Tuesday, February 20, 2018

MELIHAT LEBIH DEKAT HULU SUNGAI CITARUM





Pagi-pagi kami bersiap-siap untuk berangkat ke Situ Cisanti. Aku dan 2 temanku memulai perjalanan dari kantor untuk menghadiri acara persiapan Pencanangan Program Citarum Harum Bestari oleh Presiden Republik Indonesia. Rencananya Pak Jokowi akan datang ke hulu Citarum sekitar tanggal 20an bulan Februari ini.
Perjanan pagi hari ternyata menyajikan pemandangan luar biasa. Menuju arah terminal Ciparay kemudian ke arah Cibereum diteruskan ke arah Kertasari. Jalan yang dilalui berbukit-bukit, kondisi jalan sempit dengan beberapa belokan tajam memaksa kita berhati-hati apalagi ketika berpapasan dengan mobil dari arah yang berlawanan.
Memasuki daerah perbukitan ini, ditemani cuaca yang cerah dan udara yang segar walaupun sesekali tercium pupuk kandang yang aduhai, menyejukkan pandangan dan fikiranku yang mulai 'mumet' dengan pekerjaan. Sejauh mata memadang, hamparan hijau menutupi perbukitan. Namun sayangnya, tanaman sayuran berada di lereng-lereng bukit yang seharusnya bukan untuk tanaman semusim. Tanaman bawang terhampar cukup luas. Para petani  mengelilingi tumpukan hasil tanamannya, menunggu pengangkut sayur yang akan dijual ke pasar.
Beberapa meter kemudian, tanaman kol, kentang dan sayuran lainnya. Sebagian sudah dipanen dan menumpuk siap diangkut ke pasar. Sebenarnya ingin sekali berhenti untuk membeli segala macam sayuran yang ditawarkan. Konon, sayuran di daerah ini adalah sayuran terbaik, tetapi karena rapat akan segera dimulai kami urungkan untuk berhenti.
Sampailah kami di lokasi Situ Cisanti, terdapat rumah panggung serasi dengan lingkungan sekitar. Di sinilah kami merapat, sudah banyak yang hadir dari berbagai instansi baik daerah maupun pusat, jajaran kodam dan polri serta dari masharakat dan perusahan ikut hadir seperti dari Jatiluhur dan Perhutani.  Rapat selama lebih dari dua jam, mengahasilkan beberapa point untuk menyambut kedatangan orang nomor satu di Indonesia. Setelah rapat selesai, aku memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar Situ Cisanti.
 
Tak banyak orang yang mengenal Situ Cisanti. Namun banyak orang mengenal Sungai Citarum, tidak hanya masyarakat Jawa Barat tetapi seluruh Indonesia bahkan masyarakat di luar negeri. Sayangnya, Sungai Citarum dikenal sebagai  The Most Polluted River in the World". Di manakah cikal bakal Sungai Citarum? dari manakah awal muawal air  Citarum?Bagaimana kondisinya?
                                          Situ Cisanti, Kilometer 0 Citarum. Dokpri

Situ Cisanti, ibarat kepalanya Sungai Citarum merupakan cikal bakal  air yang mengalir di Sungai Citarum. Situ dalam bahasa Indonesia artinya danau. Air Situ Cisanti diantaranya berasal dari mata air yang menjadi sumber air, tidak hanya Sungai Citarum tetapi banyak dimanfaatkan langsung oleh masyarakat sekitar. Ada kolam khusus untuk berendam, sebagian pengunjung sengaja mandi atau sekedar cuci muka. Diyakini bahwa mata air memiliki khasiat kesehatan dan membuat awet muda.  
Untuk sampai di lokasi situnya sendiri, kami berjalan menyusuri pepohonan yang tinggi menjulang dan langsung pada lokasi Situ Cisanti.  Sekeliling Situ merupakan kawasan hutan dengan kepemilikan perhutani, sebagai kawasan perkebunan atau  kawasan lindung. Daerah sekitarnya berperan penting mentukan kuantitas mata air Situ Cisanti dan tentu saja Citarum. Saat ini, lingkungan Situ Cisanti sudah banyak berubah, jalan setapak tertata dengan baik.
Penanda sebagai awal muawal sungai Citarum sudah terpasang, tulisan warna warni ‘Kilometer 0 Citarum’, menjadi salah satu lokasi selfie yang menarik. Beberapa lokasi dipercantik, dengan memasang dermaga kecil untuk berlabuh perahu-perahu karet yang digunakan untuk membersihkan situ. Terdapat spot rangkaian bunga membentuk kata LOVE U sebagai tempat untuk selfie para pengunjung. Tepat di depannya, ada kapal kecil juga digunakan untuk silfie atau sekedar duduk-duduk .


                 Lingkungan menuju Cisanti, sekitar Situ Cisanti dan mata air Cisanti

Secara keseluruhan, kawasan Situ Cisanti memang keren untuk tempat selfie dan tempat yang asyik untuk nongkrong melepas penat.
Mengikuti jalan setapak sisi kanan, sampailah kita ke lokasi mata air Situ Cisanti. Terdapat ‘patilasan’, atau jejak seseorang yang dianggap memiliki ilmu tinggi. Pada prasasti ada tulisan huruf sunda, sayangnya tak terbaca dengan jelas. Terdapat pula kolam pemandian yang airnya sangat jernih. Diyakini bahwa air yang berasal dari mata air ini memiliki banyak khasiat, selain menyembuhkan berbagai macam penyakit juga menjadikan awet muda.
Sayangnya, aku tak bisa berlama-lama dan melihat bagian yang lebih dalam karena ada beberapa bapak yang sedang mandi dan berendam. “ibu-ibu gak boleh ke sini dulu,” terdengar teriakan dari kolam. Baiklah kataku, sambil menahan tawa, kamipun berbalik kembali menuju arah tadi datang.
Setelah puas berfoto dan menikmati suasana kawasan Situ Cisanti, kami memutuskan untuk pulang.
Jika diperhatikan, tak jauh dari Situ Cisanti, selain sebagai petani sebagian penduduk beternak sapi, domba dan binatang ternak lainnya. Yang menjadi masalah, peternakan tidak memiliki tempat pengolahan limbah. Sebagian peternak sapi berlokasi di pinggir selokan atau anak sungai untuk memudahkan membersihkan kandang-kadang sapi, kotorannya langsung dibuang ke aliran sungai yang akhirnya sampai di Sungai Citarum.
Melalui program Citarum Bestari Provinsi Jawa Barat, sebagian peternak sudah dipindahkan sehingga tidak membuang kotorannya ke sungai. Melalui program ini, masyarakat terus mendapatkan pengetahuan bagaimana menjaga alam, bagaimana tidak membuang sampah sembarangan apalagi ke sungai. Masyarakat diajarkan agar bertani sesuai kaidah-kaidah lingkungan. Pemprov beserta pemda kab/kota berupaya memperbaiki lingkungan yang sebagian besar sudah rusak.
Sejak bulan Oktober di tahun 2017, pemerintah pusat mulai menjadikan Citarum sebagi program strategis dengan nama program Citarum Harum. Program Citarum Harum yang dikoordinasikan oleh Kementerian Maritim, melibatkan berbagai kelembagaan dan kementerian juga melibatkan Kodam dan Polda. Telah diputuskan bahwa Bapak Gubenrur Jawa Barat sebagai Koordinator dengan partner Kodam III Siliwangi dan Polda Jawa Barat.
Situ Cisanti juga termasuk daerah wisata,  tetapi karena fungsi utamanya dalah sebagai penyedia air sungai Citarum maka pengelolaannya tidak bisa seperti lokasi lainnya. Wisata yang disarankan adalah eko wisata, tidak merusak lingkungan sekitar, tidak merubah kondisi Situ Cisanti, tidak menimbulkan berbagai kerusakan/kotor misalnya akibat sampah dari aktivias wisata di kawasan itu atau limbah buangan dari aktivitas manusia dan tentu saja jumlah wisatawan perlu dibatasi.
Membenahi kawasan Citarum termasuk di dalamnya Situ Cisanti, bukan perkara mudah dan sudah pasti sulit. Perlu upaya yang terus menerus,  komitmen dari pimpinan dan pihak-pihak terkait juga keterlibatan masyarakat. Pemikiran, tenaga, energy dan pembiayaan yang besar dan terintegrasi akan mempercepat perbaikan kondisi Sungai Citarum, akan merubah ikon dari The Most Polluted River in The World menjadi The Most  Clean, Healt, Beautiful and Sustaind River in The Wolrd. S e m o g a.

*stopbuangsampahlimbahkesungai*