Mina dikenal sebagai kota
tenda, karena terhampar tenda-tenda permanen yang diperuntukan bagi jamaah haji
seluruh dunia. Mengapa Mina sangat strategis? Karena Mina adalah tempat dimana
jamaah akan melaksanakan Wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, thawaf ifadah
dan saĆ, dan melempar Jumrah. Rangkaian ibadah tersebut hanya dilakukan pada
Ibadah Haji. Selain itu juga melaksanakan idul qurban pada hari-hari tasrik
Hamparan tenda di Kota Mina
Wukuf di Arafah adalah
puncak haji, maka mabit di Mina menjadi bagian penting dalam menyiapkan puncak
ibadah haji. Namun jangan lupa, bahwa di Mina
tetap melaksanakan ibadah dengan khusu. Shalat, berzikir, talbiah,
mendengarkan ceramah dan membaca AlQuran adalah sebagian dari ibadah yang
dilakukan di Mina. Hindari aktivitas yang akan membuat badan letih, apalagi
menguras tenaga dan emosi.
Kapan Jamaah haji berangkat
ke Mina? Nabi Muhammad Saw, melaksanan perjalanan ke Mina pada saat Dhuha di
tanggal 8 Dzulhijjah. Namun untuk saat ini, mengikuti waktu yang afdol seperti
contoh Nabi Muhammad Saw, agak sulit karena jumlah jamaah yang berlimpah. Waktu
keberangkatan ditentukan oleh panitia haji. KBIH kami berangkat selepas magrib
di tanggal 7 Dzulhijjah. Mabid di Mina dimulai pada tanggal 8 sampai tanggal
13. Jika jamaah meninggalkan mina pada tanggal 12, disebut syafar awal.
Bagaimana menentukan
tempat/lokasi di Mina? Merupakan kesepakatan bersama antara pengurus haji
seluruh dunia dengan pihak panita haji, karena itu sering kali tidak sesuai
dengan yang kita harapkan. Seperti pengalaman haji kami, lokasi tenda di Mina
berjarak sekitar 5-7 km dari Lokasi Jumrah, dengan kondisi tenda yang ‘seadanya’. Namun apapun keputusannya, kita
sebagai jamaah haji ikhlas menerima dan tetap beribadah maksimal.
Apa saja yang akan dilakukan ketika
berada di Mina?
Pertama, adalah persiapan melaksanakan Wukuf di Arafah
pada tanggal 9 Dzulhijjah dan wajib dilakukan oleh seluruh jamaah haji tanpa
kecuali walaupun dalam kondisi sakit. Jika
tidak melakukan wukuf di Arafah maka hajinya tidak sah.
Kedua,
Mabit
di Muzdalifah, shalat, berzikir, talbiah dan membaca AlQuran. Jangan lupa untuk
mencari kerikil sebagai persiapan lempar Jumrah. Pengalaman kami, karena lokasi
Minanya di Mina jadi sehingga berfungsi pula sebagai Muzdalifah.
Ketiga,
persiapan melemar Jumroh dengan 7 kerikil di tanggal 10 Dzulhijah, setiap
lemararan sembari mengucapkan AllahuAkbar, setelah selesai berdoa dengan
menghadap kiblat kemudian bercukur.
Keempat, Jika
memungkinkan pada tanggal 10 Dzulhijjah tersebut jama’ah berangkat ke Makkah
untuk melaksanakan thawaf ifadhah beserta sa’i. Jika berat untuk dilakukan,
dibolehkan menunda pelaksanaan thawaf ifadhah tersebut hingga akhir hari
tasyrik, bahkan sebagian Ulama membolehkan sampai akhir Dzulhijjah.
Kelima, persiapan
melontar Jumroh Ula, Wustho, dan ‘Aqabah pada tanggal, 11, dan 12.
Masing-masing dengan 7 kerikil dan setiap lemparan mengucapkan Allahu Akbar,
kemudian berdoa menghadap kiblat.
Keenam, menyembelih
hewan Qurban pada hari-hari Tasrik
Apa saja yang harus menjadi
perhatian penting ketika di Mina?
1. Upayakan
selalu mengingat lokasi tenda kita,
karena Mina adalah hamparan tenda yang sama. Biasanya ada bendera yang
membedakan kloter satu dengan kloter lainnya, juga ada pembatas KBIH. Namun
seringkali sulit diingat oleh para jamaah apalagi yang sudah sepuh.Bawalah
selalu Identitas diri. Sebaiknya berkelompok
jika ingin ke kamar mandi atau keluar tenda.
2. Ketika
di Mina, selama 3 hari kedepan, kita dalam keadaan Ikhram. Perlu diingat untuk
mematuhi aturan Ikhram, Berzikir, talbiah
dan berdoa setiap saat. Mina adalah bagian dari ibadah haji, aktivitas
ibadah yang dilakukan berlipat pahalanya . jangan sampai disia-siakan dan
berlalu begitu saja.
3. Jangan
terjebak dengan pekerjaan rutin seperti mencuci baju atau bersendau gurau
berlebihan. Jaga kesehataan kita, jangan sampai kelelahan sehingga tidak
maksimal ketika di Wukuf di Arafah dan pelaksanaan ibadah lainnya.
4. Makanan
dan minuman yang disediakan cukup berlimpah, nasi dengan lauk pauk lengkap
sudah lebih dari cukup. Makanlah secukupnya, makan untuk sehat dan menambah
energi. Tidak makan berlebih atau kurang, rangkaian ibadah di Mina, akan
memerlukan kondisi yang fit.
5. Ketersediaan
kamar mandi yang terbatas, carilah waktu-waktu dimana orang tidak terlalu
banyak ke kamar mandi dan belajarlah bersabar. Ketika kita sedang di dalam
kamar mandi, ingatlah banyak orang yang antri, jangan berlama-lama dan ketika kita antri, sabarlah menunggu giliran.
Suasana Kota Mina pada Malam Hari


No comments:
Post a Comment