Padang
Arafah adalah tempat biasa, seperti tempat-tempat lainnya. Namun menjadi berbeda ketika tiba waktu wukuf di Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah. Saat Wukuf, padang Arafah menjadi salah satu tempat mustajab, langit dibuka lebar tak ada sekat atas
doa-doa yang dipanjatkan mahluk kepada
Robb nya, doa langsung menembus
langit.
Wukuf memiliki arti berdiam diri. Tanpa wukuf maka haji seseorang tidaklah sah. Seperti yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw, “Haji adalah wukuf di Arafah, barang siapa yang wukuf di Arafah, maka dia dihukumi haji (yang sah), dan orang yang tidak wukuf di Arafah, maka hajinya tidak sah.” (HR.Ahmad dan Tirmidzi).
Karena
itu, dalam kondisi apapun, setiap jamaah haji harus melaksanakan wukuf di Arafah
sekalipun dia sakit hanya mampu berbaring dan harus menggunakan ambulans.
Wukuf
di Arafah dimulai sejak siang hari, sekitar jam 12 saing. Diawali dengan shalat
dzuhur dan asar (jama taqdim), satu kali adzan dan 2 kali iqomat. Shalat
dilakukan berjamaah kemudian imam berkhutbah untuk mengingat tujuan dari wukuf
di Arafah, berdzikir dan berdoa dengan menghadap kiblat. Waktu yang hanya
beberapa jam tentu perlu dipersiapkan secara matang.
Suasana
Padang Arafah, mengamati lingkungan sekitar
sebelum waktu Wukuf tiba.
Rombongan
kami sampai di Padang Arafah pagi hari, selepas subuh kami berangkat dari Mina. Jadwal keberangkatan sudah
disesuaikan dan disepakati bersama antar jamaah haji dan panitia penyelenggara
haji. Pemandangan yang luar biasa terlihat sepanjang jalan, orang berduyun-duyun menuju Padang Arafah. Sebagian
jamaah berjalan kaki, walaupun jaraknya
cukup jauh.
Seperti
juga di Mina, jamaah haji ditempatkan pada tenda-tenda besar. Dikelompokkan berdasarkan negara yang sudah diatur oleh panitia.
Begitu
berartinya ketika wukuf di Arafah, maka perlu disiapkan sebaik mungkin,diantaranya;
1. Ingat,
bahwa ketika wukuf di Arafah kita sedang berada dalam keadaan Ihrom sehingga
larangan-larangan Ihrom berlaku disini. Jangan bergibah, jangan berkata jorok,
jangan berdebat, jangan membuka kerudung walaupun sedang berkumpul dengan sesama perempuan dan sebagainya.
2. Daftar
doa yang akan dipanjatkan,sebaiknya sudah disiapkan ketika berada di tanah air. Doa ini bisa kita susun sendiri ditambah dengan buku doa yang banyak dijual serta buku dzikir.. Doa dapat dilakukan berulang-ulang
dan jika mungkin bisa melakukan video call dengan anak atau orang tua kita atau
suami/istri yang tidak pergi
berbarengan. Mohon maaf lah kepada mereka ,berdoalah sebanyak mungkin, gunakan
waktu dengan baik. Biasanya kita
mendapat titipan doa dari saudara/sahabat/teman dan disampaikan ketika doa inti
kita sudah dipanjatkan.
3. Menjelang
Adzan, kita sudah memiliki wudhu. Toilet yang tersedia sangat terbatas, antrian
cukup panjang. Ketika kita ingin berwudu dan beraktivitas di kamar mandi
sebaiknya mengambil waktu yang cukup. Siapkan air untuk berwudhu, jika tak cukup
waktu untuk ke toilet.
4. Jangan
khawatir dengan minuman dan makanan karena cukup banyak disiapkan. Utamakan
makan buah buahan dan minumlah yang cukup. Untuk mencegah dehidrasi karena cuaca panas.
5. Gunakan
pakaian yang nyaman, bawalah peralatan shalat, keperluan pribadi secukupnya dan
tentu semportan air.
Beberapa
jam ketika sedang wukuf, godaan ngantuk dan cuaca panas membuat kita tidak
nyaman dan kadang menjadi berkeluh kesah. Fokuslah pada tujuan utama, mengingat
dosa-dosa kita. Jika memungkinkan, kita bisa keluar tenda, berjalan-jalan
seputar tenda dengan terus berzikir. Istirahat yang cukup, sehari menjelang wukuf sangat disarankan.
Suasana haru terasa ketika imam berkhotbah dan kita dibimbing berdoa bersama. Tangisan semakin keras ketika ingat dosa yang telah kita lakukan. Jangan lupa untuk bermaaf-maafan dengan pasangan kita, saudara dan teman-teman seperjuangan dalam berhaji. Suasana yang tak kan pernah terlupakan.
Menjelang sore, kita aka dipersilahkan berdoa di alam terbuka, menatap langsung langit dengan penuh harap.
Suasana haru terasa ketika imam berkhotbah dan kita dibimbing berdoa bersama. Tangisan semakin keras ketika ingat dosa yang telah kita lakukan. Jangan lupa untuk bermaaf-maafan dengan pasangan kita, saudara dan teman-teman seperjuangan dalam berhaji. Suasana yang tak kan pernah terlupakan.
Menjelang sore, kita aka dipersilahkan berdoa di alam terbuka, menatap langsung langit dengan penuh harap.
Makna
dari padang arafah adalah, instropeksi diri, kesalahan apa yang
telah kita lakukan, untuk diperbaiki dikemudian hari. Menyadarkan kita, bahwa
pada saat akhir nanti, setiap manusia akan dikumpulkan di Padang Masyhar, mengantri untuk dihijab, diperhitungkan amal baik dan buruknya.
Allah
SWT yang Maha Pengampun, jangan lelah memohon ampun padaNya. Manusia itu gudang
salah dan lupa, Allah SWT yang Maha Baik akan selalu menerima hambaNya yang
mendekat. Aaamiin Allohumma Aamiin....
