Pagi-pagi kami bersiap-siap untuk berangkat ke Situ Cisanti.
Aku dan 2 temanku memulai perjalanan dari kantor untuk menghadiri acara
persiapan Pencanangan Program Citarum Harum Bestari oleh Presiden Republik
Indonesia. Rencananya Pak Jokowi akan datang ke hulu Citarum sekitar tanggal 20an bulan Februari ini.
Perjanan pagi hari ternyata menyajikan pemandangan luar
biasa. Menuju arah terminal Ciparay kemudian ke arah Cibereum diteruskan ke
arah Kertasari. Jalan yang dilalui berbukit-bukit, kondisi jalan sempit dengan
beberapa belokan tajam memaksa kita berhati-hati apalagi ketika berpapasan
dengan mobil dari arah yang berlawanan.
Memasuki daerah perbukitan ini, ditemani cuaca yang cerah
dan udara yang segar walaupun sesekali tercium pupuk kandang yang aduhai,
menyejukkan pandangan dan fikiranku yang mulai 'mumet' dengan pekerjaan. Sejauh
mata memadang, hamparan hijau menutupi perbukitan. Namun sayangnya, tanaman
sayuran berada di lereng-lereng bukit yang seharusnya bukan untuk tanaman
semusim. Tanaman bawang terhampar cukup luas. Para petani mengelilingi tumpukan hasil tanamannya,
menunggu pengangkut sayur yang akan dijual ke pasar.
Beberapa meter kemudian, tanaman kol, kentang dan
sayuran lainnya. Sebagian sudah dipanen dan menumpuk siap diangkut ke pasar.
Sebenarnya ingin sekali berhenti untuk membeli segala macam sayuran yang
ditawarkan. Konon, sayuran di daerah ini adalah sayuran terbaik, tetapi karena
rapat akan segera dimulai kami urungkan untuk berhenti.
Sampailah kami di lokasi Situ Cisanti, terdapat rumah
panggung serasi dengan lingkungan sekitar. Di sinilah kami merapat, sudah banyak
yang hadir dari berbagai instansi baik daerah maupun pusat, jajaran kodam dan
polri serta dari masharakat dan perusahan ikut hadir seperti dari Jatiluhur dan Perhutani. Rapat selama lebih dari dua jam, mengahasilkan
beberapa point untuk menyambut kedatangan orang nomor satu di Indonesia.
Setelah rapat selesai, aku memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar Situ
Cisanti.
Tak banyak orang yang mengenal Situ Cisanti. Namun banyak orang
mengenal Sungai Citarum, tidak hanya masyarakat Jawa Barat tetapi seluruh
Indonesia bahkan masyarakat di luar negeri. Sayangnya, Sungai Citarum dikenal
sebagai The Most Polluted River in the World". Di manakah
cikal bakal Sungai Citarum? dari manakah awal muawal air
Citarum?Bagaimana kondisinya?
Situ Cisanti, Kilometer 0 Citarum. Dokpri
Situ Cisanti, ibarat kepalanya Sungai Citarum merupakan cikal bakal air yang mengalir di Sungai Citarum. Situ dalam bahasa Indonesia artinya danau. Air Situ Cisanti diantaranya berasal dari mata air yang menjadi sumber air, tidak hanya Sungai Citarum tetapi banyak dimanfaatkan langsung oleh masyarakat sekitar. Ada kolam khusus untuk berendam, sebagian pengunjung sengaja mandi atau sekedar cuci muka. Diyakini bahwa mata air memiliki khasiat kesehatan dan membuat awet muda.
Situ Cisanti, ibarat kepalanya Sungai Citarum merupakan cikal bakal air yang mengalir di Sungai Citarum. Situ dalam bahasa Indonesia artinya danau. Air Situ Cisanti diantaranya berasal dari mata air yang menjadi sumber air, tidak hanya Sungai Citarum tetapi banyak dimanfaatkan langsung oleh masyarakat sekitar. Ada kolam khusus untuk berendam, sebagian pengunjung sengaja mandi atau sekedar cuci muka. Diyakini bahwa mata air memiliki khasiat kesehatan dan membuat awet muda.
Untuk sampai di lokasi situnya sendiri, kami berjalan
menyusuri pepohonan yang tinggi menjulang dan langsung pada lokasi Situ
Cisanti. Sekeliling Situ merupakan
kawasan hutan dengan kepemilikan perhutani, sebagai kawasan perkebunan atau
kawasan lindung. Daerah sekitarnya berperan penting mentukan kuantitas
mata air Situ Cisanti dan tentu saja Citarum. Saat ini, lingkungan Situ Cisanti sudah
banyak berubah, jalan setapak tertata dengan baik.
Penanda sebagai awal muawal sungai Citarum sudah terpasang, tulisan warna warni ‘Kilometer 0 Citarum’, menjadi salah satu
lokasi selfie yang menarik. Beberapa lokasi dipercantik, dengan memasang dermaga kecil untuk
berlabuh perahu-perahu karet yang digunakan untuk membersihkan situ. Terdapat spot rangkaian bunga membentuk kata LOVE U sebagai tempat untuk selfie para
pengunjung. Tepat di depannya, ada kapal kecil juga digunakan untuk silfie atau
sekedar duduk-duduk .
Lingkungan menuju Cisanti, sekitar Situ Cisanti dan mata air Cisanti
Secara keseluruhan, kawasan Situ Cisanti memang keren untuk tempat selfie dan tempat yang asyik untuk nongkrong melepas penat.
Secara keseluruhan, kawasan Situ Cisanti memang keren untuk tempat selfie dan tempat yang asyik untuk nongkrong melepas penat.
Mengikuti jalan setapak sisi kanan, sampailah kita ke lokasi
mata air Situ Cisanti. Terdapat ‘patilasan’, atau jejak seseorang yang dianggap
memiliki ilmu tinggi. Pada prasasti ada tulisan huruf sunda, sayangnya tak
terbaca dengan jelas. Terdapat pula kolam pemandian yang airnya sangat jernih.
Diyakini bahwa air yang berasal dari mata air ini memiliki banyak khasiat,
selain menyembuhkan berbagai macam penyakit juga menjadikan awet muda.
Sayangnya, aku tak bisa berlama-lama dan melihat bagian yang
lebih dalam karena ada beberapa bapak yang sedang mandi dan berendam.
“ibu-ibu gak boleh ke sini dulu,” terdengar teriakan dari kolam. Baiklah
kataku, sambil menahan tawa, kamipun berbalik kembali menuju arah tadi datang.
Setelah puas berfoto dan menikmati suasana kawasan Situ
Cisanti, kami memutuskan untuk pulang.
Jika diperhatikan, tak jauh dari Situ Cisanti, selain
sebagai petani sebagian penduduk beternak sapi, domba dan binatang ternak
lainnya. Yang menjadi masalah, peternakan tidak memiliki tempat pengolahan
limbah. Sebagian peternak sapi berlokasi di pinggir selokan atau anak sungai
untuk memudahkan membersihkan kandang-kadang sapi, kotorannya langsung dibuang
ke aliran sungai yang akhirnya sampai di Sungai Citarum.
Melalui program Citarum Bestari Provinsi Jawa Barat,
sebagian peternak sudah dipindahkan sehingga tidak membuang kotorannya ke
sungai. Melalui program ini, masyarakat terus mendapatkan pengetahuan bagaimana
menjaga alam, bagaimana tidak membuang sampah sembarangan apalagi ke sungai.
Masyarakat diajarkan agar bertani sesuai kaidah-kaidah lingkungan. Pemprov
beserta pemda kab/kota berupaya memperbaiki lingkungan yang sebagian besar
sudah rusak.
Sejak bulan Oktober di tahun 2017, pemerintah pusat mulai
menjadikan Citarum sebagi program strategis dengan nama program Citarum Harum.
Program Citarum Harum yang dikoordinasikan oleh Kementerian Maritim, melibatkan
berbagai kelembagaan dan kementerian juga melibatkan Kodam dan Polda. Telah
diputuskan bahwa Bapak Gubenrur Jawa Barat sebagai Koordinator dengan partner
Kodam III Siliwangi dan Polda Jawa Barat.
Situ Cisanti juga termasuk daerah wisata, tetapi karena fungsi utamanya dalah sebagai
penyedia air sungai Citarum maka pengelolaannya tidak bisa seperti lokasi
lainnya. Wisata yang disarankan adalah eko wisata, tidak merusak lingkungan
sekitar, tidak merubah kondisi Situ Cisanti, tidak menimbulkan berbagai
kerusakan/kotor misalnya akibat sampah dari aktivias wisata di kawasan itu atau
limbah buangan dari aktivitas manusia dan tentu saja jumlah wisatawan perlu
dibatasi.
Membenahi kawasan Citarum termasuk di dalamnya Situ Cisanti,
bukan perkara mudah dan sudah pasti sulit. Perlu upaya yang terus menerus, komitmen dari pimpinan dan pihak-pihak terkait
juga keterlibatan masyarakat. Pemikiran, tenaga, energy dan pembiayaan yang
besar dan terintegrasi akan mempercepat perbaikan kondisi Sungai Citarum, akan
merubah ikon dari The Most Polluted River
in The World menjadi The Most Clean, Healt, Beautiful and Sustaind River in
The Wolrd. S e m o g a.
*stopbuangsampahlimbahkesungai*


No comments:
Post a Comment