Wednesday, January 17, 2018

Air yang Kita Gunakan, ya Itu-Itu Juga



Air adalah kebutuhan mendasar manusia. Sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air.  Otak manusia  sekitar 83 % merupakan air, mata manusia mengandung 95% air. Hampir dalam setiap aktivitas manusia tidak terlepas dari air, kegiatan di rumah, kegiatan disekolah, aktivitas pertanian dan aktivitas industri akan  membutuhkan air dalam prosesnya.

Air itu, mengikuti hukum kekekalan Energi.  Sejak dahulu kala sampai bumi ini berakhir, jumlah air akan tetap, tidak lebih dan tidak kurang. Gejala alam serta aktivitas manusialah yang kemudian mengubah komposisi air di bumi. Diyakini bahwa aktivitas manusia, memberikan pengaruh paling besar terhadap perubahan komposisi air di alam.

Hydrologi air atau siklus air, merupakan sistem tertutup seperti gambar di bawah ini.



Siklus Air atau Siklus Hydrologi, merupakan siklus tertutup.


Gambar di atas menunjukkan,  air yang ada di bumi mengikuti siklus tertutup. Artinya, air yang kita gunakan, ya itu-itu juga. Secara garis besar, air menguap (evaporasi) dan terkumpul menjadi awan dalam bentuk gas, kemudian turun menjadi hujan (setelah kondensasi) dalam bentuk cair. Hujan  masuk meresap kedalam tanah (infiltrasi) menjadi air tanah dangkal dan air tanah dalam, sebagian mengalir melewati permukaan tanah seperti jalan (run off), sebagian masuk ke sungai, danau dan semua  berakhir di laut. Siklus terulang kembali, penguapan, hujan, infiltrasi, run off dan seterusnya.

Siklus air menunjukkan air ada dalam berbagai wujud. Wujud air, padat saat menjadi es; berbentuk gas pada saat menjadi uap air dan awan; cair mengalir pada saat hujan, limpasan air dan aliran air pada sungai, laut, danau dan sebagainya.  Ketiga wujud inilah yang kemudian berubah komposisinya dari hari ke hari, dari tahun ke tahun.

Air itu, seharusnya  dalam bentuk padat (es), Karena bumi semakin panas meyebabkan es di beberapa tepat mencair, jumlah air dalam bentuk cair bertambah banyak menyebabkan sebagian pulau-pulau kecil tenggelam, terjadi banjir di di belahan bumi lainnya. Menyebabkan Luapan air sungai dan laut, daratan menjadi lebih sempit, garis pantai menjorok masuk ke daratan. Mengurangi lahan untuk tempat tinggal, untuk bertani dan berkebun.

Diyakini bahwa salah satu penyebab utama adalah terjadinya pemanasan global. Perubahan iklim bumi, menyebabkan laju perubahan wujud air semakin cepat dan tak seimbang.

Air itu, seharusnya ada di dalam tanah, tetapi berkurangnya kawasan resapan menyebabkan  air tidak dapat menyerap masuk ke dalam tanah, menyebabkan run off semakin besar. Air dibiarkan mengalir di permukaan tanah. Berkurangnya resapan air, menyebabkan cadangan air semakin sedikit sehingga pada musim kemarau sering kali kekurangan air.

Air  mengikuti  alirannya membawa partikel-partikel tanah,  dayanya yang cukup kuat menyebabkan terjadinya erosi bahkan longsor. Limpasan air sering menyebabkan berbagai infrastruktur mudah rusak dan menyebabkan kerugian yang besar bahkan korban jiwa.

Air itu, seharusnya merupakan air bersih,  karena air bekas aktivitas di rumah, air bekas proses produksi di industri, pertanian, perkebunan dan sebagainya, menjadi limbah tanpa diolah  dibuang begitu saja ke sungai, ke saluran irigasi dan tempat lainnya menyebabkan pencemaran lingkungan.

Air sungai yang awalnya bersih, terlewati limbah dan tercampur, menyebabkan sungai tercemar berat. Dahulu, sebelum jumlah manusia sebanyak sekarang, air bersih ada di mana-mana. Penduduk dengan mudah mendapatkan sumber air bersih, sekalipun dari sungai. Bisa jadi jumlah  air bersih pada saat itu masih sekitar 80%  dan air terkontainasi hanya sekitar 20% dari air yang ada. Namun saat ini, saat manusia tumbuh dan berkembang pesat, air tercemar lebih 80%  dan hanya 20% air bersih.

Sebetulnya alam mempunyai kemampuan untuk ‘membersihkan dirinya sendiri’ atau disebut Self Purification. Kemampuan ini sudah merupakan ketetapan dari Yang Maha Kuasa. Namun degradasi alam yang terlalu cepat akibat polusi yang berat menyebabkan alam tak mampu membersihkan dirinya, perlu ada campur tangan manusia untuk mengembalikan kondisinya. 

Mengurangi dan mengolah limbah yang dihasilkan dari setiap aktivitas manusia menjadi suatu keharusan. Selama masih ada limbah masuk ke dalam sungai atau ke dalam tanah atau elemen alam lainnya, melampaui kemampuan alam membersihkan dirinya sendiri maka selama itulah pencemaran terjadi.

2 comments:

  1. Sae,Bu Eva .. disajikan dengan bahasa populer. Barangkali kalo boleh saya sarankan, ditambihan penjelasanya dalam bentuk gambar2 🙏🙏 .. tapi overall sae pisan

    ReplyDelete