Thursday, August 16, 2018

5 Hal Penting yang Harus Diingat Ketika di MINA


Mina dikenal sebagai kota tenda, karena terhampar tenda-tenda permanen yang diperuntukan bagi jamaah haji seluruh dunia. Mengapa Mina sangat strategis? Karena Mina adalah tempat dimana jamaah akan melaksanakan Wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, thawaf ifadah dan saĆ­, dan melempar Jumrah. Rangkaian ibadah tersebut hanya dilakukan pada Ibadah Haji. Selain itu juga melaksanakan idul qurban pada hari-hari tasrik

                                      Hamparan tenda di Kota Mina
Wukuf di Arafah adalah puncak haji, maka mabit di Mina menjadi bagian penting dalam menyiapkan puncak ibadah haji. Namun jangan lupa, bahwa di Mina  tetap melaksanakan ibadah dengan khusu. Shalat, berzikir, talbiah, mendengarkan ceramah dan membaca AlQuran adalah sebagian dari ibadah yang dilakukan di Mina. Hindari aktivitas yang akan membuat badan letih, apalagi menguras tenaga dan emosi.
Kapan Jamaah haji berangkat ke Mina? Nabi Muhammad Saw, melaksanan perjalanan ke Mina pada saat Dhuha di tanggal 8 Dzulhijjah. Namun untuk saat ini, mengikuti waktu yang afdol seperti contoh Nabi Muhammad Saw, agak sulit karena jumlah jamaah yang berlimpah. Waktu keberangkatan ditentukan oleh panitia haji. KBIH kami berangkat selepas magrib di tanggal 7 Dzulhijjah. Mabid di Mina dimulai pada tanggal 8 sampai tanggal 13. Jika jamaah meninggalkan mina pada tanggal 12, disebut syafar awal. 
Bagaimana menentukan tempat/lokasi di Mina? Merupakan kesepakatan bersama antara pengurus haji seluruh dunia dengan pihak panita haji, karena itu sering kali tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Seperti pengalaman haji kami, lokasi tenda di Mina berjarak sekitar 5-7 km dari Lokasi Jumrah, dengan kondisi tenda yang ‘seadanya’. Namun apapun keputusannya, kita sebagai jamaah haji ikhlas menerima dan tetap beribadah maksimal. 

Apa saja yang akan dilakukan ketika berada di Mina?
Pertama,  adalah persiapan melaksanakan Wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah dan wajib dilakukan oleh seluruh jamaah haji tanpa kecuali walaupun dalam kondisi sakit.  Jika tidak melakukan wukuf di Arafah maka hajinya tidak sah.
Kedua, Mabit di Muzdalifah, shalat, berzikir, talbiah dan membaca AlQuran. Jangan lupa untuk mencari kerikil sebagai persiapan lempar Jumrah. Pengalaman kami, karena lokasi Minanya di Mina jadi sehingga berfungsi pula sebagai Muzdalifah.  
Ketiga, persiapan melemar Jumroh dengan 7 kerikil di tanggal 10 Dzulhijah, setiap lemararan sembari mengucapkan AllahuAkbar, setelah selesai berdoa dengan menghadap kiblat kemudian bercukur.
Keempat, Jika memungkinkan pada tanggal 10 Dzulhijjah tersebut jama’ah berangkat ke Makkah untuk melaksanakan thawaf ifadhah beserta sa’i. Jika berat untuk dilakukan, dibolehkan menunda pelaksanaan thawaf ifadhah tersebut hingga akhir hari tasyrik, bahkan sebagian Ulama membolehkan sampai akhir Dzulhijjah.
Kelima, persiapan melontar Jumroh Ula, Wustho, dan ‘Aqabah pada tanggal, 11, dan 12. Masing-masing dengan 7 kerikil dan setiap lemparan mengucapkan Allahu Akbar, kemudian berdoa menghadap kiblat. 
Keenam, menyembelih hewan Qurban pada hari-hari Tasrik

Apa saja yang harus menjadi perhatian penting ketika di Mina?
1.       Upayakan selalu mengingat  lokasi tenda kita, karena Mina adalah hamparan tenda yang sama. Biasanya ada bendera yang membedakan kloter satu dengan kloter lainnya, juga ada pembatas KBIH. Namun seringkali sulit diingat oleh para jamaah apalagi yang sudah sepuh.Bawalah selalu  Identitas diri. Sebaiknya berkelompok jika ingin ke kamar mandi atau keluar tenda.
2.       Ketika di Mina, selama 3 hari kedepan, kita dalam keadaan Ikhram. Perlu diingat untuk mematuhi aturan Ikhram, Berzikir, talbiah  dan berdoa setiap saat. Mina adalah bagian dari ibadah haji, aktivitas ibadah yang dilakukan berlipat pahalanya . jangan sampai disia-siakan dan berlalu begitu saja.
3.      Jangan terjebak dengan pekerjaan rutin seperti mencuci baju atau bersendau gurau berlebihan. Jaga kesehataan kita, jangan sampai kelelahan sehingga tidak maksimal ketika di Wukuf di Arafah dan pelaksanaan ibadah lainnya.
4.     Makanan dan minuman yang disediakan cukup berlimpah, nasi dengan lauk pauk lengkap sudah lebih dari cukup. Makanlah secukupnya, makan untuk sehat dan menambah energi. Tidak makan berlebih atau kurang, rangkaian ibadah di Mina, akan memerlukan kondisi yang fit.
5.     Ketersediaan kamar mandi yang terbatas, carilah waktu-waktu dimana orang tidak terlalu banyak ke kamar mandi dan belajarlah bersabar. Ketika kita sedang di dalam kamar mandi, ingatlah banyak orang yang antri,  jangan berlama-lama dan ketika kita antri, sabarlah menunggu giliran.
 

                                     Suasana Kota Mina pada Malam Hari

 

No comments:

Post a Comment