Air adalah kebutuhan
mendasar manusia. Sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air. Otak manusia
sekitar 83 % merupakan air, mata manusia mengandung 95% air. Hampir
dalam setiap aktivitas manusia tidak terlepas dari air, kegiatan di rumah,
kegiatan disekolah, aktivitas pertanian dan aktivitas industri akan membutuhkan air dalam prosesnya.
Air itu, mengikuti hukum
kekekalan Energi. Sejak dahulu kala
sampai bumi ini berakhir, jumlah air akan tetap, tidak lebih dan tidak kurang.
Gejala alam serta aktivitas manusialah yang kemudian mengubah komposisi air di
bumi. Diyakini bahwa aktivitas manusia, memberikan pengaruh paling besar
terhadap perubahan komposisi air di alam.
Hydrologi air atau siklus
air, merupakan sistem tertutup seperti gambar di bawah ini.
Siklus Air atau Siklus Hydrologi,
merupakan siklus tertutup.
Gambar di atas
menunjukkan, air yang ada di bumi
mengikuti siklus tertutup. Artinya, air yang kita gunakan, ya itu-itu juga.
Secara garis besar, air menguap (evaporasi) dan terkumpul menjadi awan dalam
bentuk gas, kemudian turun menjadi hujan (setelah kondensasi) dalam bentuk
cair. Hujan masuk meresap kedalam tanah
(infiltrasi) menjadi air tanah dangkal dan air tanah dalam, sebagian mengalir
melewati permukaan tanah seperti jalan (run off), sebagian masuk ke sungai,
danau dan semua berakhir di laut. Siklus
terulang kembali, penguapan, hujan, infiltrasi, run off dan seterusnya.
Siklus air menunjukkan air
ada dalam berbagai wujud. Wujud air, padat saat menjadi es; berbentuk gas pada
saat menjadi uap air dan awan; cair mengalir pada saat hujan, limpasan air dan
aliran air pada sungai, laut, danau dan sebagainya. Ketiga wujud inilah yang kemudian berubah
komposisinya dari hari ke hari, dari tahun ke tahun.
Air itu, seharusnya dalam bentuk padat (es), Karena bumi semakin
panas meyebabkan es di beberapa tepat mencair, jumlah air dalam bentuk cair
bertambah banyak menyebabkan sebagian pulau-pulau kecil tenggelam, terjadi
banjir di di belahan bumi lainnya. Menyebabkan Luapan air sungai dan laut,
daratan menjadi lebih sempit, garis pantai menjorok masuk ke daratan.
Mengurangi lahan untuk tempat tinggal, untuk bertani dan berkebun.
Diyakini bahwa salah satu
penyebab utama adalah terjadinya pemanasan global. Perubahan iklim bumi,
menyebabkan laju perubahan wujud air semakin cepat dan tak seimbang.
Air itu, seharusnya ada di
dalam tanah, tetapi berkurangnya kawasan resapan menyebabkan air tidak dapat menyerap masuk ke dalam
tanah, menyebabkan run off semakin besar. Air dibiarkan mengalir di permukaan
tanah. Berkurangnya resapan air, menyebabkan cadangan air semakin sedikit
sehingga pada musim kemarau sering kali kekurangan air.
Air mengikuti
alirannya membawa partikel-partikel tanah, dayanya yang cukup kuat menyebabkan
terjadinya erosi bahkan longsor. Limpasan air sering menyebabkan berbagai
infrastruktur mudah rusak dan menyebabkan kerugian yang besar bahkan korban
jiwa.
Air itu, seharusnya
merupakan air bersih, karena air bekas
aktivitas di rumah, air bekas proses produksi di industri, pertanian,
perkebunan dan sebagainya, menjadi limbah tanpa diolah dibuang begitu saja ke sungai, ke saluran
irigasi dan tempat lainnya menyebabkan pencemaran lingkungan.
Air sungai yang awalnya
bersih, terlewati limbah dan tercampur, menyebabkan sungai tercemar berat.
Dahulu, sebelum jumlah manusia sebanyak sekarang, air bersih ada di mana-mana.
Penduduk dengan mudah mendapatkan sumber air bersih, sekalipun dari sungai.
Bisa jadi jumlah air bersih pada saat
itu masih sekitar 80% dan air
terkontainasi hanya sekitar 20% dari air yang ada. Namun saat ini, saat manusia
tumbuh dan berkembang pesat, air tercemar lebih 80% dan hanya 20% air bersih.
Sebetulnya alam mempunyai
kemampuan untuk ‘membersihkan dirinya sendiri’ atau disebut Self Purification.
Kemampuan ini sudah merupakan ketetapan dari Yang Maha Kuasa. Namun degradasi
alam yang terlalu cepat akibat polusi yang berat menyebabkan alam tak mampu
membersihkan dirinya, perlu ada campur tangan manusia untuk mengembalikan
kondisinya.
Mengurangi dan mengolah
limbah yang dihasilkan dari setiap aktivitas manusia menjadi suatu keharusan.
Selama masih ada limbah masuk ke dalam sungai atau ke dalam tanah atau elemen
alam lainnya, melampaui kemampuan alam membersihkan dirinya sendiri maka selama
itulah pencemaran terjadi.
Sae,Bu Eva .. disajikan dengan bahasa populer. Barangkali kalo boleh saya sarankan, ditambihan penjelasanya dalam bentuk gambar2 🙏🙏 .. tapi overall sae pisan
ReplyDeletemakzsih
Delete