Saturday, January 27, 2018

Mau Tidak Mau, Suka Tidak Suka, Saat ini AIR LIMBAH menjadi SUMBER AIR BAKU



Setiap tanggal 22 Maret, seluruh dunia akan memperingati HARI AIR DUNIA. Peringatan Hari Air Dunia, bertujuan menyadarkan kita akan pentingnya air sebagai kunci dari kehidupan makhluk  hidup, sehingga dapat menetapkan aksi mengatasi krisis air. Tema hari air sedunia  pada tahun 2017  adalah  WasteWater (Air Limbah).  


 Tema Hari Air Dunia Tahun 2017
Mengapa Air Limbah?
Dalam aktivitasnya manusia tidak lepas dari air, memanfaatkan air baik langsung maupun tidak langsung, pada  akhirnya menghasilkan air kotor yang kita sebut sebagai air limbah/limbah cair. Sumber limbah cair dibagi  menjadi dua yaitu,  point source (sumber titik) misalnya dari aktivitas domestik, peternakan dan industri dan sumber non point source (sumber area) misalnya dari pertanian, jalan, kebun dan sebagainya. 

Domestik, merupakan sumber dominan yang menyebabkan pencemaran  lingkungan, khususnya di kota-kota besar yang padat penduduk dan jumlah penduduk yang besar,   dengan sistem sanitasi yang buruk. Pengolahan limbah cair dari rumah atau perkantoran  di Indonesia, pada umumnya menggunakan septitank.  Namun masih banyak yang membuang langsung limbahnya ke sungai. Walaupun mereka sudah memiliki toilet di rumah tetapi sistem pembuangannya seperti cubluk (langsung dibuang  ke sungai tanpa pengolahan). 

Industri,  juga merupakan sumber pencemar yang memerlukan perhatian khusus. Jenis limbah industri dan jumlah limbah yang dihasilkan sangat tergantung dari jenis industri dan proses yang terjadi dalam sistem produksinya. Semisal industri tekstil,  proses pencelupan akan menghasilkan  limbah cair. Proses pewarnaan yang dilakukan juga menghasilkan berbagai unsur  logam berbahaya. Tidak semua industri mengolah limbahnya sesuai aturan yang ada. Sebagian sudah mengolah limbahnya tetapi masih tidak sesuai dengan baku mutu limbah cair yang sudah ditentukan. Bahkan masih ada industri yang membuang limbahnya begitu saja ke alam, ke badan air, ke lahan dan saluran-saluran irigasi.  

Pertanian dan perkebunan,  pada akhirnya menghasilkan limbah yang mengandung pupuk kimia, mengalir dan masuk dalam sistem hydrologi.

Peternakan, juga merupakan sumber pencemar. Semisal peternakan sapi, masih ada peternak yang membuang kotoran sapi langsung ke badan air. Perikaan, seperti jaring apung ternyata juga menurunkan kualitas air akibat pakan berlebih yang digunakan, dan masih banyak sumber pencemar lainnya.

Menurut data dari PBB , lebih dari 80% air limbah dibuang  ke alam tanpa diolah terlebih dahulu. Karena itu, mau tidak mau, suka tidak suka, saat ini air limbah menjadi sumber air baku, menjadi sumber air bersih bagi berbagai aktivitas manusia.

Selain kualitas, debit air pun menjadi masalah serius. Perbedaan  debit  yang besar sangat berpengaruh terhadap lingkungan. Pada musim hujan air berlebih sehingga menyebabkan banjir di beberapa tempat, sebaliknya pada musim kemarau banyak daerah yang mengalami krisis air.  Perbedaan debit air yang tinggi antara musim hujan dan musim kemarau, menunjukkan bahwa siklus air tidak seimbang.

Masih berdasarkan data dari PBB, pencemaran akibat air limbah telah mempengaruhi kesehatan manusia. Sekitar 1,8 juta manusia menggunakan sumber air minum yang terkontaminasi tinja. Kombinasi dari ketidakcukupan sanitasi, buruknya sistem sanitasi dan air minum yang terkontaminasi, bertanggung jawab terhadap 2 juta kematian anak-anak karena diare dan berbagai masalah kesehatan karena  air yang terkontaminasi. Akses terhadap air bersih masih sangat terbatas terutama di negara berkembang. Banyak negara memerlukan berjam-jam berjalan untuk mendapat sumber air bersih.  

Secara global kebutuhan air akan meningkat sekitar 50% pada tahun 2030. Artinya, tantangan pemenuhan  kebutuha air bersih akan semakin berat jika kondisiya masih seperti sekarang.

Seperti  pada tulisan sebelumnya http://efandora.blogspot.co.id/2018/01/air-yang-kita-gunakan-ya-itu-itu-juga.html. Bahwa air mengikuti hukum kekekalan energi. Air yang kita gunakan adalah air yang sama. Konsekuensinya, jika kondisi air tercemar,untuk pengolahan air akan diperlukan energi lebih  besar, biaya akan semakin mahal karena kandungan pencemaran yang ada pada air.

Mau tidak mau, suka tidak suka, air limbah menjadi sumber air baku, air limbah tidak dibuang  tetapi digunakan sebagai sumber air bersih. Untuk itu, mengolah air limbah sangat penting untuk menyelamatkan alam, untuk meyelamatkan kehidupan termasuk di dalamnya manusia sebagai khalifah.

No comments:

Post a Comment