan, menjadikan negara-negara seperti Korsel menjadi unggul.
Lingkungan yang bersih dan sehat ternyata meningkatkan perekonomian seperti yang dialami Korsel sekarang ini.

Apa yang dialami Korsel, jelas terlihat bahwa pembangunan berwawasan lingkungan ternyata memberikan dampak berlipat terhadap perekonomian negara.  Tak ada alasan bagi Indonesia termasuk Jawa Barat untuk menunda Pembangunan yang berpihak pada Lingkungan. Tak terbantahkan bahwa pembangunan berwawasan lingkungan sejalan dengan pembangunan perekonomian. Untuk itu, pilihan ada pada kita semua, apakah akan memulai sekarang atau nanti?dan semua ada konsekuensinya.....

tulisan sebelumnya ;http://efandora.blogspot.com/2016/12/kecanggihan-korea-selatan-dalam-menata_23.html

Daftar Pustaka;

Hoon Kim, Byung.2014.  Sustainable Water Management in Korea. Korea.
 .......2014. Advances in Water Quality Management : Monitoring and Prediction Water Quality Assessment Division National Institute of Environmental Research, Incheon, Korea. Korea
Bae Kyum, Park. 2014. Introduction of Water Resource Management in Korea. National Institute of Environmental Research. MOE. Korea.
http://id.wikipedia.org.