Saturday, September 10, 2016

CARA MUDAH untuk MERAIH KESUKSESAN

CARA MUDAH untuk MERAIH KESUKSESAN

Tulisan ini adalah saduran dari buku Haikal Hassan dengan judul Law of Repetation. Saya sangat tertarik dengan buku tersebut, buku kecil dengan bahasa yang tidak sulit tetapi bermakna dan sangat bermanfaat bagi kita. Hal-hal kecil yang sering kali terlupan, ternyata dapat menjadi kunci keberhasilan kita dikemudia hari.Bagaimana mencapai keberhasilan yang kita harapkan, yang kita cita-citakan dengan menerapkan hukum pengulangan. Para atlet yang sukses, melakukan pengulangan melalui latihan-latihan yang mereka lakukan setiap hari. Para ilmuwan ternama, melakukan pengulangan aktivitas untuk membuktikan teorinya sampai ditemukan berbagai penemuan yang bermanfaat bagi umat manusia. Dan banyak kisah sukses lainnya, karena pengulangan yang dilakukan secara konsisten.
Hal penting lainnya adalah target yang kita tetapkan, harus dapat kita uraikan pada aktivitas-aktivitas menuju target tersebut, rencana dengan batasan waktu tertentu perlu ditetapkan sehingga kita dapat mengevaluasi dan memperbaiki aktivitas untuk mecapai target tersebut.
Law of Repetation dalam Ajaran Agama
Agama Islam telah mengajarkan, bahwa ibadah merupakan awal dari kesuksesan seseorang. Pelaksanaan ibadah agama Islam dilakukan berulang. Shalat wajib dilakukan 5 kali dalam sehari dan setiap hari kita laksanakan, proses pengulangan, dzikir dilakukan juga berulang kali. Contoh lainnya adalah haji, prosesi haji seperti thawaf merupakan aktivitas pengulangan.  Kegiatan ibadah yang kita lakukan secara berulang, tidak menjadikan bertambah MuliaNya Allah SWT, tetapi untuk diri kita sendiri,  sehingga keyakinan kita semakin bertambah dan mendalam kepada Allah SWT.
Dalam bahasa sunda, kita mengenal pribahasa Cikaracak Ninggang Batu Laun-laun jadi Legok (tetesan air mengenai batu, lambat laun membentuk cekungan). Peribahasa ini menjelaskan, air yang menetes pada batu keras dan kuat akan menyebabkan cekungan karena tetesan air yang terus menerus, berulang dalam waktu yang lama. Pekerjaan yang berulang, walaupun hanya setetes air ternyata dapat membentuk batu yang keras.
Bukti lainnya dapat kita lihat di sekeliling kita. Alam mengajarkan proses pengulangan, menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Keindahan Stalagtit dan stalagnit pada bebatuan kapur yang terbentuk karena tetesan air.  Grand Canyon, di negara bagian Arizona, pemandangan luar biasa yang dibentuk dalam kurun waktu berjuta tahun yang lalu oleh kikisan aliran Sungai Colorado. Dan masih banyak bentukan alam indah akibat hukum alam yang berulang.
Otak dan Otot Syaraf
Informasi-informasi yang sejenis dan berulang yang disampaikan ke otak akan ditempatkan dengan kode unik yang memungkinkan pemrosesannya berjalan lebih cepat, bahkan berlaku lebih otomatis. Menghafal paling mudah dan popular adalah dengan mengulang-ulang materi yang kita pelajari.
Selain brain memory, kita mengenal muscle memory. Jika brain memory terbentuk dari pengetahuan maka muscle memory terbentuk karena latihan. Merupakan sumber dari segala talenta yang dibentuk melalui latihan-latihan terus menerus (deep practice). Muscle memory yang kita sebut myein atau dalam bahasa ini disebut otot saraf, tersebar merata di seluruh tubuh dalam bentuk system saraf pada otot-otot kita yang memberi perintah dan menyimpan informasi.

Fakta-fakta baru menyebutkan pembentukan myelin atau otot saraf (muscle memory) berada di baik kesuksesan seorang artis besar, pelukis terkemuka, akademisi terpandang, bahasa tubuh para pemimpin besar, action oriented para enterpreneur sukses, dan terobosan-terobosan yang dilakukan perusahaan-perusahaan inovatif.
Pada pengembangan kecerdasan otak dan kecerdasan otot, hukum pengulangan memegang peranan sentral dan vital. Tanpa hukum pengulangan, otak kita tidak akan sampai pada level kegeniusan. Tanpa hukum pengulangan, otot-otot kita tidak akan sampai pada level reflex yang menakjubkan dari sisi kecepatan dan akurasinya.

Hukum pengulangan menjamin bahwa pencapaian-pencapaian besar merupakan konsekuensi logis dari hal-hal kecil yang dilakukan berulang-ulang. Sedangkan pembatalan hukum pengulangan adalah saat seseorang hanya tertarik pada hal-hal yang terlihat besar dan sikap jalan pintas (shortetisme) atau budaya instan. Tentu saja, hasilnya akan jauh berbeda. Budaya instan sering kali melesatkan seseorang dalam waktu sesaat dan akhirnya kembali terpuruk bahkan lebih buruk.
Reprogramming Your Subconscius Mind
Setiap orang adalah produk dari pikirannya sendiri. Sedemikian rupa pikiran tersebut membentuk dan melukiskan apa yang dikerjakan, cara ia menghadapi masalah, cara ia berhadapan dengan orang lain, membentuk karakternya ,pikirannya, refleksinya . Otak kita adalah pabrik yang super sibuk dan tak pernah berhenti bekerja sejak manusia dilahirkan sampai manusia mati. Setiap detik, setiap ment, setiap jam, pabrik ini terus berproduksi menghasilkan pikiran yang tidak terhitung jumlahnya.

Dalam menghasilkan pikiran, manusia selalu diatur oleh dua buah kekuatan, yaitu kekuatan alam bawah sadar untuk sukses dan kekuatan bawah sadar untuk gagal;
-          Kekuatan Sukses, bertanggung jawab untuk menghasilkan semua pikiran positif dan selalu memberikan jawaban yang tepat akan alasan mengapa kita mampu, alasan mengapa kita berhasil , dan alasan mengapa kita pasti memperoleh kesuksesan
-          Kekuatan Gagal, bertanggung jawab untuk menghasilkan semua pikiran negative dan selalu memberikan jawaban yang tepat akan alasan mengapa kita lemah, memberikan alasan mengapa kita pantas memperoleh kegagalan dan melihat dunia selalu dengan kesinisan.

Kedua kekuatan ini patuh dan tunduk dengan kita. Keduanya dengan cepat menjadikan perintah kita begitu mendapatkan sedikti saja isyarat mental yang kita pancarkan baik secara sadar maupun tidak. Bila kita memberikan isyarat positif, kekuatan sukses akan segera mengambil alih semua aspek pekerjaan dan mendorongnya untuk selalu berbuat, bersikap, bertindak sebagaimana layaknya di mana sukses pantas untuk kita dapatkan. Sebailkuna bila kita memberikan isyarat negative, kekuatan gagal akan segera mengambi alih semua aspek pekerjaan dan mendorongnya untuk selalu berbuat, bersikap, bertindak sebagaimana layaknya kegagalan memang pantas untuk kita terima.


Permainan pikiran di atas adalah fakta dan dapat dikatakan seperti mukjizat. Istilah asing yang terkenal,  You are What You Think, You can be come whatever  you believe you can be!!
Kita adalah apa yang kita pikirkan, kita dapat menjadi apa pun selama  kita yakin dapat melakukannya. Bila kita memulai pagi dengan umpatan dan keluhan  serta membiarkan sinyal isyarat kekuatan gagal itu terus membayangi aktivitas kita, makan semakin dekat dengan kegagalan. Dan sebaliknya, ketika kita memulai pagi dengan syukur, bahagia dan semangat maka kekuatan sukses akan dekat dan hari –hari kita akan dipenuhi kesuksesan dan kebahagian.

You are Your Habit
Kita fahami bahwa seseorang dikenali dari semua yang dilakukannya, terutama tentang apa yang biasa dilakukannya. Rangkaian kesibukan aktivitas tubuh terutama yang dilakukan berulang-ulang diberi nama kebiasaan. Jika pengenalan manusia adalah titik perhatian kita, segala kebiasaan kita yang dapat diindera manusia itulah yang akan menentukan siapa kita didepan manusia.
 
Berkata-kata (tulisan ataupun ucapan) adalah kebiasaan pertama kali dinilai orang lain. Terkait dengan kebiasaan kita yang paling banyak dilakukan, perhatikan kejelasannya, efektivitas persuasi dan rasa hormat yang mengiringinya. Pilihan kata yang tepat dalam rangkaian kalimat yang memberikan pesan jelas, tegas dan mudah dipahami akan memastikan pesan anda diterima dengan baik.Jika kita berkomunikasi yang efektif dan benar, maka kita telah menyelesaikan sebagain dari masalah.
FORMULA KEBERHASILAN
Dalam bukunya, Haikal Hasan menerangkan formula untuk mencapai kegerhasilan,  inilah yang dilakukan/dipraktekan oleh orang-orang sukses dalam bidangnya.
(M+S+A)xR=D
M=motivator, adalah niat baik atau motif dari keberadaan kita dalam kehidupan ini. Motivasi adalah alasan atas semua hal yang diinginkan, diidam-idamkan atau pihak yang pantas menerima dampak kebaikan-kebaikan kita. Maka segera tetapkan motif kita dalam mengarungi kehidupan ini atau alasan kegemilangan nasib kita

S=Sincerity, Ketulusan atau keikhlas adalah mengundang kedamaian jiwa sekaligus mengundang kekuatan bantuan sangat besar dan tidak terduga.

A=Activities, keberhasilan yang dirasakan hanya bermanfaat dan ada di dunia nyata,  memungkinkan adalah rangkaian aktivitas yang dilakukan. Kita tidak bisa pernah lepas dari kenyataan, bahkan diam juga merupakan aktivitas, maka pilihan terserah pada diri kita sendiri

R=Repetition, Sinergi motif, ketulusan dan aktivitas akan menghasilkan nasib. Tetapi, hanya yang dikalikan atau digandakan dengan pengulangan yang memastikan nasib itu besar, kuat, bernilai tinggi dan abadi.

Tanpa pengulangan, motivasi akan menjadi basi dan aktivitas tak akan berarti

D=  Destiny, Nasib adalah hasil yang tidak akan pernah dapatkan dan kendalikan, dia hanyalah sebuah akibat. Siapapun tak dapat mengendalikan nasib dirinya sendiri
Dalam hukum sebab-akibat, yang dapat dilakukan hanyalah factor-faktor penyebab. Yaitu, motif, ketulusan, aktiviatas dan berapakali pengulangan yang diakukan.

ANDA ADALAH KEBIASAAN ANDA
Rangkaia kesibukan ativitas tubuh terutama yang dilakukan berulang-ulang, itulah yang disebut dengan kebiasaan.
Sebuah kebiasaan berawal dari pikirian, Pikiran berulang melahirkan Perkataan. Perkataan berulang melahirkan Tindakan. Tindakan berulang melahirkan Kebiasaan. Kebiasaan berulang melahirkan Takdir.

Sebuah keinginan, hanyalah keinginan yang ada difikiran. Dia tidak akan mampu mewujudkan drinya di alam nyata. Dia membutuhkan sebuah jembatan untuk dapat memberikan manfaat yang sesungguhnya. Dia akan membutuhkan rencana kerja. Hal yang penting, bahwa mewujudkan rencana besar  perlu kesesuaian dengan keinginan kita. Rencana kita tidak akan pernah menghantarkan keingingn kita jika tidak sesuai dengannya.
Untuk itu bersegeralah membuat rencana-rencana yang akan menghantarkan kita ke tempat di  mana keinginan besar anda mengabil tempatnya. Buatlah matriks untuk mencapai target-target yang sudah kita tetapan.

Satu-satunya waktu yang tepat saat memulai sesuatu adalah SEKARANG. Menunggu datangnya waktu yang baik  yang telah lama kita pikirkan bisa jadi adalah pemborosan waktu. BIsa jadi waktu yang baik atau tepat itu tidak akan pernah dating.

Bagaimana cara terdekat untuk bisa memulai? Lakukan dari yang kita bisa lakukan saat ini. Lakukan dari yang paling mudah . Tindakan awal yang kecil dan sederhana adalah pemungkinan yang dilakukan tindakan-tindakan besar.

Kapankah saat  meraih impian-impian besar? Saat ini,saat kita memutuskan memulai dan mengabaikan menunda. Keinginan-keinginan itu sebenarnya sedang mewujudkan dirinya. Kita hanya diminta untuk mencatat dan menindaklanjuti, mengamati, menindaklanjuti,  dan terus diulang-ulang sehingga mencapai  seperti yang anda impikan.

Hukum pengulangan, berlaku kepada siapa saja, profesi apapun. Termasuk pegawai negeri seperti saya. Kita sering dihadapkan pada pekerjaan rutinitas.  Sering kali  pekerjaan yang secara rutin kita kerjakan  tidak memberikan tambahan ilmu dan keterampikan, yang akhrinya menjadi jenuh dan bosan. Tetapi jika kita berfikir lebih jauh, apapun pekerjaan kita selalu ada kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas kita. Pekerjaan dapat menjadi awal untuk meningkatkan kapasitas diri. Bagaimana menyikapinya?
Jangan pernah bosan untuk selalu belajar dan belajar, lebih mendalami apa yang kita lakukan secara rutin dan jangan berhenti untuk  mencari hal-hal baru sehingga kemampuan kita akan terus berkembang dan bermanfaat.
Pekerjaan yang membangun nilai-nilai tinggi, berdampak besar, menebarkan banyak manfaat dan hanya menjunjung tinggi kebaikan maka berdampak baik tak hanya pada diri kita tetapi bagi orang lain. Nasihat mengatakan bahwa kita hanya diminta untuk bekerja bukan memastikan rezeki. Rezeki adalah sebuah akibat semata. Penyebabnya adalah bekerja. Rezeki menjadi besar saat hasil yang kita kerjakan berguna besar bagi orang lain…S E M O G A….

*)  disadur dari buku Haikal Hassan dengan judul LAW of REPETITION, satu-satunya cara mencapai yang mustahil dicapai

No comments:

Post a Comment