Indonesia sudah
sejak lama memiliki peran penting dalam perkembangan industri pertekstilan. Menjadi 10 negara yang memproduksi tekstil terbesar di
dunia. Tekstil dan Produksti Tekstil atau dikenal dengan TPT merupakan salah satu
industri yang perkembangannya terus meningkat. Industri TPT terbesar di dunia adalah
Cina sedangkan ditingkat Asean, Vietnam menduduki posisi pertama. Kecenderungan
industri TPT akan terus berkembang, seiring dengan semakin manisnya industri mode di
seluruh dunia termasuk di Indonesia.
Sebagian
besar indsutri TPT masih menggunakan teknologi lama dan membutuhkan jumlah air
bersih yang banyak selama proses produksinya. Inilah yang menyebabkan industri
Tekstil termasuk polluted Industry, industri yang memiliki potensi besar
mencemarai lingkungan karena menghasilkan limbah (terutama limbah cair) yang
banyak pula. Sebagian industri sudah melakukan pengolahan limbah cair dan sebagian
lainnya membuang dengan bebasnya ke badan sungai atau selokan. Tak jarang ditemukan,
aliran air yang berwarna warni nampak jelas secara kasat mata.
Bagaimana
kemudian memerankan industri TPT menjadi lebih bertanggung jawab terhadap
lingkungan? Tentu akan memerlukan kerja
keras, kerjasama dan komitmen yang kuat teruma dari industri itu sendiri.
Perkembangan Industri Tekstil di Indonesia.
Konsumsi TPT
diperkirakan dari tahun ke tahun akan terus meningkat. Selain sebagi produsen
TPT, Indonesia juga merupakan pasar TPT yang cukup besar. Dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia
menjadi incaran dari negara
lain sebagai pasar produk TPT.
Meningkatnya
industri kreatif fesyen,
produk-produk Distro serta busana muslimah Indonesia yang saat ini menjadi
kiblat industri busana muslim dunia, tentunya memberikan catatan tersendiri.
Perkembangan industri ini memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk terus
meningkatkan dan mengembangkan industri TPT, terutama di Jawa Barat sebagai sentra industri tekstil yang
terpusat di Cekungan Bandung, yaitu Kabupaten Bandung,Cimahi, Sumedang, Bandung Barat dan kabupaten
lainnya.
Sebaran industri
TPT terbanyak berada di Jawa Barat yaitu sekitar 57%, Jawa Tengah 14%, Jakarta
12% dan sisanya tersebar yang sebagian besar berada di Jawa.
Industri TPT
terbagi menjadi Garmen yang merupakan produksi terbesar sekitar 55%, kemudian
pemintalan dan penenun sekitar 15,6%.
Walaupun demikian, ternyata
industri TPT masih banyak menggunakan mesin tua yaitu hampir 80%
yang telah berusia 20 tahun sehingga produktivitasnya berkurang menjadi
50%. Untuk itu, melalui Kementerian perindustrian, telah meluncurkan program restrukturisasi
mesin tekstil dan TPT. Tahun 2011 alokasi restrukturisasi TPT Rp. 151 M untuk membiayai 66 perusahaan dari
230 perusahaan yang mengajukan permohonan. Menurut asosiasi pertekstilan, Tahun
2012 membutuhkan restrukturisasi mesin TPT sebesar Rp.250 M.
Selain
itu, produk tekstil juga merupakan salah satu penghasil devisa terbesar untuk
Indonesia, sekitar US$13,5 miliar sampai US$14 miliar per tahun . Namun Vietnam
sudah mencapai US$22 miliar sampai US$23 miliar. Hampir dua kali lipat
Indonesia.
Jejak Limbah Cair Tekstil
Industri tekstil termasuk industri yang berpotensi mencemari
lingkungan karena dalam prosesnya menghasilkan berbagai limbah cair. Untuk
mendapatkan hasil yang baik, maka dibutuhkan kualitas air yang bagus. Karena itu, industri
tekstil khususnya di Jawa Barat masih menggunakan air tanah dalam memenuhi
produksi tekstilnya. Hal ini juga karena ketersediaan sumber air permukaan
untuk proses produskti tekstil tidak tersedia dan tentu saja, akan membutuhkan
biaya yang besar untuk treatment
sebelum air itu digunakan.
Limbah tekstil merupakan limbah yang dihasilkan dalam proses pengkanjian,
proses penghilangan kanji, penggelantangan, pemasakan, merserisasi, pewarnaan,
pencetakan dan proses penyempurnaan. Proses penyempurnaan kapas menghasilkan
limbah yang lebih banyak dan lebih kuat dari pada limbah dari proses
penyempurnaan bahan sintesis.
Serat buatan dan serat alam (kapas)
diubah menjadi barang jadi tekstil dengan menggunakan serangkaian proses. Serat
kapas dibersihkan sebelum disatukan menjadi benang. Pemintalan mengubah serat
menjadi benang. Sebelum proses penenunan atau perajutan, benang buatan maupun
kapas dikanji agar serat menjadi kuat dan kaku. Zat kanji yang lazim digunakan
adalah pati, perekat gelatin, getah, polivinil alkohol (PVA) dan karboksimetil
selulosa (CMC).
Penenunan, perajutan, pengikatan dan
laminasi merupakan proses kering. Sesudah penenunan serat dihilangkan kanjinya
dengan asam (untuk pati) atau hanya air (untuk PVA atau CMC). Penghilangan
kanji pada kapas dapat memakai enzim. Sering pada waktu yang sama dengan
pengkanjian, digunakan pengikisan (pemasakan) dengan larutan alkali panas untuk
menghilangkan kotoran dari kain kapas. Kapas juga dapat dimerserisasi dengan
perendaman dalam natrium hidroksida, dilanjutkan pembilasan dengan air atau
asam untuk meningkatkan kekuatannya. Penggelantangan dengan natrium hipoklorit,
peroksida atau asam perasetat dan asam borat akan memutihkan kain yang
dipersiapkan untuk pewarnaan. Kapas memerlukan pengelantangan yang lebih
ekstensif daripada kain buatan (seperti pendidihan dengan soda abu dan
peroksida). Di Indonesia denim biru (kapas) dicat dengan zat warna. Kain
dibilas diantara kegiatan pemberian warna.
Salah satu instalasi pengolahan di industri TPT
Uraian di atas menggambarkan bahwa
proses dalam menghasilkan satu benang menjadi sehelai kain dan akhirnya menjadi
baju yang kita kenakan harus melalui proses panjang. Selain kapas yang menjadi
bahan baku, air yang digunakan selama proses tersebut dan penggunaan berbagai
bahan kimia, pada akhirnya akan terbawa bersama sisa-sisa limbah lainnya.
IPAL pada salah satu Kawasan Industri, luas dan teknologinya lebih baik
Mewujudkan Industri Ramah Lingkungan
Seiring
dengan perkembangan jaman, isu lingkungan akan menjadi syarat bagi produksi TPT
untuk dapat bersaing di dunia internasional. Bagaimana kemudian Industri TPT
Indonesia menjadi industri ramah lingkungan? Bagaimana industri TPT bisa
menjadi pelopor bagi industri lain dalam mengelola lingkungan?
Pemerintah
Jawa Barat telah berupaya untuk mengurangi dampak lingkungan dari industri TPT.
Namun, degradasi lingkungan yang terjadi jauh lebih cepat dibandingkan upaya
perbaikan yang dilakukan. Disamping itu, permasalahan yang sudah lama menjadi
sangat kompleks.
PROPERDA merupakan salah satu program prioritas pemerintah Jabar dalam
meningkatkan kepedulian industri untuk mengelola lingkungannya. Program
lainnya adalah EPCM (Environmental Pollution Control Manager)
yaitu sertifikasi kepada manager-manager lingkungan yang harus dimiliki oleh perusahaan.
Provinsi Jawa Barat juga memiliki program Patroli sungai, tim yang dibentuk dari masyarakat sekitar. Bertugas memantau aktivitas industri (terutama dalam aktivitas pembuangan limbahnya). Hasilnya cukup mengejutkan, sebagian besar industri masih banyak yang membuang limbahnya tanpa pengolahan terlebih dahulu. Saat ini, provinsi sudah bekerjasama dengan kabupaten/kota untuk menutup out fall (saluran pembuangan limbah dari industri ke alam) yang tidak sesuai dengan aturan.
Penerapan program lingkungan lebih banyak folunter, tidak ada keharusan bagi industri dan tidak ada punishment yang bisa diberikan jika industri tidak terlibat. Sebagai upaya peningkatan kualitas lingkungan, maka program di bawah ini diharapkan bisa lebih meningkatkan upaya perbaikan,
Provinsi Jawa Barat juga memiliki program Patroli sungai, tim yang dibentuk dari masyarakat sekitar. Bertugas memantau aktivitas industri (terutama dalam aktivitas pembuangan limbahnya). Hasilnya cukup mengejutkan, sebagian besar industri masih banyak yang membuang limbahnya tanpa pengolahan terlebih dahulu. Saat ini, provinsi sudah bekerjasama dengan kabupaten/kota untuk menutup out fall (saluran pembuangan limbah dari industri ke alam) yang tidak sesuai dengan aturan.
Penerapan program lingkungan lebih banyak folunter, tidak ada keharusan bagi industri dan tidak ada punishment yang bisa diberikan jika industri tidak terlibat. Sebagai upaya peningkatan kualitas lingkungan, maka program di bawah ini diharapkan bisa lebih meningkatkan upaya perbaikan,
1)
Kebijakan yang
terintegrasi; Jawa Barat dengan potensi industri
tekstil yang besar perlu merumuskan kebijakan/program terintegrasi antara pihak
yang berkepentingan dalam industri termasuk perindustrian, perburuhan,
peningkatan keterampilan dan program lainnya. Saat ini, Kementerian
perindustrian terus berupaya meningkatkan kinerja dari industri TPT. Sebaiknya,
program ini juga berbarengan dengan penerapaan kebijakan Lingkungan. Jika akan
memberikan bantuan teknologi, pilihlah teknologi yang ramah lingkungan, hemat
air dan energi. Pelatihan tenaga terampil harus diimbangi dengan pengetahuan
dan pelatihan tentang proses industri yang ramah lingkungan. Hal yang
terpenting, adalah memberikan bantuan bagi industri yang memang berkomitmen
melaksanakan aturan-aturan lingkungan.
2)
Penerapan
Produksi Bersih atau Cleaner Production, mengurangi limbah sejak awal proses. Lebih kepada ‘sistem kerja’,yang
baik dan rapih, mengurangi ceceran limbah, mengurangi penggunaan bahan kimia
yang berlebih atau penggunaan air yang tida efisien. Produksi bersih sering
kali dianggap sepele, padahal dengan menerapkan metode ini, akan banyak
mengurangi limbah dari awal dan proses produksi akan lebih efisien dan efektif.
3) Pelibatan Buruh; Seyogyanya
perburuhan yang merupakan komunitas buruh dalam meningkatkan kesejahteraan,
bisa menjadi pionir untuk ikut meningkatkan kualitas lingkungan terutama selama
proses yang menghasilkan limbah.
Kekuatan buruh bisa dimanfaatkan sebagai pengawas lingkungan sekitar industri dan turut bertanggung
jawab terhadap lingkungan sekitar industri.
4)
Penggunaan kembali air limbah, dikenal dengan recycle. Mengolah limbah yang
dihasilkan untuk dimanfaatkan kembali pada proses produksi. Recycle akan
berpengaruh besar terhadap konservasi air tanah dan lingkungan. Saat ini,
industri masih merasa keberatan melakukan recycle dengan alasan pembiayaan yang
besar. Beberapa industri (biasa industri besar) sudah melakukan sistem ini.
5)
Menangkap air hujan, merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan sebagai upaya
mengurangi penggunaan air tanah. Walaupun sebagain industri sudah melakukan
tetapi tidak banyak.
6)
Monitoring On line; Jawa
Barat bisa memulai untuk membangun sistem monitoring on line yang dimulai oleh industri-industri besar. Industri
memberikan laporan perkembangan limbah hasil proses produksinya secara on line.
7)
Lokasi di kawasan Industri, pengelolaan
limbah yang terpusat akan lebih mudah dan lebih murah jika dilakukkan terpusat.
Kawasan industri juga akan mempermudah pengawasan oleh pemerintah
8)
Pengolahan Limbah sistem Off Site, ketidak
mampuan industri untuk mengolah limbahnya sendiri-sendiri bisa difasilitasi
dengan pembangunan IPAL (instalasi Pengolahan Air Limbah ) Komunal. Pembangunan
IPAL bisa dilakukan oleh pemerintah dengan membentu perusahaan daerah atau oleh
pihak swasta. Limbah cair diangkut dengan transportasi (untuk limbahnya yang
sedikit) atau dengan sistem perpipaan untuk limbah yang banyak dan kontinyu.
Besarnya
kontribusi Industri TPT terhadap perekonomian Indonesia, termasuk Jawa Barat
tidak diragukan lagi. Namun, bagaimana agar perkembangan industri TPT juga bisa
sejalan dengan kebijakan lingkungan yang telah ditetapkan di Jawa Barat.
Saat ini, sering
kali Bidang Lingkungan Hidup dianggap berbenturan dengan kebijakan pembangunan,
dianggap menghambat pembangunan ekonomi suatu negara. Padahal jika dianalisa lebih jauh, industri
yang ramah lingkungan akan memberikan dampak positif ganda terhadap kehidupan
masa sekarang dan masa yang akan datang dan memberikan nilai lebih
terhadap produk yang dihasilkan.
Sudah menjadi tugas kita
bersama bagaimana meningkatkan industri tekstil ini tanpa memberikan dampak negatif terhadap lingkungan
sekitarnya. Harapannya, bahwa antara perkembangan ekonomi (industri, tenaga
kerja) bisa seiring sejalan dengan kebijakan Lingkungan.
Bagi kita sendiri, Mulailahi
bijak membeli pakaian dan menggunakannya,
satu helai pakaian berasal dari sehelai kain, berasal dari satu benang,
menempuh proses panjang, menggunakan air
dan energy yang banyak, tentu saja berkonsekuensi
terhadap limbah yang berlimpah pula. Selama
industri tidak berkomitmen terhadap lingkungan, selama itupula pencemaran akan
terus berlangsung, berdampak pada kita sekarang dan anak cucu kita mendatang.


