Sunday, November 14, 2021

Dan Akupun Terharu

Setiap tanggal 10 November, seperti juga tahun-tahun sebelumnya, kita sebagai bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Memaknai perjuangan para pahlawan yang harus kita fahami dan menjadi contoh generasi selanjutnya. Disamping itu, merupakan bentuk penghargaan kepada para pahlawan kita dalam perjuangan memerdekan bangsa dan negara ini.

Sehari sebelumnya,  tanggal 9 November 2021, kami mendapatkan Surat Edaran dari Bapak Sekda Jabar untuk melaksanakan upacara secara daring melalui Youtube dan melaksanakan upacara dengan sederhana di organisasi masing-masing, sebelum pelaksanaan tingkat Pemprov yang dipimpin oleh Bapak Gubernur. Tidak lupa, pelaksanaan upacara on site tentu dengan menerapkan protokol kesehatan.
 
Mulailah kami menyiapkan upacara peringatan yang akan dilaksanakan di tempat kami. Memilih para petugas upacara seperti pengibar bendera, pembaca teks Pancasila, pembukaan UU 45 termasuk pembacaan quote para pahlawan yang diamanatkan oleh Menteri Sosial yang harus dibacakan. Dalam waktu yang singkat, kami siapkan semuanya agar tak mengecewakan disaat pelaksanaan.
 
                                
 
Pagi ditanggal10 November, kami memulai  rangkaian upacara. Sampailah moment pengibaran bendera. Tiga orang pegawan Dispusipda, membawa bendera dengan tegap dan hidmat. Langkah demi langkah menuju tiang bendera di titik fokus upacara, mengematkan bendera pada tiang. Setelah aba-aba ‘bendera siap’, peserta upacara memberi penghormatan dengan iringan lagu Indonesia Raya. Bendera pun berkibar, tahap demi tahap, menuju puncak tertinggi. Kami peserta upacara, menyaksikan pengibaran bendera dengan hormat dan sikap sempurna.
 
Dan saya mulai merasakan keharuan yang teramat sangat. Pengibaran bendera menjadi moment sangat berkesan, tak terasa air mata muncul di sudut mata. Membayangkan, bahwa bangsa ini adalah bangsa yang membanggakan, bangsa yang dimana saya hidup, menghirup oksigen dan beraktivitas. Tempat dimana saya bisa bekerja, mengembangkan ide dan pikiran, merasakan suka dan duka setiap hari, setiap nafas. Alhamdulillah...
 
Terasa begitu dalamnya moment pengibaran bendera ini. Peristiwa yang biasanya saya abaikan, hal biasa yang kita lakukan tak bermakna apa-apa apalagi menyentuh hati sanubari.
Biasanya, kita banyak mengeluh. Rasanya tidak perlu lagi ada upacara seperti ini, harus berdiri mengikuti upacara bendera. Mempersiapkan segala sesuatu termasuk siapa yang bertugas, menyiapkan peralatan dan hal lainnya yang sungguh merepotkan.
 
Namun, pandemi COVID-19 menjadikan peristiwa pengibaran bendera kebangsaan di lapangan dan diiringi lagu kebangsaan menyentuh hati yang paling dalam. Sudah hampir mendekati dua tahun, kita tidak melakukan upacara bendera secara on site, kita melaksanakan upacara melalui on line. Melalui media yang sentuhan rasanya menjadi berbeda.
 
Menjadi peserta upacara, menyaksikan secara langsung dan merasakan suasana secara langsung, ternyata sangat berharga pada saat pandemi COVID-19 seperti sekarang ini.
 
Semoga pandemi cepat berlalu, dan kita dapat selalu memaknai dan menghidmati upacara bendera yang kita laksanakan pada hari-hari besar....Aamiin YRA

No comments:

Post a Comment