Thursday, April 25, 2024

Bukan Botol Air Biasa

Barang apa yang paling diperlukan selama melaksanakan Ibadah Haji? 

Pengalaman ketika berhaji di tahun 2017. Apakah tahun ini ada kebijakan baru, saya tidak terlalu faham. Namun, pengalaman ini bisa menjadi sharing infromasi bagi yang akan berhaji.

Ada salah satu peralatan yang menurut saya sangat penting dan sering kali terlupakan, diperlukan sejak awal kegiatan berhaji sampai pulang kembali ke tanah air, yaitu botol air spray.

Pada umumnya jamaah haji sudah mempersiapkan botol air spray, membawa dari tanah air. Rata-rata membawa lebih dari satu dengan berbagai ukuran. Namun jika lupa membawa, tidak perlu khawatir karena botol air spray menjadi salah satu peralatan yang diberikan oleh kementrian agama kepada jamaah haji Indonesia. 

Ketika kita singgah di asrama haji, setelah pengecekan oleh petugas haji, maka setiap jamaah akan diberikan satu paket keperluan haji. Peralatan-peralatan ini sangat bermanfaat. Menurut saya, sebaiknya dibawa ke tanah suci. Jika kita tidak memerlukan, mungkin ada teman atau saudara kita yang membutuhkannya. 

 Botol Air Spray yang dibagikan dari kementrian Agama

Botol air spray, sebaiknya selalu diisi dengan air zam-zam, karena di Masjid Nabawi mudah mendapatkan air zam-zam, apa lagi di Masjidil Haram hampir di setiap sudut disediakan air zam-zam. Ukurannya yang sesuai, tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar. Bisa digunakan sebagai tempat minum, selain tetap membawa botol minum lainnya.

Mengapa botol air spray ini diperlukan?

  1. Untuk berwudhu, dengan semprotan yang cukup praktis. Ada kalanya, agak kesulitan untuk berwudhu ketika kita sudah berada di Masjid. Jumlah jamaah yang banyak, serta area masjid yang tidak familiar, sering membuat jamaah sulit untuk kembali.  Perlu diingat, jika kita akan keluar dari masjid sebaiknya ditemani. Apalagi bagi jamaah yang sudah sepuh, banyak jamaah haji yang ‘tersesat’, kesulitan kembali ke tempat semula. 
  2. Menyegarkan, saat beraktivitas di masjid atau diluar masjid sering kali terasa gerah atau kelelahan. Botol air spay ini sangat bermanfaat, apalagi ketika diisi dengan air zam-zam. Saya selalu menggunakan dalam segala kegiatan, menyemprotkan air zam-zam ke muka, sungguh menyegarkan dan membuat kita lebih fresh.
  3. Kekuatan semprotan yang pas, saya membawa beberapa botol air spray, tetapi ternyata tidak sebagus yang dibagikan oleh kemenag.  Ukuran dan bentuknya, serta kekuatan spraynya cukup efektif. 
  4.  Botol air spray sebaiknya diberi nama, supaya tidak tertukar dengan jamaah lain.

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan, walaupun air zam-zam mudah didapatkan ketika di tanah suci, namun tetap perlu diingat, ambil lah air zam-zam sesuai dengan kebutuhan dan jangan sampai terbuang/mubadzir. 

 


 

 

Saturday, January 22, 2022

Rambut yang Tergerai

Halaman luas Gedung Sate (Gesat), merupakan  salah satu daya tarik bagi siapapun yang berkunjung ke gedung bersejarah ini.  Desain halaman, berbagai pohon yang tumbuh, air mancur di depan dan di sisi timur adalah salah satu dari sekian hal menarik yang ditawarkan Gesat.

Ini pula yang menjadikan aku selalu menikmati gambaran alam sekitar Gesat. Selain tanamannya,  juga kemegahan gedung yang tiada duanya. Aku selalu berfikir, bagaimana caranya orang bisa mendesain gedung megah pada masa lalu? Gesat dibangun pada tahun 1920 oleh pemerintah Belanda karena rencana awalnya Bandung akan menjadi pusat pemerintahan menggantikan Batavia pada masa itu. Namun karena terjadi krisis ekonomi dimasa tersebut, pembangunan ibu kota di kawasan Bandung tidak dilanjutkan oleh pemerintahan Belanda.

Seperti hari kemarin, hari ini, nampak di beberapa titik halaman sekitar Gesat, disediakan tempat untuk makanan burung liar. Fasilitas ini sengaja disiapkan, agar burung liar bisa berdatangan dan meramaikan lingkungan sekitar Gesat.

Seperti juga pagi ini, petugas Cleaning Service (Cls)  sedang menyapu dan merapikan tanaman-tanaman dan tentu saja, sambil mengisi tempat-tempat makanan burung tadi.  Tak lama kemudian berdatangan burung-burung yang  hinggap dan mematuk butiran-butiran  makanan yang sudah disiapkan.

Aku meneruskan jalan kaki mengelilingi Gedung ini. Olah raga ringan adalah hal rutin yang dilakukan. Biasanya sekitar jam tujuh kurang,  sudah sampai di kantor, sehingga ada waktu leluasa untuk berolah raga ringan sebelum bekerja.

Nampak pula ada beberapa orang tua yang berjalan pagi di sekitar Gesat.  Mereka berolah raga bersama. Tampak keceriaan mereka, berolah raga sambil bersendau gurau. Hampir setiap kali ketika aku berkeliling  dipagi hari, selalu bertemu dengan mereka.  Senang rasanya, diusia yang sudah tidak muda lagi , terlihat mereka sehat dan berolah raga bersama teman seusianya.  

Sayangnya tidak banyak pegawai Gesat yang menikmati suasana pagi hari di halaman Gesat. Kalau diamati, pada umumnya,   langsung ke ruang kerja atau langsung kekantin. Padahal menikmati lingkungan Gesat dipagi hari, bisa meningkatkan kesehatan dan happiness.

 

                                             Halaman belakang Gedung Sate (dokpri) 

 

Jam menunjukkan pukul  tujuh, aku baru menyelesaikan satu putaran mengelilingi Gesat. Sampai di taman belakang, nampak burung-burung sedang mengelilingi tempat makan yang sudah disediakan. Makin banyak burung yang berdatangan, sambil berebutan mematuk-matuk makanan yang sudah disediakan. Lucu juga tingkah burung ini ya.

Tak lama kemudian, burung- burung ini berterbangan kearah atas. Sambil terus melangkah, pandanganku mengikuti arah mereka terbang dan ternyata menuju arah menara Gesat. 

Tempat di menara, burung berterbangan di satu titik…..aku mulai memperhatikan dengan seksama. Apa yang dilakukan burung-burung ini? Sekelebat terlihat bayangan seseorang.

Benar saja, burung-burung itu menghampiri bayangan tadi!!  Langkahku terhenti, aku perhatikan bayangan itu!!!

Dan, semakin jelas......,

Postur tubuh seorang wanita, mengulurkan tanganya dan  entah apa yang ada ditangannya. Burung berterbangan disekitarnya, tak segan mendekati sosok tersebut. Tampak rambut panjangnya menari-nari terhempas angin.

Aku menahan nafas sesaat!!

Aku perthatikan lagi dengan seksama!! Daaaan….. baju yang dikenakannya….adalah baju kebaya….

Tiba-tiba aku terkaget dengan suara keras yang membuyarkan pikirannku. Ternyata,  cls sedang memotong rumput. Pandanganku kembali ke arah menara, burung sudah bertebaran kembali ke taman sekitar Gedung Sate. Tak ada sosok wanita yang tergerai  rambutnya, tak tampak lagi bayangnnya sedikitpun!!

Masih dalam keadaan tak percaya….aku berkata pada diriku sendiri, baiklah,  hari ini cukup olah raganya, dan akupun melanjutkan langkah menuju ruangan kerjaku. Masih kaget? ya lah...pagi begini sudah terlihat.......duuuuuhh.....

 

 

 

 

 

Sunday, November 14, 2021

Dan Akupun Terharu

Setiap tanggal 10 November, seperti juga tahun-tahun sebelumnya, kita sebagai bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Memaknai perjuangan para pahlawan yang harus kita fahami dan menjadi contoh generasi selanjutnya. Disamping itu, merupakan bentuk penghargaan kepada para pahlawan kita dalam perjuangan memerdekan bangsa dan negara ini.

Sehari sebelumnya,  tanggal 9 November 2021, kami mendapatkan Surat Edaran dari Bapak Sekda Jabar untuk melaksanakan upacara secara daring melalui Youtube dan melaksanakan upacara dengan sederhana di organisasi masing-masing, sebelum pelaksanaan tingkat Pemprov yang dipimpin oleh Bapak Gubernur. Tidak lupa, pelaksanaan upacara on site tentu dengan menerapkan protokol kesehatan.
 
Mulailah kami menyiapkan upacara peringatan yang akan dilaksanakan di tempat kami. Memilih para petugas upacara seperti pengibar bendera, pembaca teks Pancasila, pembukaan UU 45 termasuk pembacaan quote para pahlawan yang diamanatkan oleh Menteri Sosial yang harus dibacakan. Dalam waktu yang singkat, kami siapkan semuanya agar tak mengecewakan disaat pelaksanaan.
 
                                
 
Pagi ditanggal10 November, kami memulai  rangkaian upacara. Sampailah moment pengibaran bendera. Tiga orang pegawan Dispusipda, membawa bendera dengan tegap dan hidmat. Langkah demi langkah menuju tiang bendera di titik fokus upacara, mengematkan bendera pada tiang. Setelah aba-aba ‘bendera siap’, peserta upacara memberi penghormatan dengan iringan lagu Indonesia Raya. Bendera pun berkibar, tahap demi tahap, menuju puncak tertinggi. Kami peserta upacara, menyaksikan pengibaran bendera dengan hormat dan sikap sempurna.
 
Dan saya mulai merasakan keharuan yang teramat sangat. Pengibaran bendera menjadi moment sangat berkesan, tak terasa air mata muncul di sudut mata. Membayangkan, bahwa bangsa ini adalah bangsa yang membanggakan, bangsa yang dimana saya hidup, menghirup oksigen dan beraktivitas. Tempat dimana saya bisa bekerja, mengembangkan ide dan pikiran, merasakan suka dan duka setiap hari, setiap nafas. Alhamdulillah...
 
Terasa begitu dalamnya moment pengibaran bendera ini. Peristiwa yang biasanya saya abaikan, hal biasa yang kita lakukan tak bermakna apa-apa apalagi menyentuh hati sanubari.
Biasanya, kita banyak mengeluh. Rasanya tidak perlu lagi ada upacara seperti ini, harus berdiri mengikuti upacara bendera. Mempersiapkan segala sesuatu termasuk siapa yang bertugas, menyiapkan peralatan dan hal lainnya yang sungguh merepotkan.
 
Namun, pandemi COVID-19 menjadikan peristiwa pengibaran bendera kebangsaan di lapangan dan diiringi lagu kebangsaan menyentuh hati yang paling dalam. Sudah hampir mendekati dua tahun, kita tidak melakukan upacara bendera secara on site, kita melaksanakan upacara melalui on line. Melalui media yang sentuhan rasanya menjadi berbeda.
 
Menjadi peserta upacara, menyaksikan secara langsung dan merasakan suasana secara langsung, ternyata sangat berharga pada saat pandemi COVID-19 seperti sekarang ini.
 
Semoga pandemi cepat berlalu, dan kita dapat selalu memaknai dan menghidmati upacara bendera yang kita laksanakan pada hari-hari besar....Aamiin YRA