Kapan kita perlu menggunakan
seragam haji? Bagaimana bentuk seragam haji? Berapa banyak seragam haji yang
kita bawa? Adalah pertanyaan yang umum ditanyakan oleh para jamaah haji. Terutama
bagi kaum perempuan yang seleranya sangat beragam.
Bagaimana model seragam haji?
Model seragam haji, jika berdasarkan saran dari pemerintah berbentuk seperti
blazer. Namun tidak menjadi keharusan, karena pada saat saya berhaji di tahun
2017 ternyata modelnya beragam tergatung
kreasi para jamaah masing-masing. Ada yang berbentuk tunik, ada yang model gamis
dan ada pula yang mengikuti model dari pemerintah (blazer). Jadi, tidak ada ketentuan untuk model baju.
Dikembalikan kepada para jamaah, yang penting pakaian tadi nyaman digunakan
oleh kita.
Berfoto bersama di Asrama Haji Bekasi, bersama jamaah
salman
dan pembimbing Ustadz Budi
Prayitno
sesaat sebelum berangkat ke Bandara Soekarno
Jika model blazer, maka sebaiknya
agak panjang menutup bagian belakang badan agar lebih leluasa bergerak. Apalagi
penggunakan seragam digunakan pada saat perjalanan yang jauh dan lama.
Kapan seragam haji digunakan? Pertama, Seragam
haji digunakan pada saat pergi dari tempat tinggal ke asrama haji dan beristirahat
beberapa jam saja untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke bandara. Kedua, pada
saat perjalanan dari asrama haji ke Bandara dan ketiga penggunaan
seragam serentak adalah pada saat kepulangan haji. Jadi seragam haji digunakan pada tiga kali kesempatan.
Berapa jumlah seragam haji yang
diperlukan? Umumnya jamaah memiliki 2 baju seragam haji, terutama bagi
kaum perempuan. Seragam pertama
kita gunakan pada saat keberangkatan
dari rumah ke asrama haji dan keduan pada saat keberangkatan dari asrama haji
ke tanah suci. Waktu tempuh yang cukup lama dan jeda waktu di asrama haji serta
aktivitas yang dilakukan, untuk sebagian jamaah akan tidak nyaman jika
menggunakan baju yang sama.
Bagi kita terutama kaum
perempuan, sangat tidak nyaman jiga menggunakan satu baju. Sebagian jamaah
menggunakan baju yang sama pada saat berangkat dari tempat tinggal ke asrama
haji dan pada saat dari asrama haji ke bandara, sehingga hanya diperlukan satu
baju seragam haji. Baju seragam juga dapat kita gunakan ketika beraktivitas di
tanah suci, sehingga bisa menambah stok pakaian.
Bagaimana mendapatkan seragam
haji? Kain seragam akan kita dapatkan dari bank tempat dimana kita
membayar biaya haji dan pemerintah. Saat ini kain seragam haji bisa
dengan mudah kita dapatkan, bahkan yang sudah berbentuk baju pun sudah banyak
dijual.
Bagaimana pakain pelengkapnya?
Ini juga kesepakatan saja. Tidak diharuskan berwarna putih atau gelap atau
warna lainnya. Namun menurut saya pribadi, sebaiknya celana panjang/rok
berwarna gelap dan kerudung putih akan tampak lebih bersih dan rapih. Begitu
pula dengan kaum bapak, bisa menggunakan bawahan berwarna gelap. Waktu
perjalaan yang jauh dan lama serta pergerakan yang dinamis akan
membutuhkan pakaian yang nyaman.
Seragam haji juga akan membedakan
jamaah Indonesia dengan non Indonesia. Ketika di tanah suci maka akan terasa berbeda melihat rekan-rekan kita
menggunakan seragam haji Indonesia.
Pada akhirnya, semua tergatung
pada kebutuhan masing-masing, semoga tulisan ini bermanfaat…Aamiin
Tautan lainnya
https://efandora.blogspot.co.id/2017/11/7-cara-mendapatkan-pahala-besar-dari.html
https://efandora.blogspot.co.id/2017/12/9-peralatan-penting-selama-beribadah.html
https://efandora.blogspot.co.id/2018/01/menyiapkan-pakaian-terbaik-untuk-ibadah.html
No comments:
Post a Comment