Monday, January 7, 2019

5 HAL PENTING YANG PERLU DISIAPKAN KETIKA WUKUF DI ARAFAH




Padang Arafah adalah tempat biasa, seperti tempat-tempat lainnya. Namun menjadi berbeda ketika tiba waktu wukuf di Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah. Saat Wukuf, padang  Arafah menjadi salah satu tempat mustajab, langit dibuka lebar tak ada sekat atas doa-doa yang dipanjatkan mahluk kepada Robb nya,  doa langsung menembus langit.

Wukuf memiliki arti berdiam diri. Tanpa wukuf maka haji seseorang tidaklah sah. Seperti yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw, “Haji adalah wukuf di Arafah, barang siapa yang wukuf di Arafah, maka dia dihukumi haji (yang sah), dan orang yang tidak wukuf di Arafah, maka hajinya tidak sah.” (HR.Ahmad dan Tirmidzi).

Karena itu, dalam kondisi apapun, setiap jamaah haji harus melaksanakan wukuf di Arafah sekalipun dia sakit hanya mampu berbaring dan harus menggunakan ambulans.

Wukuf di Arafah dimulai sejak siang hari, sekitar jam 12 saing. Diawali dengan shalat dzuhur dan asar (jama taqdim), satu kali adzan dan 2 kali iqomat. Shalat dilakukan berjamaah kemudian imam berkhutbah untuk mengingat tujuan dari wukuf di Arafah, berdzikir dan berdoa dengan menghadap kiblat. Waktu yang hanya beberapa jam tentu perlu dipersiapkan secara matang.
       Suasana Padang Arafah, mengamati lingkungan sekitar
 sebelum waktu Wukuf tiba.

Rombongan kami sampai di Padang Arafah pagi hari, selepas subuh kami berangkat dari Mina. Jadwal keberangkatan sudah disesuaikan dan disepakati bersama antar jamaah haji dan panitia penyelenggara haji. Pemandangan yang luar biasa terlihat sepanjang jalan, orang berduyun-duyun menuju Padang Arafah. Sebagian jamaah berjalan kaki,  walaupun jaraknya cukup jauh. 

Seperti juga di Mina, jamaah haji ditempatkan pada tenda-tenda besar. Dikelompokkan berdasarkan negara yang sudah diatur oleh panitia.

Begitu berartinya ketika wukuf di Arafah, maka perlu disiapkan sebaik mungkin,diantaranya;
1. Ingat, bahwa ketika wukuf di Arafah kita sedang berada dalam keadaan Ihrom sehingga larangan-larangan Ihrom berlaku disini. Jangan bergibah, jangan berkata jorok, jangan berdebat, jangan membuka kerudung walaupun sedang berkumpul dengan sesama perempuan dan sebagainya.
2. Daftar doa yang akan dipanjatkan,sebaiknya sudah disiapkan ketika berada di tanah air. Doa ini bisa kita susun sendiri ditambah dengan buku doa yang banyak dijual serta  buku dzikir..  Doa dapat dilakukan berulang-ulang dan jika mungkin bisa melakukan video call dengan anak atau orang tua kita atau suami/istri yang  tidak pergi berbarengan. Mohon maaf lah kepada mereka ,berdoalah sebanyak mungkin, gunakan waktu dengan baik.  Biasanya kita mendapat titipan doa dari saudara/sahabat/teman dan disampaikan ketika doa inti kita sudah dipanjatkan.
3.  Menjelang Adzan, kita sudah memiliki wudhu. Toilet yang tersedia sangat terbatas, antrian cukup panjang. Ketika kita ingin berwudu dan beraktivitas di kamar mandi sebaiknya mengambil waktu yang cukup. Siapkan air untuk berwudhu, jika tak cukup waktu untuk ke toilet.
4. Jangan khawatir dengan minuman dan makanan karena cukup banyak disiapkan. Utamakan makan buah buahan dan minumlah yang cukup.  Untuk mencegah dehidrasi karena cuaca panas.
5. Gunakan pakaian yang nyaman, bawalah peralatan shalat, keperluan pribadi secukupnya dan tentu semportan air.

Beberapa jam ketika sedang wukuf, godaan ngantuk dan cuaca panas membuat kita tidak nyaman dan kadang menjadi berkeluh kesah. Fokuslah pada tujuan utama, mengingat dosa-dosa kita. Jika memungkinkan, kita bisa keluar tenda, berjalan-jalan seputar tenda dengan terus berzikir. Istirahat yang cukup, sehari menjelang wukuf sangat disarankan.

Suasana haru terasa ketika imam berkhotbah dan kita dibimbing berdoa bersama. Tangisan semakin keras ketika ingat dosa yang telah kita lakukan. Jangan lupa untuk bermaaf-maafan dengan pasangan kita, saudara dan teman-teman seperjuangan dalam berhaji. Suasana yang tak kan pernah terlupakan. 

Menjelang sore, kita aka dipersilahkan berdoa di alam terbuka, menatap langsung langit dengan penuh harap.

Makna dari padang arafah adalah, instropeksi diri, kesalahan apa yang telah kita lakukan, untuk diperbaiki dikemudian hari. Menyadarkan kita, bahwa pada saat akhir nanti, setiap manusia akan dikumpulkan di Padang Masyhar, mengantri untuk dihijab, diperhitungkan amal baik dan buruknya. 

Allah SWT yang Maha Pengampun, jangan lelah memohon ampun padaNya. Manusia itu gudang salah dan lupa, Allah SWT yang Maha Baik akan selalu menerima hambaNya yang mendekat. Aaamiin Allohumma Aamiin....