Cara pertama, bahan
baku yang digunakan antar lain limestone, clay, silyca, yang diambil dari
sumberdaya alam Jepang dan material olahan (sisa pembakaran sampah perkotaan,
sludge dan slag ). Masuk dalam skema proses di atas melalui material mill dan
akhirnya dihasilkan semen yang siap dipasarkan.
Cara kedua, limbah
organik rumah tangga diproses secara biologis melalui alat yang disebut Applied Klin System (AK) dengan sistem Rotary Klin dan Teknologi Fermentasi. Seperti
yang digambarkan di bawah ini.
Gambar 2. Proses Aerobik dalam AK
System. (Sumber: Taiheiyo Cement)
Pada Gambar 2, limbah organik masuk dalam sebuah tangki kemudian
diproses di recycling waste. Pada
hari ke dua terjadi proses fermentasi aerobic dan setelah 3 hari menjadi bahan
baku semen untuk diproses kembali menghasilkan
semen seperti pada gambar 1.
Untuk
memenuhi kebutuhan energi, TC mensuplai listrik dari pembangkit listrik batu
bara. Pembangkit listrik ini dilengkapi dengan flue gas
desulfurization materials sebagai pencegahan polusi udara dan hujan asam. Abu
batu bara hasil pembakaran di pembangkit
listrik digunakan kembali sebagai material bahan baku semen.
Gambar
di bawah ini adalah tahapan proses pengolahan sampah sekaligus proses produksi
semen.
Gambar
3. Penggunaan kembali municipal waste dan proses produksi
semen (sumber: http://www.cement.or.kr/tech_
)
No comments:
Post a Comment