Friday, December 1, 2017

9 Peralatan Penting, selama Beribadah Haji



Ketika berhaji atau berumroh, kita berupaya agar dapat mencapai  amalan sebaik-baiknya. Berlama-lama beribadah di dalam masjid dengan berzdikir, membaca Al Quran dan berdoa diantara waktu shalat mejadi kegiatan utama jamaah. Karena itu, pada saat musim haji baik di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi selalu penuh. Jika ingin mendapatkan tempat yang lebih nyaman, sebaiknya 1 jam sebelum adzan  sudah berada di masjid, lebih awal lagi akan lebih baik.

Apa yang harus disiapkan? sehingga ketika berlama-lama di dalam masjid akan lebih khusu. Peralatan apa saja yang akan kita bawa dalam setiap perjalanan ke Masjid?
Tentu saja, hal pertama yang harus diingat adalah TANDA PENGENAL dan KARTU IDENTITAS HAJI, selalu dibawa ke manapun kita pergi.

 Sajadah batik, selain tipis juga nyaman digunakan. Buku doa dari pembimbing, 
buku catatan doa kita sendiri dan buku doa tambahan , menjadi teman setia.
 
Selain itu, ada 9 peralatan yang sebaiknya kita bawa sebelum berangkat ke masjid. Sebagain jamaah berada di penginapan yang agak jauh, sehingga persiapan yang baik akan sangat disarankan. 
  1. Tas gendong simpel, bisa masuk berbagai keperluan. Tas inilah yang akan setia menemani kita selama perjalanan haji. Jangan membawa tas terlalu besar dan penuh karena space tiap orang akan sangat terbatas dan jangan membebani kita ketika melaksanakan thawaf dan Sa'i. Saya mendapatkan tas dari KBIH Salman, tas simpel dengan warna mencolok (orange) menjadi andalan jamaah.
  2. Sajadah, walaupun di dalam masjid, ada kemungkinan tidak mendapatkan tempat shalat beralas karpet, apalagi ketika mendapatkan tempat di  halaman masjid. Untuk lebih nyaman, bisa menggunakan sejadah. Karena sejadah digunakan setiap saat, lebih baik kita menyiapkan 2 buah. Saran saya, bawalah satu dari rumah dan satu bisa kita beli di tanah suci. Lebih baik menggunakan sajadah standar,
  3. Tasbih atau counter dzikir, penting sebagai pengingat  untuk selalu berzikir. Ketika di tanah suci, baik orang tua maupun remaja  selalu membawa tasbih,
  4. Kitab Suci Al Quran, untuk saya sendiri, Al Quran digunakan ketika dipenginapan saja karena di dalam masjid banyak sekali tersedia Al Quran. Tetapi untuk sebagian jamaah, karena terbiasa dengan Al Qurannya sendiri sehingga selalu ada dalam tas,
  5. Buku doa dan buku catatan doa yang sudah kita siapkan dari tanah air, doa apa saja yang akan kita bacakan pada saat beraktivitas ibadah perlu direncanakan dengan sebaik-baiknya, ketika selesai shalat, ketika thawaf, ketika Sa’í, apa yang akan kita baca?
  6. Makanan ringan, sangat tergantung selera masing-masing, bawalah makanan ringan dari tanah air. Bisa bergatian dengan mengkonsumsi makanan ringan yang  dibeli di tanah suci.  Kue-kue di tanah suci rasanya tidak terlalu banyak pilihan dan harganya lebih mahal (karena dalam mata uang Riyal),
  7. Tempat minum, sebaiknya membawa karena biasanya kita akan berlama-lama di masjid. Tempat minum bisa diisi dengan air zam–zam  dan menjadi persediaan selama  di penginapan karena tidak semua penginapan menyediakan air zam-zam,
  8. Semprotan air, adalah barang berharga lainnya, ketika udara panas semprotan air sangat bermanfaat dan bisa digunakan sebagai tempat air minum,
  9. Topi, kacamata, masker dan sandal digunakan dalam perjalanan pergi dan pulang dari masjid. Sandal yang nyaman dan gampang digunakan-dilepas, sangat disarankan. Hal yang tak boleh tertinggal tentu saja kantong plastik agak tebal untuk tempat sandal. Jangan meninggalkan sandal di luar masjid, lebih baik masukkan dalam tas gendong, karena belum tentu kita akan keluar masjid pada pintu yang sama
Disarankan untuk membawa uang secukupnya untuk keperluan pada hari itu saja, kecuali memang kita akan belanja untuk oleh-oleh. Sekalipun di dalam masjid tetap harus waspada, simpanlah uang dengan aman dan pergunakan dengan cermat.

Setiap orang akan berbeda keperluannya, mudah-mudahan dapat menjadi gambaran apa yang harus disiapkan agar ibadah kita lebih nyaman dan lebih khusu.
Seoga bermanfaat....Aamiin... 

*Tautan lainnya*
http://efandora.blogspot.co.id/2017/11/7-cara-mendapatkan-pahala-besar-dari.html

Friday, November 17, 2017

7 CARA Mendapatkan PAHALA BESAR dari HAL- HAL KECIL diSETIAP DETIKnya



 
 Labbaik Allahumma Labbaik,
 Labbaika Laa Syarikalaka Labbaik,

 Labbaik Allahumma Labbaik,

 Labbaika Laa Syarikalaka Labbaik,

 Innalhamda Wanni’mata

 Laka Wal Mulk

 Laa Syarikalak

 

Arti bacaan talbiyah: Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu

Talbiah adalah kalimah yang kita ucapkan pada saat melaksanakan ibadah Haji atau Umroh. Kalimah di atas sebaiknya dilafalkan sesering mungkin meskipun jadwal keberangkatan belum pasti. Mengucapkan Talbiah, akan menjadikan lebih memantapkan diri, membiasakan diri dan InsyaAlloh bernilai ibadah.

Untuk mendapatkan kesempurnaan amal ibadah haji, mempersiapkan amalan sebaik-baiknya merupakan keharusan. Walaupun banyak yang mengatakan bahwa ibadah haji adalah ibadah fisik, namun apabila doa-doa yang menyertai ibadah haji sudah hafal dan faham artinya, tentu akan menambah kekhusuan selama beribadah.

Lama waktu keberangkatan haji rata-rata 30-31 tahun, paling lama 47 tahun  sejak kita mendaftar kan diri (setiap daerah beragam). Perkiraan keberangkatan biasanya diinformasikan pada saat mendaftar dan setahun sebelum keberangkatan bisa dilihat pada website kementerian agama di https://haji.kemenag.go.id/v5/?search=estimation

Berdasarkan pengalaman, persiapan satu tahun, ternyata tidak cukup (salah satunya karena  belum hafal doa sehari-hari). Mempersiapkan catatan-catatan amalan “kecil’’ yang sering kali terlupakan, seperti hafalan doa sudah mulai dilakukan dan dibiasakan sejak awal. Jika sudah terbiasa, maka secara otomatis tubuh kita akan merespon dengan baik, ketika akan beraktivitas selalu dimulai dengan kata Bismillah dan jangan lupa untuk selalu mengucapkan Alhamdulillah ketika kita selesai beraktivitas. Kegiatan sederhana, misalnya minum, ketika mengucapkan Bismillah akan bernilai ibadah.

Sebagai manusia, kita boleh berharap amalan yang dilakukan mendapat pahala.  Pahala ini akan berlipat ketika dilakukan di tanah suci. Shalat di Masjid Nabawi akan mendapat pahala 1000 kali dan shalat di Masjidil Haram akan mendapatkan pahala 100.000 kali, mengaji dan berbuat amal kebaikan lainnya akan mendapatkan pahala berkali lipat. Maka amalan yang kita anggap ‘kecil’ teramat sayang jika ditinggalkan.

Berikut ini, 7 hal yang sebaiknya kita siapkan. Hal-hal kecil yang sering kali terabaikan padahal maknanya sangat hebat, sebagai penyempurna ibadah;

1.      Doa dalam setiap aktivitas sehari-hari seperti doa makan,  doa menggunakan baju, doa memasuki masjid, doa adzan dan doa-doa lainnya dihafalkan dan difahami artinya, Fahami adab aktivitas sehari-hari,  membiasakan kapan menggunakan tangan kanan dan kapan menggunakan tangan kiri. Contohnya, ketika kita masuk ke masjid, selain membaca doa masuk masjid maka kaki kanan kita yang mengawali langkah masuk masjid dan sebaliknya ketika keluar masjid,

2.   Membiasakan menjaga wudhu dalam waktu yang lama. Salah satunya ketika melaksanakan Thawaf, mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali maka kita harus dalam keadaan suci.

3.      Cara bertayamum yang benar, kapan sebaiknya kita bertayamum dan dalam situasi apa saja kita dapat bertayamum.

4.      Bacaan shalat jenazah, karena hampir disetiap selesai shalat fardhu selalu dilakukan shalat jenazah, 

5.      Buatlah rencana ibadah yang akan kita lakukan di Tanah Suci, seperti membaca Surat Al Kahfi pada setiap malam Jum’at dan surah-surah lainnya yang disunahkan. Kapan akan menghatamkan Al-Quran. Kawan saya ada yang hatam hafalannya di depan Kab’ah, merupakan capaian yang luar biasa.

6.      Membuat daftar doa yang akan dipanjatkan pada setiap moment ibadah haji, misalnya ketika thawaf, ketika Sai’, ketika berada di Mina, ketika lempar Jumroh dan moment lainnya yang selalu disibukkan dengan berdoa.Pengalaman saya, ketika kita menuliskan urutan doanya, sangat membantu dan bisa berdoa lebih khusu.

7.      Dalam keadaan apapun, dalam berbagai aktivitas biasakanlah kita selalu bertasbih, beristighfar dan kalimah dzikir lainnya, sehingga setiap detik waktu kita di tanah suci menjadi ibadah yang terbaik.

Bagi yang berhaji pertama kali, sangat dianjurkan mengikuti manasik dengan sebaik mungkin. Pada prakteknya, ternyata banyak juga yang tidak faham rangkaian pelaksanaan ibadah haji. Ada bagian rukun haji dan bagian wajib haji. Pemahaman ini perlu sangat dimengerti bagi setiap calon haji karena akan sangat penting bagi sah tidaknya ibadah haji kita.

Pada akhirnya, ibadah haji adalah ibadah special, karena itu, semua harus kita siapkan secara special pula. Jangan sampai ibadah yang mahal harganya dan waktu yang lama kurang bermakna bahkan sia-sia.

Selanjutnya, berdoalah selalu agar Allah azza wa jalla memberikan kemudahan dan petunjuk kepada kita agar segala yang kita lakukan menjadi amal kebaikan  Aamiin….

 

*Tautan lainnya ;

https://efandora.blogspot.co.id/2017/12/9-peralatan-penting-selama-beribadah.html?showComment=1512457638714#c5445519394301672204

Friday, April 14, 2017

Industri Tekstil dan Produksi Tekstil; Antara Ekonomi dan Lingkungan


Indonesia sudah sejak lama memiliki peran penting dalam perkembangan industri pertekstilan. Menjadi  10 negara yang memproduksi tekstil terbesar di dunia. Tekstil dan Produksti Tekstil atau dikenal dengan TPT merupakan salah satu industri yang perkembangannya terus meningkat. Industri TPT terbesar di dunia adalah Cina sedangkan ditingkat Asean, Vietnam menduduki posisi pertama. Kecenderungan industri TPT akan terus berkembang, seiring dengan semakin manisnya industri mode di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

Sebagian besar indsutri TPT masih menggunakan teknologi lama dan membutuhkan jumlah air bersih yang banyak selama proses produksinya. Inilah yang menyebabkan industri Tekstil termasuk polluted Industry, industri yang memiliki potensi besar mencemarai lingkungan karena menghasilkan limbah (terutama limbah cair) yang banyak pula. Sebagian industri sudah melakukan pengolahan limbah cair dan sebagian lainnya membuang dengan bebasnya ke badan sungai atau selokan. Tak jarang ditemukan, aliran air yang berwarna warni nampak jelas  secara kasat mata.

Salah satu industri, membuang limbahnya ke sungai (tim patroli sungai provinsi Jabar)

Bagaimana kemudian memerankan industri TPT menjadi lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan? Tentu akan memerlukan kerja keras, kerjasama dan komitmen yang kuat teruma dari industri itu sendiri.  

Perkembangan Industri Tekstil di Indonesia.
Konsumsi TPT diperkirakan dari tahun ke tahun akan terus meningkat. Selain sebagi produsen TPT, Indonesia juga merupakan pasar TPT yang cukup besar. Dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia menjadi incaran dari negara lain sebagai pasar produk TPT.

Meningkatnya industri kreatif fesyen, produk-produk Distro serta busana muslimah Indonesia yang saat ini menjadi kiblat industri busana muslim dunia, tentunya memberikan catatan tersendiri. Perkembangan industri ini memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk terus meningkatkan dan mengembangkan industri TPT, terutama di Jawa Barat sebagai sentra industri tekstil yang terpusat di Cekungan Bandung, yaitu Kabupaten Bandung,Cimahi, Sumedang, Bandung Barat dan kabupaten lainnya.

Sebaran industri TPT terbanyak berada di Jawa Barat yaitu sekitar 57%, Jawa Tengah 14%, Jakarta 12% dan sisanya tersebar yang sebagian besar berada di Jawa.

Industri TPT terbagi menjadi Garmen yang merupakan produksi terbesar sekitar 55%, kemudian pemintalan dan penenun sekitar 15,6%.  Walaupun demikian,  ternyata industri TPT masih banyak menggunakan mesin tua yaitu hampir  80%  yang telah berusia 20 tahun sehingga produktivitasnya berkurang menjadi 50%. Untuk itu, melalui Kementerian perindustrian,  telah meluncurkan program restrukturisasi mesin tekstil dan TPT. Tahun 2011 alokasi restrukturisasi TPT  Rp. 151 M untuk membiayai 66 perusahaan dari 230 perusahaan yang mengajukan permohonan. Menurut asosiasi pertekstilan, Tahun 2012 membutuhkan restrukturisasi mesin TPT sebesar Rp.250 M.

Selain itu, produk tekstil juga merupakan salah satu penghasil devisa terbesar untuk Indonesia, sekitar US$13,5 miliar sampai US$14 miliar per tahun . Namun Vietnam sudah mencapai US$22 miliar sampai US$23 miliar. Hampir dua kali lipat Indonesia.

Jejak Limbah Cair Tekstil
Industri tekstil termasuk industri yang berpotensi  mencemari lingkungan karena dalam prosesnya menghasilkan berbagai limbah cair. Untuk mendapatkan hasil yang baik, maka dibutuhkan kualitas air yang bagus. Karena itu, industri tekstil khususnya di Jawa Barat masih menggunakan air tanah dalam memenuhi produksi tekstilnya. Hal ini juga karena ketersediaan sumber air permukaan untuk proses produskti tekstil tidak tersedia dan tentu saja, akan membutuhkan biaya yang besar untuk treatment sebelum air itu digunakan.

Limbah tekstil merupakan limbah yang dihasilkan dalam proses pengkanjian, proses penghilangan kanji, penggelantangan, pemasakan, merserisasi, pewarnaan, pencetakan dan proses penyempurnaan. Proses penyempurnaan kapas menghasilkan limbah yang lebih banyak dan lebih kuat dari pada limbah dari proses penyempurnaan bahan sintesis.

Serat buatan dan serat alam (kapas) diubah menjadi barang jadi tekstil dengan menggunakan serangkaian proses. Serat kapas dibersihkan sebelum disatukan menjadi benang. Pemintalan mengubah serat menjadi benang. Sebelum proses penenunan atau perajutan, benang buatan maupun kapas dikanji agar serat menjadi kuat dan kaku. Zat kanji yang lazim digunakan adalah pati, perekat gelatin, getah, polivinil alkohol (PVA) dan karboksimetil selulosa (CMC).

Penenunan, perajutan, pengikatan dan laminasi merupakan proses kering. Sesudah penenunan serat dihilangkan kanjinya dengan asam (untuk pati) atau hanya air (untuk PVA atau CMC). Penghilangan kanji pada kapas dapat memakai enzim. Sering pada waktu yang sama dengan pengkanjian, digunakan pengikisan (pemasakan) dengan larutan alkali panas untuk menghilangkan kotoran dari kain kapas. Kapas juga dapat dimerserisasi dengan perendaman dalam natrium hidroksida, dilanjutkan pembilasan dengan air atau asam untuk meningkatkan kekuatannya. Penggelantangan dengan natrium hipoklorit, peroksida atau asam perasetat dan asam borat akan memutihkan kain yang dipersiapkan untuk pewarnaan. Kapas memerlukan pengelantangan yang lebih ekstensif daripada kain buatan (seperti pendidihan dengan soda abu dan peroksida). Di Indonesia denim biru (kapas) dicat dengan zat warna. Kain dibilas diantara kegiatan pemberian warna.


Salah satu instalasi pengolahan di industri TPT


Uraian di atas menggambarkan bahwa proses dalam menghasilkan satu benang menjadi sehelai kain dan akhirnya menjadi baju yang kita kenakan harus melalui proses panjang. Selain kapas yang menjadi bahan baku, air yang digunakan selama proses tersebut dan penggunaan berbagai bahan kimia, pada akhirnya akan terbawa bersama sisa-sisa limbah lainnya. 


 IPAL pada salah satu Kawasan Industri, luas dan teknologinya lebih baik


Mewujudkan Industri Ramah Lingkungan
Seiring dengan perkembangan jaman, isu lingkungan akan menjadi syarat bagi produksi TPT untuk dapat bersaing di dunia internasional. Bagaimana kemudian Industri TPT Indonesia menjadi industri ramah lingkungan? Bagaimana industri TPT bisa menjadi pelopor bagi industri lain dalam mengelola lingkungan?

Pemerintah Jawa Barat telah berupaya untuk mengurangi dampak lingkungan dari industri TPT. Namun, degradasi lingkungan yang terjadi jauh lebih cepat dibandingkan upaya perbaikan yang dilakukan. Disamping itu, permasalahan yang sudah lama menjadi sangat kompleks.

PROPERDA merupakan salah satu program prioritas pemerintah Jabar dalam meningkatkan kepedulian industri untuk mengelola lingkungannya. Program lainnya adalah EPCM (Environmental Pollution Control Manager) yaitu sertifikasi kepada manager-manager lingkungan yang harus dimiliki oleh perusahaan.

Provinsi Jawa Barat juga memiliki program Patroli sungai, tim yang dibentuk dari masyarakat sekitar. Bertugas memantau aktivitas industri (terutama dalam aktivitas pembuangan limbahnya). Hasilnya cukup mengejutkan, sebagian besar industri masih banyak yang membuang limbahnya tanpa pengolahan terlebih dahulu. Saat ini, provinsi sudah bekerjasama dengan kabupaten/kota untuk menutup out fall (saluran pembuangan limbah dari industri ke alam) yang tidak sesuai dengan aturan. 

Penerapan program lingkungan lebih banyak folunter, tidak ada keharusan bagi industri dan tidak ada punishment yang bisa diberikan jika industri tidak terlibat. Sebagai upaya peningkatan kualitas lingkungan, maka program di bawah ini diharapkan bisa lebih meningkatkan upaya perbaikan,

1)    Kebijakan yang terintegrasi; Jawa Barat dengan potensi industri tekstil yang besar perlu merumuskan kebijakan/program terintegrasi antara pihak yang berkepentingan dalam industri termasuk perindustrian, perburuhan, peningkatan keterampilan dan program lainnya. Saat ini, Kementerian perindustrian terus berupaya meningkatkan kinerja dari industri TPT. Sebaiknya, program ini juga berbarengan dengan penerapaan kebijakan Lingkungan. Jika akan memberikan bantuan teknologi, pilihlah teknologi yang ramah lingkungan, hemat air dan energi. Pelatihan tenaga terampil harus diimbangi dengan pengetahuan dan pelatihan tentang proses industri yang ramah lingkungan. Hal yang terpenting, adalah memberikan bantuan bagi industri yang memang berkomitmen melaksanakan aturan-aturan lingkungan.

2)    Penerapan Produksi Bersih atau Cleaner Production, mengurangi limbah sejak awal proses. Lebih kepada ‘sistem kerja’,yang baik dan rapih, mengurangi ceceran limbah, mengurangi penggunaan bahan kimia yang berlebih atau penggunaan air yang tida efisien. Produksi bersih sering kali dianggap sepele, padahal dengan menerapkan metode ini, akan banyak mengurangi limbah dari awal dan proses produksi akan lebih efisien dan efektif.

3)  Pelibatan Buruh; Seyogyanya perburuhan yang merupakan komunitas buruh dalam meningkatkan kesejahteraan, bisa menjadi pionir untuk ikut meningkatkan kualitas lingkungan terutama selama proses yang menghasilkan limbah. Kekuatan buruh bisa dimanfaatkan sebagai pengawas lingkungan sekitar industri dan turut bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar industri.

4)    Penggunaan kembali air limbah, dikenal dengan recycle. Mengolah limbah yang dihasilkan untuk dimanfaatkan kembali pada proses produksi. Recycle akan berpengaruh besar terhadap konservasi air tanah dan lingkungan. Saat ini, industri masih merasa keberatan melakukan recycle dengan alasan pembiayaan yang besar. Beberapa industri (biasa industri besar) sudah melakukan sistem ini.

5)    Menangkap air hujan, merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan sebagai  upaya mengurangi penggunaan air tanah. Walaupun sebagain industri sudah melakukan tetapi tidak banyak.  

6)    Monitoring On line; Jawa Barat bisa memulai untuk membangun sistem monitoring on line yang dimulai oleh industri-industri besar. Industri memberikan laporan perkembangan limbah hasil proses produksinya secara on line.

7)    Lokasi di kawasan Industri, pengelolaan limbah yang terpusat akan lebih mudah dan lebih murah jika dilakukkan terpusat. Kawasan industri juga akan mempermudah pengawasan oleh pemerintah

8)    Pengolahan Limbah sistem Off Site,  ketidak mampuan industri untuk mengolah limbahnya sendiri-sendiri bisa difasilitasi dengan pembangunan IPAL (instalasi Pengolahan Air Limbah ) Komunal. Pembangunan IPAL bisa dilakukan oleh pemerintah dengan membentu perusahaan daerah atau oleh pihak swasta. Limbah cair diangkut dengan transportasi (untuk limbahnya yang sedikit) atau dengan sistem perpipaan untuk limbah yang banyak dan kontinyu.

Besarnya kontribusi Industri TPT terhadap perekonomian Indonesia, termasuk Jawa Barat tidak diragukan lagi. Namun, bagaimana agar perkembangan industri TPT juga bisa sejalan dengan kebijakan lingkungan yang telah ditetapkan di Jawa Barat.

Saat ini, sering kali Bidang Lingkungan Hidup dianggap berbenturan dengan kebijakan pembangunan, dianggap menghambat pembangunan ekonomi suatu negara.  Padahal jika dianalisa lebih jauh, industri yang ramah lingkungan akan memberikan dampak positif ganda terhadap kehidupan masa sekarang dan masa yang akan datang dan memberikan nilai lebih terhadap produk yang dihasilkan.

Sudah menjadi tugas kita bersama bagaimana meningkatkan industri tekstil ini tanpa memberikan  dampak negatif terhadap lingkungan sekitarnya. Harapannya, bahwa antara perkembangan ekonomi (industri, tenaga kerja) bisa seiring sejalan dengan kebijakan Lingkungan.

Bagi kita sendiri, Mulailahi bijak membeli pakaian dan menggunakannya, satu helai pakaian berasal dari sehelai kain, berasal dari satu benang, menempuh proses panjang,  menggunakan air dan energy yang banyak,  tentu saja berkonsekuensi terhadap limbah yang berlimpah pula. Selama industri tidak berkomitmen terhadap lingkungan, selama itupula pencemaran akan terus berlangsung, berdampak pada kita sekarang dan anak cucu kita mendatang.