Jawa Barat sudah lama berencana membangun Citarum Centre
of Excellence (CCE) atau pusat pembelajaran segala sesuatu tentang Citarum.
Kondisi Citarum dan peran pentingnya, menarik semua stake holder untuk berperan
aktif dalam pengelolaan Citarum. Bahkan mampu mendatangkan presiden RI untuk
hadir langsung melihat kodisi hulu Citarum.
Bagaimana sebaiknya CCE direncanakan?apa saja materi yang
akan dibahas?Bagaimana desainnya agar banyak orang yang tertarik dan menjadi
tempat pembelajaran yang asik?
Pada tahun 2014, saya mendapat kesempatan mengunjungi
Anyang River Gallery (ARG). Tulisan ini
diharapkan dapat menggambarkan bagaimana ARG dapat menjadi referensi CCE.
Sungai Han merupakan satu dari empat sungai besar di Korsel. Melalui program Restorasi sungai, sungai Anyang yang merupakan anak sungai Han, menjadi target perbaikan program tersebut.
Salah satu sudut ARG yang paling menarik. Dokpri
Mengapa
S. Anyang memiliki galeri khusus?
S. Anyang berada di kota Seoul, lokasinya yang strategis, memiliki peran penting dalam ekosistem lingkungan dan menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitarnya. Di sisi lain, sungai ini memiliki masalah yang kompleks dan pada akhirnya menjadi sungai yang sehat dan indah.
Galeri ini juga menjadi tempat pembelajaran sejarah, bagaimana upaya perbaikan lingkungan yang dilakukan.
Memory of crisis dan salah satu sarana interaktif bagi pengunjung.Dokpri
S. Anyang berada di kota Seoul, lokasinya yang strategis, memiliki peran penting dalam ekosistem lingkungan dan menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitarnya. Di sisi lain, sungai ini memiliki masalah yang kompleks dan pada akhirnya menjadi sungai yang sehat dan indah.
Sejarah
perbaikan Sungai Anyang terdokumentasi baik di ARG. Bagaimana
kondisi awal S.Anyang yang dikenal sebagai sungai mati kemudian hidup kembali,
menjadi sungai yang sehat, bersih dan bebas dari berbagai limbah dan sampah. Menjadi
pusat penelitian, pembelajaran dan rekreasi
masyarakat sekitar.
Galeri ini juga menjadi tempat pembelajaran sejarah, bagaimana upaya perbaikan lingkungan yang dilakukan.
Memory of crisis dan salah satu sarana interaktif bagi pengunjung.Dokpri
Sesampainya di ARG, kami disambut oleh pengelola ARG dan memperkenalkan seorang ibu muda. Ternyata ibu ini adalah
ibu rumah tangga, beliau merupakan salah satu volunteer diantara banyak
volunteer lainnya. Mereka yang peduli terhadap S.Anyang mendirikan sebuah
komunitas, yang kemudian salah satunya menjadi relawan di ARG. Komunitas ini terdiri dari berbagai kalangan,
ada mahasiswa, ibu rumah tangga, bahkan pekerja.
Dengan
bantuan media interaktif, kami mendapatkan penjelasan sejarah awal S. Anyang. Pada
tahun 1960-an, S. Anyang dikenal sebagai dead
river, karena tingginya pencemaran menyebabkan tak satupun makhluk hidup
yang ada di sungai. Bagaimana pada masanya, S. Anyang seperti sungai-sungai di
Indonesia saat ini, kotor dengan pencemaran yang tinggi. Menjadi tempat pembuangan
berbagai jenis sampah. Sampah plastik, sisa makanan, bangkai binatang, kasur
bahkan sepeda tak terpakai ditemukan di S. Anyang. Selain itu, berbagai limbah
dari aktivitas industry dan rumah juga dibuang dengan bebasnya ke badan sungai.
Namun
dengan program restorasi sungai, perubahan besar terjadi dan
berimbas positif terhadap lingkungan sekitarnya. Sungai dan lingkungan
sekitarnya menjadi bersih dan sehat.
Pembangunan
infrastruktur dilakukan secara besar-besaran. Struktur sungai dan lingkungan
sekitar sungai diperbaiki untuk mempeluas dan memperdalam badan sungai.
Permukiman kumuh disepanjang sisi kanan kiri sungai dibongkar. Penduduk
direlokasi ke rumah susun yang sudah disiapkan.
Infrastruktur
sanitasi termasuk pengolah limbah domestik
skala besar dibangun untuk mencegah agar tidak setetespun limbah yang masuk ke sungai.
Begitu pula dengan industri, taka ada satupun industri yang membuang limbahnya
ke sungai. Limbah harus mengikuti baku mutu yang sudah ditetapkan.
Selain
itu, di beberapa segmen sungai dilakukan pemulihan air sungai, dengan teknologi
tertentu mengolah air sungai sehingga kualitasnya jauh lebih baik.
Selama
program berjalan, pelibatan masyarakat mendapatkan porsi besar. Sejak mulai
perencanaan, masyarakat sudah diikutkan. Sosialisasi dan penyadaran arti
penting sungai terus dilakukan. Bagaimana masyarakat dikenalkan kepada sungai
yang merupakan bagian dari kehidupan yang ada. Anak-anak
sekolah, dari semua tingkatan, diperkenalkan dengan lingkungan sungai. Mereka
dilibatkan untuk membersihkan sungai, misalnya secara rutin mereka ditugaskan membersihkan lingkungan sekita sungai dengan mengambil sampah-sampah yang ada
di pinggiran sungai.
Berbagai
festival di gelar di lingkungan S. Anyang. Sebagai cara mendekatkan masyarakat
dengan lingkunga sungai.
Penelitian dilakukan dengan seksama, perubahan yang terjadi pada lingkungan S.Anyang terus dilakukan. Penelitian
diperlukan untuk membuktikan apakah terjadi perbaikan lingkungan setelah
dilakukan berbagai program. Tumbuhan atau hewan apa saja yang ada di lingkungan
sungai.
Keberagaman ekosistem menunjukkan sehat tidaknya suatu lingkungan, semakin beragam makhluk hidup yang ada, semakin sehat lingkungan tersebut.
Keberagaman ekosistem menunjukkan sehat tidaknya suatu lingkungan, semakin beragam makhluk hidup yang ada, semakin sehat lingkungan tersebut.
Perjalanan
perbaikan lingkungan dipamerkan dengan menarik, bagaimana lingkungan menjadi
sehat, datangnya berbagai binatang dengan sendirinya, tumbuhnya
tanaman-tanaman sungai bahkan binatang yang tadinya dianggap sudah punah di
kawasan sungai Anyang kemudian hadir dan dapat berkembang biak.
ARG
berada diseberang S. Anyang. Dari gedung ini kita dapat melihat kondisi S.Anyang sebenarnya.
JIka melihat sejarah perbaikan S. Anyang, pada awalnya dilakukan perubahan kontruksi sungai. Pembangunan fisik diperlukan untuk untuk membantu memulihkan kondisi S. Anyang. Setelah membaik, kondisi sungai dikembalikan ke kondisi sealamiah mungkin. Jadi bantaran sungai ditumbuhi berbagai tumbuhan liar,setelahnya dibangun taman/tempat olah raga dan setelahnya barulah jalan.
JIka melihat sejarah perbaikan S. Anyang, pada awalnya dilakukan perubahan kontruksi sungai. Pembangunan fisik diperlukan untuk untuk membantu memulihkan kondisi S. Anyang. Setelah membaik, kondisi sungai dikembalikan ke kondisi sealamiah mungkin. Jadi bantaran sungai ditumbuhi berbagai tumbuhan liar,setelahnya dibangun taman/tempat olah raga dan setelahnya barulah jalan.
Anyang River Gallery sangat interaktif, dengan gedung
yang nyaman dan cukup megah. Dokumentasi perkembangan perbaikan S.Anyang
terpangpang dalam berbagai foto dan informasi. Beberapa dilengkapi dengan media
interaktif, dengan gambar dan warna yang
menarik. Namun sayangnya hampir semua dalam bahasa Korea termasuk pemandunya,
sehingga kami memerlukan translater.
ARG dapat menjadi salah satu referensi CCE, tentu saja
disesuaikan dengan muatan lokal.
Persiapan dapat dimulai dengan mendokumentasikan berbagai
program/kegiatan Citarum i yang sudah belangsung lama .Diharapkan, CCE
menjadi pusat informasi dan pusat pembelajaran
pengelolaan sungai lainnya. S e m o g a









Love to read and digest the idea. Inspiring.
ReplyDeleteBantu mewujudkankannya ya....
Delete