Saat ini Korea Selatan (Korsel) merupakan salah satu
destinasi wisata yang paling diminati para pelancong. Keterkenalan Korsel
disamping karena teknologinya yang sudah mendunia, budaya khas dan panoramanya menjadi daya tarik
tersendiri. Siapa sangka, pada tahun 1960-1980an keadaan Korsel tidak jauh
berbeda dengan Indonesia saat ini, terutama di kota-kota besarnya.
Sungai Anyang
Korsel dengan luas sekitar 99.274
km2 memiliki 4 sungai besar yaitu sungai Han,
Nakdong, Geum dan Sungai Yeoung. Sungai menjadi jantung dari kehidupan
masyarakat, menjadi sumber air bersih, sumber air bagi industri, pertanian,
peternakan dan aktivitas lainnya. Tingginya urbanisasi di kawasan perkotaan
menyebabkan tekanan terhadap wilayah sekitar sungai terus bertambah. Sungai
menjadi pusat permukiman kumuh, tempat sampah dan septitank terpanjang dan
terbesar.
Sungai Anyang adalah salah satu anak sungai Han yang
kondisinya tidak jauh berbeda dengan sungai induknya. Sungai Anyang dikenal
sebagai DEAD RIVER,
pencemaran yang parah menyebabkan tidak satupun makhluk yang dapat hidup di Sungai
Anyang.
Namun, berkat kerjasama yang baik dan komitmen yang
kuat, setelah 25 tahun, Sungai Anyang
menjadi sungai yang hidup kembali.
Sungai Mati
Selama puluhan tahun, Sungai Anyang mengalami masa-masa
kritis. Sampah dan limbah memenuhi sungai. Masyarakat dengan mudahnya membuang
barang-barang tak terpakai. Sungai menjadi gudang berbagai jenis sampah organik
dan anorganik.
Tingginya urbanisasi dan industrialisasi di kota Seoul
menyebabkan tekanan terhadap lingkungan semakin besar. Sepanjang sepadan sungai
menjadi kawasan kumuh. Perumahan/permukiman dan perkantoran dengan bebasnya
membuang limbah ke sungai. Industri yang
tumbuh menjadikan sungai tempat pembuangan limbah yang mudah dan gratis.
Gambaran Sungai Anyang di Anyang River Galery, Seoul.
Tak heran jika pada masa itu, kualitas air sungai sangat
buruk ditandai dengan parameter BOD (jumlah oksigen terlaut dalam air) dengan
nilai sekitar 190 mg/l (mili gram per liter), semakin tinggi nilai BOD
menunjukkan semakin tingginya pencemaran. Air sungai berbusa dan berbuih, warna gelap
limbah bersatu dan bercampur dengan berbagai material yang dibuang ke
sungai.
Debit air berfluktuasi sangat tinggi, pada saat musim
hujan debit berlebih sehingga sering terjadi banjir sedangkan pada musim
kemarau debit air sangat berkurang. Kondisi ini tentunya tak jauh berbeda
dengan kondisi perairan yang ada di Indonesia.
Pencemaran dan kerusakan ekosistem yang parah menyebabkan ikan
dan binatang air lainnya tidak dapat hidup. Tidak ada tanaman yang dapat tumbuh
di badan sungai dan sekitar Sungai Anyang. Tak heran kondisi ini menyebabkan lebih
dari 25 tahun Sungai Anyang dikenal sebagai SUNGAI
MATI.
MENGHIDUPKAN SUNGAI
MATI
Pengolahan
Air Limbah menjadi Kunci Utama
Sejak tahun 1990-an
upaya peningkatan kualitas sungai terus dilakukan oleh pemerintah Korsel. Dasar
kebijakan yang diterapkan dengan pendekatan alam. Perhitungan yang cermat dan
desain sungai mendekati keadaan alaminya. Secara bertahap hasilnya nampak dengan
penurunan nilai BOD.
Penurunan
signifikan terjadi setelah pembangunan instalasi pengolahan air limbah pada
tahun 1995. Mampu menurunkan nilai BOD menjadi 50 mg/l dan terus menurun
menjadi 20 mg/l pada tahun 2000. Sungguh
pencapaian yang luar biasa.
Restorasi
Sungai
Pada Tahun 1999 dibentuk
tim khusus untuk menyelesaikan permasalah sungai Anyang. Tim bertugas menyusun
rencana yang komprehensif dan sistematis terkait dengan kondisi dan karakteristik
Sungai Anyang. Kegiatan yang dilakukan melalui pendekatan lingkungan.
Program/kegiatan tidak hanya dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup saja tetapi kementerian lain ikut berperan pula. Program ‘Nature-Friendly river Environment Improvement Project' dari Kementerian Kontruksi dan Transportasi, ‘Close-To-Nature river Purification Project' dari Kementerian Lingkungan dan ‘Ecological river Project' oleh Pemerintah Daerah setempat merupakan program-program terintegrasi dalam upaya perbaikan Sungai Anyang.
Dalam aspek legalitas, kebijakan peningkatan kualitas dan konservasi lingkungan sungai, ditambahkan pada peraturan sungai di tahun 1999 .
Program/kegiatan tidak hanya dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup saja tetapi kementerian lain ikut berperan pula. Program ‘Nature-Friendly river Environment Improvement Project' dari Kementerian Kontruksi dan Transportasi, ‘Close-To-Nature river Purification Project' dari Kementerian Lingkungan dan ‘Ecological river Project' oleh Pemerintah Daerah setempat merupakan program-program terintegrasi dalam upaya perbaikan Sungai Anyang.
Dalam aspek legalitas, kebijakan peningkatan kualitas dan konservasi lingkungan sungai, ditambahkan pada peraturan sungai di tahun 1999 .
Penguatan dilakukan
melalui program Restorasi Sungai di tahun 2004. Restorasi Sungai Anyang merupakan
rencana besar, bertujuan;
-
meningkatkan aliran sungai,
-
meningkatkan kualias air,
-
menjaga keamanan kualitas air
-
mengembalikan ekosistem sungai
-
meningkatkan partisipasi masyarakat.
Tahapan Mendasar
Tahapan mendasar
yang diterapkan dalam pegelolaan Sungai Anyang, adalah;
1. Mengurangi
dan mengolah limbah,
· Bertujuan untuk meningkatkan kualitas
sungai Anyang dengan mengurangi dan mencegah pencemaran;
· Pembangunan instalasi pengolah limbah rumah
tangga, limbah industri dan sumber pencemar lainnya;
·
Menerapkan pengolahan air yang lebih
canggih dan menghilangkan limbah logam dari sungai ;
·
pengerukan sungai untuk memperdalam dasar sungai.
2. Fasilitas
Purifikasi sungai,
merupakan peralatan
untuk meningkatan kualitas sungai tanpa melalui saluran dengan kapasitas
tertentu.
Tim terus
mempublikasikan pengurangan ditergen dan limbah minyak harus dihilangkan dan limbah
makanan harus dipisahkan sehingga tidak memperberat alat purifkasi.
Pada akhirnya,
ditahun 2005 nilai BOD telah mencapai 5 mg/l. Sebagian hulu sungai sudah layak
digunakan untuk berenang.
Tampak Sungai Anyang dilihat dari gedung Anyang River Galery, Seoul
Kembalinya kehidupan Sungai Anyang ditandai dengan penemuan berbagai binatang air dan tumbuhnya air. Perlahan, binatang yang dianggap hilang kemudian muncul , kembali kehabitat awalnya. Saat ini, Sungai Anyang sudah memiliki ekosistem yang 'lengkap'. Pada akhirnya, Sungai Anyang mendekati kealamiahannya, binatang dan tumbuhan datang dengan sendirinya. Adanya tumbuhan dan binatang merupakan indikator sehatnya lingkungan tersebut. Semakin beragam, maka semakin sehat lingkungannya.
Peran Penting Masyarakat
Korea Selatan, adalah Negara yang sangat konsisten
menerapkan pembangunan yang berbasis lingkungan. Pencapaian ini tentu saja
tidak serta merta mereka dapatkan. Proses panjang dan komitmen yang kuat dari
pemerintah, masyarakat dan industry menjadi kunci dari keberhasilan kebijakan perbaikan sungai.
Konsep dasar dari
master plan Sungai Anyang merupakan hasil diskusi panjang, antara masyarakat
dan pemerintah. Dengan motto(1)
Sungai Anyang yang sehat dimana ikan-ikan kecil dapat hidup di dalamnya,
(2)Sungai Anyang terbebas dari banjir dan kekeringan, (3) Sungai Anyang yang
menyenangkan, menjadi tempat wisata warganya, menjadi tujuan dari pemulihan
Sungai Anyang.
Pengelolan Sungai
Anyang merupakan pelajaran berharga bagi kita, terutama Jawa Barat yang
memiliki permasalahn pencemaran dan kerusakan lingkungan yang cukup berat. Penyelesaian tidak menjadi domain kementerian terkait atau hanya pemerintah daerah saja. Pemerintah Korsel melibatkan berbagai kementerian, pemerintah pusat memegang peran yang sangat besar. Disamping itu, pemerintah daerah juga memegang komitmen yang kuat melaksanakan program ini.
Masyarakat tidak kalah pentingnya, kesadaran akan kebutuhan lingkungan yang baik dan sehat mendorong mereka untuk ikut terlibat langsung, begitu pula dengan institusi pendidikan yang banyak membantu masyarkat dan pemerintah.
Hasilnya memang luar biasa, terbukti bahwa Sungai yang telah mati pun bisa kembali hidup, pulih seperti sebelum tercemar.
Masyarakat tidak kalah pentingnya, kesadaran akan kebutuhan lingkungan yang baik dan sehat mendorong mereka untuk ikut terlibat langsung, begitu pula dengan institusi pendidikan yang banyak membantu masyarkat dan pemerintah.
Hasilnya memang luar biasa, terbukti bahwa Sungai yang telah mati pun bisa kembali hidup, pulih seperti sebelum tercemar.
Note*
Perjalanan sejarah Sungai Anyang dapat dilihat di Anyang River Gallery, terletak di Seoul dan cukup mudah dijangkau. Dokumentasi Sungai Anyang bisa dilihat di facebook, https://www.facebook.com/eva.fandora/media_set?set=a.10209015031363848.1073741846.1559171888&type=3
Perjalanan sejarah Sungai Anyang dapat dilihat di Anyang River Gallery, terletak di Seoul dan cukup mudah dijangkau. Dokumentasi Sungai Anyang bisa dilihat di facebook, https://www.facebook.com/eva.fandora/media_set?set=a.10209015031363848.1073741846.1559171888&type=3
*sumber
;
- Lee, Sam-Hee and
Choi, J ung-Kwon. ‘A Study on the Application and Assessment of Urban River
Restoration in the Anyang River’. Agustus 2016
- Catatan pribadi, Korea
Selatan. 2014.


Cuma butuh satu generasi (25 th) ya mereka untuk menyulap sungai.. Hebat sekali. Padahal kan mesti kerjasama lintas kementerian dan antar 'Pemda' hingga ke area hulu. Salut untuk masyarakat Korsel. Moga2 kita menyusul.. :)
ReplyDeleteBetul, korsel hebat
Delete