Tuesday, February 7, 2017

Added Value dan Brand Image untuk Jawa Barat Selatan



Jawa Barat bagian selatan  (Jabsel) selalu menjadi primadona, berbagai rencana pengembangan kawasan terus dilakukan untuk mengurangi disparitas antara Jawa Barat bagian selatan dan utara. Jabsel dianggap sebagai kawasan yang pengembangannya tidak secepat Jabar Utara. Disisi lain,  Jabsel memiliki potensi sumberdaya alam yang berlimpah. Potensinya sangat beragam baik sumberdaya alam terbarukan seperti perkebunan, perikanan, kelautan  maupun sumberdaya alam yang tidak terbaharukan seperti pertambangan. Pariwisata, mulai menjadi andalan dan menjadi daya tarik tersendiri.

Pengembangan kawasan selatan mempunyai kendala dalam aspek kewilayahan, seperti kondisi geotektonik dan topografi. Potensi gempa bumi dan tsunami serta kondisi oseanografi sebagai daerah “open sea”, langsung menghadap Samudera Hindia relatif memiliki gelombang tinggi dengan arus deras. Sebagian kawasan merupakan daerah bergunung dan lereng perbukitan. Karena itu, Jabsel memiliki  fungsi ruang sebagai kawasan lindung sehingga dalam pembangunannya tidak merubah fungsi.


Sugahan pemandangan menuju pantai Jabsel, awal 2016

Mendorong pertumbuhan ekonomi yang optimal
Ekonomi sebagai penggerak pembangunan, merupakan keharusan dalam pengembangan suatu kawasan.  Jabsel memiliki potensi ekonomi yang besar.  Perkebunan merupakan sektor unggulan yang sudah berkembang sejak jaman Belanda. Peternakan dan perikanan, terus menggeliat disamping sektor pertambangan sejak ditemukannya beragam sumberdaya tambang di kawasan ini. Jabsel juga memiliki potensi wisata alam yang besar. Salah satunya adalah penetapan Ciletuh sebagai Wisata Geo yang mendunia, tentu menjadi nilai tambah tersendiri bagi kawasan Jabsel.

Namun demikian,  pengembangan  ekonomi di kawasan Jabsel dianggap masih parsial. Konsep regional dalam pengembangan komoditas yang menjadi unggulan sangat diperlukan. Menentukan komoditas unggulan merupakan suatu keharusan sebagai cikal bakal penggerak ekonomi. Jika yang dikembangkan adalah komoditas komparatif, maka added value bagi komoditas tersebut mutlak dilakukan. Jika komoditas kompetitif  yang akan dikembangkan maka akan menjadi keunggulan tersendiri bagi Jabsel.
Identifikasi potensi ekonomi dan identifikasi alternatif pengembangan ekonomi dengan pendekatan rantai nilai perlu dilakukan dalam pengembangan Jabsel. Resource mapping dari supplay side menjadi demand side merupakan langkah awal dalam menetapkan rantai nilai ekonomi. Selain itu, hal penting yang perlu menjadi pertimbangan diantaranya potensi besar dan eksklusif, permintaan tinggi dan berkelanjutan, harga menarik, potensi diversifikasi produk yang memiliki nilai tambah tinggi, memiliki potensi mendorong aktivitas sektor lain dan sesuai dengan karakteristik lokal (fisik dan sosial).

Bisnis kelautan memiliki potensi yang besar. Sayangnya, saat ini bisnis perikanan dan kelautan masih konvensional. Kondisi laut di wilayah Jabsel lebih bergejolak karena pengaruh Samudera Hindia  Dengan kondisi tersebut, maka pengembangan teknologi kelautan dan perikanan menjadi suatu keharusan.

                                                     Pantai Sayang Heulang, awal 2016


Menjadikan Limitasi sebagai Potensi
Topografi Jabsel  yang curam/bergunung/berbukit, keberadaan dataran rendah relative terbatas (untuk pesawahan), muara sungai lebih sedikit dengan debit kecil, kecuali S. Citanduy. Kondisi ini, menjadi limitasi  pembangunan perkotaan ukuran besar (bangunan gedung), pembangunan infrastruktur wilayah dan kota, pembangunan real estate , pembangunan perumahan skala besar.
Pendekatan hidrologi bagi pembangunan saluran irigasi skala besar relative sulit. Demikian pula pembangunan pembangkit listrik tenaga air, karena keberadaan aliran-aliran sungai yang tidak menopang optimal. Pembangunan jaringan jalan-jalan regional dan jalan-jalan lokal/jalan kabupaten akan mahal karena topografi, termasuk konstruksi drainase dan jembatan penghubung antara kawasan/antar wilayah. Pembangunan pembangkit listrik, distribusi energy listrik tegangan tinggi, tegangan menengah dan tegangan rendah relatif akan mahal untuk wilayah-wilayah yang berbukit-bukit, begitu pula dengan pembangunan infrastruktur telekomunikasi/telematika.
Catatan penting lainnya, potensi kebencanaan yang tinggi  dan kondisi alamnya, menyebakan Jabsel memilifi fungsi kawasan lindung lebih luas dibandingkan dengan daerah lainnya. Untuk itu,  keterbatasan lahan menjadi point utama dalam pengembangan Jabsel.
Jabsel memiliki potensi energy terbarukan yang cukup besar. Bagi daerah yang terisolasi, maka pemenuhan kebutuhan energy melalui potensi lokal dapat dikembangkan, misalnya mikrohydro, solar sell atau pemanfaatan tenaga angin. Panas bumi merupakan energy ramah lingkungan yang saat ini terus dikembangkan, termasuk di Jabsel. Pengembangan energy terbarukan dapat menjadi sektor andalan.
Pembangunan infrastruktur jalan harus dapat membatasi pergerakan penduduk apalagi perpindahan penduduk. Kereta api dan transportasi udara dapat menjadi pilihan yang tepat. Pembangunan jalur bebas hambatan ternyata memicu pengembangan sepanjang jalur lintasan. Seperti jalan tol Jakarta-Bandung, berdampak terhadap pertumbuhan perumahan-permukiman dan sentral-sentral bisnis disekitarnya dan rest area yang menjadi tempat rekreasi. Jika ini terjadi, selain akan berdampak terhadap perusakan lingkungan juga meningkatkan resiko bencana.  Konsep yang dikembangkan adalah mempermudah dan memperlancar pergerakan komoditas tapi tidak untuk penduduk.
Peningkatan sumberdaya manusia menjadi catatan penting. Sebagian besar, penduduk Jabsel masih berpendidikan rendah. Secara keseluruhan di Jawa Barat, rata-rata lama sekolah sekitar 8 tahun untuk penduduk berusia 15 tahun ke atas. Tentu saja, pengembangan Jabsel harus perlu menjadikan masyarakat lokal sebagai pemeran utama. Perencanaan yang jelas dan terinci perlu disusun dalam upaya peningkatan sumberdaya manusia Jabsel. Saat ini, yang paling memungkinkan adalah mencetak manusia-manusia yang siap bekerja yang mendukung perekonomian. Sekolah kejuruan adalah pilihan yang tepat. Menyiapkan tenaga terdidik dengan keahlian khusus akan menjadi andalan dan sangat dibutuhkan dari pada ‘memaksakan’ untuk belajar di universitaspada tingkat yang lebih tinggi. Politeknik akan lebih menjadi pilihan utama.

Brand Image dan Komitmen Bersama
Sebagai Kawasan rawan becana, maka perlu adanya integrasi kawasan rawan bencana ke dalam nilai ekonomi dan sosial. Limitiasi di kawasan Jabsel menjadikan penerapan teknologi merupakan suatu keharusan. Integrasi masyarakat dengan mempertimbangkan kearifan lokal merupakan hal penting. Perspektif capacity building dengan wawasan SDM yang sesuai untuk pembangunan Jabsel. Berbagai upaya dalam pengembangan Jabsel harus memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal.
Pencitraan khusus atau Brand Image perlu ditetapkan. Brand Image akan memancing perhatian dan keseriusaan dalam pengembangan Jabsel. Tentu saja, harapannya bahwa semua pihak dapat berperan.

Kita dapat "mengklain" produk Jabsel adalah produk yang ramah lingkungan; menggunakan energy terbarukan, proses produksi yang meminimalisas limbah bahkan zero waste, produk yang dihasilkan menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan, misalnya penggunaan pupuk kandang untuk pertanian/perkebunan, penggunaan air seminimal mungkin dan sebagainya. Band Image ini lah yang akan menjadikan produk Jabsel berbeda dan tentu saja harganya akan jauh lebih mahal.
Menjadikan wilayah Jabsel sebagai kawasan unggulan dengan karakteristik khususnya, memerlukan keseriusan dan kerjasama semua pihak . Untuk itu, komitmen bersama yang bersifat jangka panjang  sangat penting dalam memajukan Jabar selatan.
Sumber : Disarikan dari berbagai sumber/bahan paparan/diskusi tentang Jawa Barat Selatan.

No comments:

Post a Comment