Setiap tanggal 22 Maret,
seluruh dunia akan memperingati HARI AIR DUNIA. Peringatan Hari Air Dunia,
bertujuan menyadarkan kita akan pentingnya air sebagai kunci dari kehidupan makhluk hidup, sehingga dapat menetapkan aksi
mengatasi krisis air. Tema hari air sedunia pada tahun 2017 adalah WasteWater
(Air Limbah).
Tema Hari Air Dunia Tahun 2017
Mengapa
Air Limbah?
Dalam aktivitasnya manusia
tidak lepas dari air, memanfaatkan air baik langsung maupun tidak langsung,
pada akhirnya menghasilkan air kotor
yang kita sebut sebagai air limbah/limbah cair. Sumber limbah cair dibagi menjadi dua yaitu, point
source (sumber titik) misalnya dari aktivitas domestik, peternakan dan
industri dan sumber non point source (sumber
area) misalnya dari pertanian, jalan, kebun dan sebagainya.
Domestik,
merupakan sumber dominan yang menyebabkan pencemaran lingkungan, khususnya di kota-kota besar yang
padat penduduk dan jumlah penduduk yang besar,
dengan sistem sanitasi yang buruk. Pengolahan limbah cair dari rumah
atau perkantoran di Indonesia, pada
umumnya menggunakan septitank. Namun masih
banyak yang membuang langsung limbahnya ke sungai. Walaupun mereka sudah
memiliki toilet di rumah tetapi sistem pembuangannya seperti cubluk (langsung
dibuang ke sungai tanpa pengolahan).
Industri,
juga merupakan sumber pencemar yang memerlukan
perhatian khusus. Jenis limbah industri dan jumlah limbah yang dihasilkan
sangat tergantung dari jenis industri dan proses yang terjadi dalam sistem
produksinya. Semisal industri tekstil,
proses pencelupan akan menghasilkan limbah cair. Proses pewarnaan
yang dilakukan juga menghasilkan berbagai unsur logam berbahaya. Tidak
semua industri mengolah limbahnya sesuai aturan yang ada. Sebagian sudah
mengolah limbahnya tetapi masih tidak sesuai dengan baku mutu limbah cair yang
sudah ditentukan. Bahkan masih ada industri yang membuang limbahnya begitu saja
ke alam, ke badan air, ke lahan dan saluran-saluran irigasi.
Pertanian
dan perkebunan, pada
akhirnya menghasilkan limbah yang mengandung pupuk kimia, mengalir dan masuk
dalam sistem hydrologi.
Peternakan,
juga merupakan sumber pencemar. Semisal peternakan sapi, masih ada peternak
yang membuang kotoran sapi langsung ke badan air. Perikaan, seperti jaring apung
ternyata juga menurunkan kualitas air akibat pakan berlebih yang digunakan, dan masih banyak sumber
pencemar lainnya.
Menurut data dari PBB , lebih
dari 80% air limbah dibuang ke alam
tanpa diolah terlebih dahulu. Karena itu, mau tidak mau, suka tidak suka, saat
ini air limbah menjadi sumber air baku, menjadi sumber air bersih bagi berbagai
aktivitas manusia.
Selain kualitas, debit air pun
menjadi masalah serius. Perbedaan
debit yang besar sangat berpengaruh
terhadap lingkungan. Pada musim hujan air berlebih sehingga menyebabkan banjir
di beberapa tempat, sebaliknya pada musim kemarau banyak daerah yang mengalami
krisis air. Perbedaan debit air yang
tinggi antara musim hujan dan musim kemarau, menunjukkan bahwa siklus air tidak
seimbang.
Masih berdasarkan data dari
PBB, pencemaran akibat air limbah telah mempengaruhi kesehatan manusia. Sekitar
1,8 juta manusia menggunakan sumber air minum yang terkontaminasi tinja.
Kombinasi dari ketidakcukupan sanitasi, buruknya sistem sanitasi dan air minum
yang terkontaminasi, bertanggung jawab terhadap 2 juta kematian anak-anak
karena diare dan berbagai masalah kesehatan karena air yang terkontaminasi. Akses terhadap air
bersih masih sangat terbatas terutama di negara berkembang. Banyak negara
memerlukan berjam-jam berjalan untuk mendapat sumber air bersih.
Secara global kebutuhan air
akan meningkat sekitar 50% pada tahun 2030. Artinya, tantangan pemenuhan kebutuha air bersih akan semakin berat jika
kondisiya masih seperti sekarang.
Seperti pada tulisan sebelumnya http://efandora.blogspot.co.id/2018/01/air-yang-kita-gunakan-ya-itu-itu-juga.html.
Bahwa air mengikuti hukum kekekalan energi. Air yang kita gunakan adalah air yang
sama. Konsekuensinya, jika kondisi air tercemar,untuk pengolahan air akan diperlukan energi
lebih besar, biaya akan
semakin mahal karena kandungan pencemaran
yang ada pada air.
Mau tidak mau, suka tidak
suka, air limbah menjadi sumber air baku, air limbah tidak dibuang tetapi digunakan sebagai sumber air bersih. Untuk itu, mengolah air
limbah sangat penting untuk menyelamatkan alam, untuk meyelamatkan kehidupan
termasuk di dalamnya manusia sebagai khalifah.
No comments:
Post a Comment