Saturday, December 17, 2016

TRANSFORMASI INDUSTRI SEMEN, MENJADI SOLUSI UNTUK LINGKUNGAN (bag.2)



Cara pertama, bahan baku yang digunakan antar lain limestone, clay, silyca, yang diambil dari sumberdaya alam Jepang dan material olahan (sisa pembakaran sampah perkotaan, sludge dan slag ). Masuk dalam skema proses di atas melalui material mill dan akhirnya dihasilkan semen yang siap dipasarkan.
Cara kedua,  limbah organik rumah tangga diproses secara biologis melalui alat yang disebut Applied Klin System (AK) dengan sistem Rotary Klin dan Teknologi Fermentasi. Seperti yang digambarkan di bawah ini.



 Gambar 2. Proses Aerobik dalam AK System. (Sumber: Taiheiyo Cement)

Pada Gambar 2,  limbah organik masuk dalam sebuah tangki kemudian diproses di recycling waste. Pada hari ke dua terjadi proses fermentasi aerobic dan setelah 3 hari menjadi bahan baku semen untuk diproses kembali  menghasilkan semen seperti pada gambar 1.
Untuk memenuhi kebutuhan energi, TC mensuplai listrik dari pembangkit listrik batu bara. Pembangkit listrik ini dilengkapi dengan  flue gas desulfurization materials sebagai pencegahan polusi udara dan hujan asam. Abu batu bara  hasil pembakaran di pembangkit listrik digunakan kembali sebagai material bahan baku semen. 

Gambar di bawah ini adalah tahapan proses pengolahan sampah sekaligus proses produksi semen. 
 


Gambar 3.  Penggunaan kembali municipal waste dan proses produksi semen (sumber: http://www.cement.or.kr/tech_ )









No comments:

Post a Comment