Saturday, January 6, 2018

PERTANYAAN SEPUTAR SERAGAM HAJI



Kapan kita perlu menggunakan seragam haji? Bagaimana bentuk seragam haji? Berapa banyak seragam haji yang kita bawa? Adalah pertanyaan yang umum ditanyakan oleh para jamaah haji. Terutama bagi kaum perempuan yang seleranya sangat beragam.

Bagaimana model seragam haji? Model seragam haji, jika berdasarkan saran dari pemerintah berbentuk seperti blazer. Namun tidak menjadi keharusan, karena pada saat saya berhaji di tahun 2017 ternyata modelnya beragam tergatung  kreasi para jamaah masing-masing.  Ada yang berbentuk tunik, ada yang model gamis dan ada pula yang mengikuti model dari pemerintah (blazer).  Jadi, tidak ada ketentuan untuk model baju. Dikembalikan kepada para jamaah, yang penting pakaian tadi nyaman digunakan oleh kita.
                                                           

Berfoto bersama di Asrama Haji Bekasi, bersama jamaah salman 
dan pembimbing Ustadz  Budi Prayitno
sesaat sebelum berangkat ke Bandara Soekarno

Jika model blazer, maka sebaiknya agak panjang menutup bagian belakang badan agar lebih leluasa bergerak. Apalagi penggunakan seragam digunakan pada saat perjalanan yang jauh dan lama.

Kapan seragam haji digunakan? Pertama, Seragam haji digunakan pada saat pergi dari tempat tinggal ke asrama haji dan beristirahat beberapa jam saja untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke bandara. Kedua, pada saat perjalanan dari asrama haji ke Bandara dan ketiga   penggunaan seragam serentak adalah pada saat kepulangan haji.  Jadi seragam haji digunakan pada tiga kali kesempatan. 

Berapa jumlah seragam haji yang diperlukan? Umumnya jamaah memiliki 2 baju seragam haji, terutama bagi kaum perempuan.  Seragam pertama kita  gunakan pada saat keberangkatan dari rumah ke asrama haji dan keduan pada saat keberangkatan dari asrama haji ke tanah suci. Waktu tempuh yang cukup lama dan jeda waktu di asrama haji serta aktivitas yang dilakukan, untuk sebagian jamaah akan tidak nyaman jika menggunakan baju yang sama.
Bagi kita terutama kaum perempuan, sangat tidak nyaman jiga menggunakan satu baju. Sebagian jamaah menggunakan baju yang sama pada saat berangkat dari tempat tinggal ke asrama haji dan pada saat dari asrama haji ke bandara, sehingga hanya diperlukan satu baju seragam haji. Baju seragam juga dapat kita gunakan ketika beraktivitas di tanah suci, sehingga bisa menambah stok pakaian.

Bagaimana mendapatkan seragam haji? Kain seragam akan kita dapatkan dari bank tempat dimana kita membayar biaya haji dan pemerintah. Saat ini kain seragam haji bisa dengan mudah kita dapatkan, bahkan yang sudah berbentuk baju pun sudah banyak dijual.

Bagaimana pakain pelengkapnya? Ini juga kesepakatan saja. Tidak diharuskan berwarna putih atau gelap atau warna lainnya. Namun menurut saya pribadi, sebaiknya celana panjang/rok berwarna gelap dan kerudung putih akan tampak lebih bersih dan rapih. Begitu pula dengan kaum bapak, bisa menggunakan bawahan berwarna  gelap. Waktu  perjalaan yang jauh dan lama serta pergerakan yang dinamis akan membutuhkan pakaian yang nyaman.

Seragam haji juga akan membedakan jamaah Indonesia dengan non Indonesia. Ketika di tanah suci maka  akan terasa berbeda melihat rekan-rekan kita menggunakan seragam haji Indonesia.
Pada akhirnya, semua tergatung pada kebutuhan masing-masing, semoga tulisan ini bermanfaat…Aamiin

Tautan lainnya
https://efandora.blogspot.co.id/2017/11/7-cara-mendapatkan-pahala-besar-dari.html
https://efandora.blogspot.co.id/2017/12/9-peralatan-penting-selama-beribadah.html
https://efandora.blogspot.co.id/2018/01/menyiapkan-pakaian-terbaik-untuk-ibadah.html

No comments:

Post a Comment