Saturday, September 15, 2018

Menciptakan Kawasan Industri Ramah Lingkungan di Jawa Barat di Tahun 2022 (bag.1)


Dalam tulisan sebelumnya, http://efandora.blogspot.com/2018/09/revolusi-industri-abad-21.html,  dibahas bagaimana orientasi masyarakat terhadap produk memaksa industri untuk menerapkan  prinsip-prinsip ramah lingkungan.

Selera pasar sedikit demi sedikit akan mulai mengarah untuk kembali ke alam (back to nature). Konsumen tipe ini tidak menuntut industri untuk menerapkan konsep yang ramah lingkungan tetapi perilaku mereka yang mencoba mendorong industri memiliki komitmen untuk melakukan perbaikan. Green consumen tidak akan mengkonsumsi produk yang dianggap tidak ramah lingkungan dan memiliki reputasi buruk terhadap lingkungan. Industri yang tidak mengikuti konsumen ini, akan ditinggalkan dan merugi.

Jawa Barat sebagai provinsi termaju, saat ini sangat direpotkan oleh berbagai permasalahan lingkungan termasuk pencemaran dan kerusanakan lingkungan. Data menunjukan, sungai-sungai besar seperti Citarum sebagain besar sudah tercemar berat. Padahal fungsi sungai Citarum sangat strategis untuk berbagai aktivitas manusia, termasuk sumber energy hydro dan sumber air baku tidak hanya wilayah Jawa Barat tetapi juga DKI Jakarta. 

Upaya yang telah dilakukan pemerintah pusat dan daerah, maupun oleh masyarakat seolah-olah tidak ada hasilnya. Pencemaran masih terus berlanjut, sebagian industri masih membuang limbahnya begitu saja. Degradasi lingkungan yang teradi jauh lebih cepat dari upaya yang telah dilakukan. Limbah industri walau tak sebanyak limbah domestik, namun karena kandungan kimianya menyebakan limbah industri perlu mendapat perhatian khusus.  Kandungan berbagai bahan kimia pada limbah akibat proses industri, berakibat buruk terhadap lingkungan jika tidak diolah dengan benar sebelum dibuang ke lingkungan.

Berbagai upaya dilakukan untuk meminimalisasi limbah yang dihasilkan. Negara maju sudah meninggalkan industri yang berproses secara linier. Salah satu upaya minimalisasi limbah adalah membangun atau menjadikan kawasan industri yang ramah lingkungan, yaitu Eco Industrial Park atau EIP.

Berikut ini adalah contoh dua kawasan industri berbeda, yang sudah menerapkan EIP dan diakui dunia sebagai kawasan industri yang direkomensasikan. EIP Kalundborg terbentuk dari yang sudah ada, sedangkan EIP Guitang merupakan kawasan industri baru, namun memiliki konsep yang sama yaitu minimalisasi limbah bahkan zero waste.


1.   Eco Industrial Park di Kalundborg

Sebuah ekosistem industri yang berkembang di Kalundorg, Denmark menjadi contoh paling favorite dari penerapan konsep EIP. Kalundorg merupakan suatu kawasan industri yang berlokasi sekitar 75 mil bagian timur Kopenhagen. Simbiosis yang berkembang di mulai pada tahun 1970an sebagai suatu kemitraan industri yang mencoba untuk mengurangi biaya dan mencoba memenuhi bersama peraturan lingkungan yang berlaku pada saat itu, seperti menemukan cara yang inovatif dalam manajemen limbah  dan pengunaan air bersih yang efisien.
Industri yang terlibat dalam kawasan Kalundborg adalah :

NO
Perusahaan
Diskripsi
1.
Anaes Power System
berdiri pada tahun 1959 merupakan pembangkit listrik terbesar di Denmark, memiliki kapasitas 1500 Mwe. Perusahaan ini juga mengelola pertaniaan dan perikanan
2.
Kilang minyak Statoil
Merupakan salah satu kilang minyak terbesar di Denmark dengan kapasitas 4.8 juta ton/th
3.
Gyproc,
sebuah pabrik papan partikel membuat 14 juta meter kubik papan partikel
4.
Nova Nordick,
sebuah perusahaan bioteknologi internasional dengan penjualan lebih dari $ 2M, penghasil produk-produk farmasi (penghasil insulin 40% dari suplai insulin dunia).
5.
Kota Kalundborgh
penyedia pelayanan utama bagi penduduk kota yang berjumlah 20.000jiwa yang juga menyuplai air bagi rumah tangga dan industri
6.
Petani local,
Melibatkan petani-petani lokal yang menghasilkan berbagai hasil panen


Lebih dari 2 dekade, kerjasama yang bersifat spontan antar perusahaan di atas berkembang sebagai bilateral exchanges yang juga melibatkan sejumlah perusahaan-perusahaan lain. Kerjasama timbul tanpa ada yang merencanakan sebelumnya. Kerjasama ini berkembang sebagai sebuah Collection of on to one ideals yang membentuk economic sense satu sama lain.



Simbiosis muncul ketika Gypoc didirikan di Kalundborg yang mencoba mengambil keuntungan untuk memperolah bahan bakar gas dari Statoil.
1.    Aliran energy.
-          Kilang minyak menjual gas kepada Gyproc.
-          Asnes, pada awalnya hanya menyuplai steam untuk kebutuhan system pemanas kota (district heating system dan kemudian juga menyuplai kebutuhan Nova Nordisk dan Statoil.
-          Stasiun pembangkit menggunakan air garam yang diperoleh dari Fjord sebagai pendingin. Hasil produk sampingnya yang berupa air garam panas disuplai untuk kebutuhan perikanan sebanyak 57 kolam
-          Pembangki,  mulai mensubstitusikan bahan bakar dengan menggunakan sulfur dari kilang gas sebagai pengganti batu bara. Hasil gas yang dihasilkan lebih bersih dan cukup memenuhi persyaratan untuk digunakan station pembangkit
2.    Aliran Material
-          Lumpur dari NN dan water treatmen dari  perikanan digunakan sebagai pupuk bagi pertanian setempat. Merupakan pertukaran material terbesar , mencapai lebih dari 1 juta ton pertahun.
-          Industri semen menggunakan desulfirized fly ash dari Asnaes
-          Proses operasi refeneridesulfurization menghasilan surfit,  untuk industri asam sulfirik di Federica Yetland-Denmark
3.    Keuntungan yang diperoleh.
Proses recycling dan reuse yang dilakukan di Kalundborg ini telah memberikan keuntungan tersendiri bagi perusahaan-perusahaan yang terlibat. Selain lebih menghemat biaya, mereka juga telah mengurangi polusi udara, air dan tanah
-          Terjadinya pengurangan energy secara signifikan, yaitu batu bara, minyak, dan penggunaan air
-          Dampak negative lingkungan berkurang cukup signifikan melalui penggunaan emisi SO2 dan CO2 dan memperbaikai kualitas air buangan
-          Produksi limbah-limbah tradisional seperti fly ash sulfur, lumpur biologis dan gympsum  menjadi bahan baku untuk produksi

Dengan adanya simbiosis industri di Kalundborg  telah memberikan image positif tersendiri bagi kawasan tersebut sebagai sebuah kota industri yang bersih dan menjadi contoh terbaik penerapan konsep ekologi industri.


 lanjut : Menciptakan Kawasan Industri Ramah Lingkungan di Jawa Barat di Tahun 2022 (bag.2)